Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN ANAK. Tampilkan semua postingan

MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH ANAK USIA DINI DENGAN PROBIOTIK

By sulthan on Minggu, 25 Juni 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Pada perkembangan awal dari anak usia dini, terutama pada usia balita, imunitas tubuh si kecil belum sempurna. Oleh karena itu, jangan heran jika anak usia dini sering sakit. Untuk melindungi si kecil dari berbagai penyakit yang mudah masuk, harus dilakukan perlindungan dari dalam tubuh anak sendiri, dibutuhkan proteksi yang kuat dalam tubuhnya. Di sinilah peran probiotik sangat diperlukan.

Jenis probiotik yang terdapat dalam tubuh manusia sejak lahir adalah dari golongan Lactobacillus dan Bifidobacterium. Tapi seiring bertambahnya usia, maka jumlah probiotik tersebut akan berkurang karena anak terpapar dengan banyak bakteri. Hal inilah yang menyebabkan kesehatan saluran cerna menjadi menurun.

Probiotik pada dasarnya telah dimiliki oleh bayi sejak lahir namun bagi bayi yang lahir secara caesar, mereka tidak mendapatkan probiotik tersebut. Hal inilah yang membuat bayi kelahiran caesar memiliki alergi terhadap sesuatu karena memiliki sistem imun yang rendah akibat tidak adanya probiotik pada tubuh bayi.

Untuk mengetahui perbedaan manfaat dan fungsi probiotik dan prebiotik dengan jelas, simak terlebih dahulu fungsi dari probiotik berikut ini:
Menjaga kelangsungan hidup mikro ekosistem pada sistem pencernaan.
  • Membantu proses mencerna makanan sehingga dapat berjalan dengan lancar.
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
  • Menghilangkan racun yang masuk ke dalam tubuh.
  • Mencegah diare.
  • Menghindari produktifitas gas yang berlebih.

Untuk mendapatkan manfaat optimalnya, probiotik harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Dan selama proses produksi, penyimpanan, penggunaan sampai berada di saluran cerna probiotik harus tetap hidup dan stabil. Untuk memaksimalkan probiotik, diperlukan prebiotik yaitu makanan bagi probiotik itu sendiri. Prebiotik paling banyak terdapat dalam ASI. Pemberian probiotik dengan didukung oleh jumlah prebiotik yang cukup dapat mengalahkan pertumbuhan mikro organisme jahat dalam tubuh, khususnya pada saluran cerna si kecil. Prebiotika dan probiotik sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan penyerapan kalsium. Karena keduanya dapat bekerjasama dengan optimal dalam membantu menjaga kesehatan tubuh si kecil.

Saluran pencernaan sikecil menjadi paling penting untuk kesehatannya karena dalam banyak penelitian kesehatan ditemukan bahwa pencernaan menjadi pusat utama yang terbanyak dalam daya tahan tubuh anak. Terungkap bahwa 80% produksi imunitas untuk daya tahan tubuh berasal dari saluran cerna. Karena itu peran probiotik sangat diperlukan. Apabila probiotik dominan dalam perut, maka dapat dicegah diare dan melancarkan buang air terutama untuk anak-anak. Bukan itu saja, probiotik juga dapat mengoptimalkan penyerapan nutrisi dalam tubuh serta meningkatkan daya tahan tubuh si kecil.

Jika anak sehat dan terlihat fit, maka mereka pun dapat melakukan aktivitasnya baik dalam bermain maupun belajar dengan baik. 


Sumber: dirangkum dari berbagai sumber! :
Parents Guide-2008  www.Parentsguide.co.id
http://produk-moment.com/pengertian-probiotik-dan-prebiotik-dan-kegunaannya/
staypublichealth.blogspot.com/2012/02/pengertian-probiotik-prebiotik-dan.html
smartdetoxid.com/pengertian-prebiotik-dan-probiotik/
Selengkapnya →

CARA MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) ANAK USIA DINI

By sulthan on Selasa, 20 Juni 2017

P3K PAUD, Kota P3K Lembaga PAUD, Kesehatan PAUD, UKS PAUD
PAUD-Anakbermainbelajar---Tindakan yang utama adalah mencegah anak tidak mengalami kecelakaan. Namun, kadang kala ada saja hal-hal yang tidak bisa kita hindarkan terjadi. Berkenaan dengan hal tersebut maka setiap lembaga PAUD harus memiliki kotak P3K. Kotak P3K ini berisi alat, bahan dan obat-obatan yang diperlukan menangani pertama saat kecelakaan. Selain Kotak P3K, pendidik PAUD seharusnya menguasai juