Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI ANAK. Tampilkan semua postingan

Kelainan Psikologis Pada Anak

By sulthan on Jumat, 12 Juni 2015

 Kelainan Psikologis Pada Anak

Gangguan psikologis ternyata tidak hanya menimpa orang dewasa yang notabene seringkali dihadapkan pada berbagai masalah dan stres yang dapat mengguncang kejiwaan dan sisi psikologis mereka. Namun kondisi yang sama juga dapat dialami oleh anak-anak, yang mana gangguan psikologis ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti trauma yang pernah dialami, faktor genetika, kebiasaan atau mungkin sebagai akibat dari pengaruh lingkungannya.



Nah, untuk lebih jelasnya lagi kita kenali beberap jenis gangguan psikologis yang dapat menimpa anak-anak.

1.    Mental Retardation
Mental retardation adalah suatu jenis gangguan psikologis anak yang ditandai dengan ketidakmampaun anak untuk mengurus diri mereka sendiri, kesulitan berkomunikasi dan ketidakmampuan membedakan hal yang berbahaya dan tidak berbahaya. Kondisi mental retardation dapat dikenali sebelum anak berusia 17 tahun. Umumnya gejala awalnya dapat dilihat dari tingkat IQ anak yang rendah yang mana biasanya berada dibawah angka IQ 70. Anak-anak yang mengindap gangguan psikologis mental retardation tidak mampu untuk mandi sendiri, makan sendiri, sulit berbicara dan selalu membutuhkan pendamping pada setiap aktivitas yang dilakukannya.

2.    Autisme
Autisme merupakan gangguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup diri. Gangguan seperti ini mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, perilaku dan interaksi sosial. Sampai saat ini penyebab dari munculnya sindrom autisme belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli mengungkapkan kondisi ini disebabkan oleh multi factiroal, sementara beberapa diantaranya juga ada yang menyebutkan sebagai gangguan biokimia. Gejala autisme dapat dikenali sejak anak masih bayi seperti misalkan dikenali lewat fokus mata hanya pada satu benda, respon yang sangat minim terhadap impuls dan tidak bereaksi pada rangsangan suara. Sementara pada anak yang sudah lebih besar, biasanya dapat dikenali dengan kesulitan fokus pada satu hal, yakni ketika anak tidak merespon ketika dipanggil, kesulitan berkomunikasi serta melakukan sesuatu secara berulang-ulang.

3.    Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan psikologis yang paling umum yang dapat mempengaruhi anak-anak. Gejala utama dari gangguan psikologis ini adalah timbulnya rasa cemas, ketakutan dan kegelisahan yang berlebihan pada anak. Ada berbagai jenis gangguan kecemasan seperti ketakutan yang tidak berasalan atau tanpa didukung dengan situasi yang mana hal ini disebut dengan fobia. Gangguan kecemasan umum yang cenderung membuat anak-anak merasa khawatir, gelisah berlebihan mengenai hal yang tidak realistis, sering panik biasanya disebabkan karena trauma yang pernah dialami oleh si anak.

4.    Asperger Syndrom
sindrom asperger merupakan kelainan perilaku pada anak yang membuat anak menarik diri dari keramaian, menjadi penyendiri, tidak banyak berbicara dan tidak suka bermain. Umumnya anak-anak yang mengidap sindrom ini akan lebih senang berbicara dengan orang dewasa dengan topik yang tak biasa. Selain itu, anak-anak dengan sindrom ini adapula yang menunjukan keinginana untuk memiliki banyak teman, hanya saja mereka memiliki kecenderungan yang mudah bosan sehingga menjauhi sendiri teman-teman yang telah mereka miliki. Hal inilah yang membuat anak-anak dengan sindrom ini sulit menemukan teman bermain. Anak yang mengalami sindrom asperger dapat dikenali dari sifat kurang simpati terhadap orang lain, tidak sensitif dan tidak suka bergaul dan bermain.

Demikian beberapa jenis gangguan psikologis yang mungkin terjadi pada anak. Dengan mengetahui beberapa jenis gangguan psikologis diatas, diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan anda dan jika beberapa gejala dari gangguan psikologis dikenali pada anak, anda bisa mengambil tindakan dengan membawa anak terapi untuk mengatasinya.

Selengkapnya →

Psikologi Perkembangan Anak

By sulthan

Psikologi Perkembangan Anak


Anak usia dini pasti lebih senang dengan hal- hal yang bisa membuat anak senang seperti bermain, belajar karena dengan inilah anak-anak lebih senang apalagi mereka tidak perlu memikirkan banyak hal layaknya orang dewasa. Namun, anda harus tetap memperhatikan perkembangan anak anda.


Perkembangan dan pertumbuhan anak merupakan hal penting dalam menunjang fisik dan mental anak. Perkembangan anak berhubungan dengan keadaan dan kondisi dalam keluarga yang harmonis atau keluarga yang kurang harmonis. Oleh karea itu, Tahapan Psikologi Perkembangan Anak harus lebih di perhatikan untuk perkembangan dan pertumbuhan secara meunyeluruh apalagi jika anak tersebut masih dalam usia dini yang masih harus di perhatikan oleh orang tua dan keluarga.

Anak memiliki masa atau perode keemasan pada usia 0- 8 tahun, laju keemasan ini anak akan mengalami tingkat perkembangan yang drastis mulai dari cara berfikir, emosi, motorik, fisik dan secara sosial. Peran orang tua disini, sangat berpengaruh pada tahapan psikologi perkembangan anak.

Untuk itu, berikut ini hal yang harus diperhatikan bagi orang tua tentang psikologi perkembangan anak

Perkembangan Bahasa

Perkembangan bahasa anak usia dini terbagi ke dalam beberapa tahap, yaitu:
  • Periode prelingual, usia anak 0-1 thn, ciri utama adalah anak mengoceh untuk dapat berkomunikasi dengan orang tua, anak masih bersifat pasif saat menerima stimulus dari luar tapi anak akan menerima respon yang berbeda. Contoh: bayi akan senyum kepada orang yang dikenalnya dan menangis kepada orang yang tidak dikenal dan ditakutinya.
  • Periode Lingual, usia antara 1-2,5 tahun, dalam taha ini anak sudah mampu membuat sebuah kalimat, satu atau dua kata dalam percakapannya dengan orang lain.
  • Periode Diferensiasi, usia anak 2,5 - 5 thn, anak sudah memiliki kemampuan bahasa sesuai dengan peraturan tata bahasa yang baik dan benar. Permbendaharaan katanya sudang berkembang secara baik dilihat dari segi kuantitas dan kualitas.
Perkembangan Sosio-emosional
Perkembangan sosio emosisonal anak terbagi ke dalam beberapa tahap, yaitu:
  • Tahap percaya versus curiga (trust vs mistrust), usia anak 0-2 tahun, dalam tahap ini anak akan tumbuh rasa percaya dirinya jika mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, namun akan tumbuh rasa curiga jika anak mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan.
  • Tahap Mandiri versus Ragu ( Autonomy vs Shame), usia anak 2-3 tahun, perasaan mandiri mulai muncul tatkala anak sudah mulai menguasai seluruh anggota tobuhnya, sifat ragu dan malu akan muncul pada tahap ini ketika lingkungan tidak memberinya sebuah kepercayaan.
  • Tahap berinisiatif versus bersalah (initiative versus guilt), usia anak 4-5 tahun. Pada masa ini anak sudah mulai lepas dari orang tuanya, anak sudah mampu bergerak bebas dan berhubungan dengan lingkungan. Kondisi ini dapat menimbulkan inisiatif pada diri anak, namun jika anak masih belum bisa terlepas dari ikatan orang tuanya dan belum bisa berinteraksi dengan lingkungan, rasa bersalah akan muncul pada diri anak.

Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam mendidik psikologi perkembangan anak sangat besar, karena psikologi atau kejiwaannya memiliki kesensitifan yang tinggi. Dengan orang tua turun langsung memberikan pendekatan dalam hal mendidik akan membuat anak lebih yakin dan berani menhadapai semua tantangan belajar.

Karena cenderung psikologi perkembangan anak pada masa perkembangan itu memiliki sifat ketergantungan, yakni yang lebih spesifiknya masih belum ingin jauh dari orang tua. Pada masa perkembangan di usia 6 tahun si anak biasa baru mulai akan memiliki jarak dengan orang tua (terutama ibu) karena mungkin tempat tidur yang dipisah dan lain sebagainya. Untuk kondisi ini orang tua harus lebih memahami dan melakukan pendekatan secara emosional yang lebih intim meskipun dengan pemisahan-pemisahan tadi secara kejiwaan tetap terkait erat.

Orang Tua Berperan Besar Dalam Psikologi Perkembangan Anak

Peran orang tua memang sangat besar dalam psikologi perkembangan anak, mereka juga harus banyak belajar bagaimana menjadi orang tua yang selalu diinginkan kehadirannya. Banyak sekali jika kita melihat anak yang begitu enggan berbicara dengan orang tua atau bercengkrama dengan orang tua karena psikologi perkembangan anak tersebut mengalami keterbelakangan yang dalam artian si anak ketakutan terhdap tuntutan-tuntutan yang diberikan oleh orang tua.

Sebenarnya orang tua tidak boleh melakukan penuntutan yang berlebihan sehingga membuat si anak menjadi ketakutan dan akhirnya justru menjaga jarak dengan orang tua. Mulai tidak jujur, tidak komunikatif lebih senang menyendiri dan autis. Permasalah psikologi perkembangan anak sudah ada sejak lama, namun karena orang tua Indonesia kita tahu sendiri angka pendidikan yang mencapai perguruan tinggi sangat minim, sebenarnya bagi orang tua yang putus sekolah dan tidak tahu cara membangun karakter atau psikologi perkembangan anak seharusnya bisa mencari informasi melalui buku dan internet.

Perkembangan jaman semakin modern tidak ada alasan untuk orang tidak mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya. Karena jendela ilmu yang saat ini sangat terbuka memungkinkan orang memiliki hal atau kemampuan yang sama dalam melakukan sesuatu. Ternyata yang belajar bukan hanya anak, anda sebagai orang tua pun dituntut untuk mendidik anak, karena dalam silsilah anda tetap generasi yang pertama memiliki anak dari diri anda sendiri. Pengetahuan tentang psikologi perkembangan anak tidak hanya untuk ibu sang ayah pun haru tahu bagaimana membangun psikologi perkembangan anak yang baik.

    Selengkapnya →

    Memahami Psikologi Anak

    By sulthan

    Psikologi Anak. 

    Berbicara mengenai masalah anak tidak akan ada habis nya, terkadang membuat orang tua menjdi bingung dan panik. Langkah paling bijak adalah memahami setiap psikologi yang ditunjukkan pada anak. Menurut Pakar Psikologi Perkembangan, Erikson menekankan pada delapan tahap yang dilali anak sejak usia dini hingga dewasa.

    Dimana setiap tahapan akan memberikan dampak positif dan dampak negatif. Pada usia dini, banyak hal yang menarik perhatian anak sehingga membuat mereka ingin selalu mencoba walaupun itu berbahaya untuk diri si anak sendiri. Di tahap ini, peran dan pengawasan orang dewasa sangatlah penting. Memberi dukungan dan arahan yang baik pada anak adalah cara yang tepat. Menurut Erikson, jangan memberikan kritik atau nasihat yang berlebihan karena hal itu dapat membuat anak tumbuh dengan rasa ragu terhadap kemampuannya sendiri.

    Ada tujuh kecerdasan yang terdapat pada anak menurut Gardner, seorang peneliti tentang psikologi anak. Linguistik, logika, matematika, spasial, kinestetik, musik, intrapersonal, interpersonal dan naturalis. Setiap anak memiliki kepekaan berbeda mengenai tahapan tersebut. Gardner mengungkapkan Multiple Intelegence kecerdasan jamak merupakan kemampuan untuk menemukan dan mencari pemecahan masalah yang dihadapi oleh anak.

    Sebagai contoh, bila anak anda menangis selama berjam-jam. Untuk hal ini, orang tua harus pintar-pintar mengatasi emosi mereka sendiri. Sebaiknya, orang tua tidak perlu panik ketika si anak menangis. Tetap tenang dan tidak perlu tergesa-gesa adalah sikap yang tepat yang dilakukan orang tua. Menurut Hans Grothe, seorang psikologi anak dari Jerman, frekuensi terbanyak anak menangis adalah usia 2 hingga 3 tahun, dimana tangisan anak berkaitan dengan usia mereka sendiri.

    Tangisan anak merupakan suara musik alam yang indah, ada tiga kunci untuk menangani tangisan anak yakni, ketenangan, ketenangan, dan ketenangan. Dimana setiap cara tersebut memiliki tataran yang berbeda. Orang tua perlu melatih dan melihat reaksi yang ditunjukan si anak. Inilah pentingnya memahami ilmu psikologi karena akan sangat membantu dalam mendidik anak. Dengan begitu akan terjalin ikatan yang lebih dekat antara anak dan orang tua.
    Selengkapnya →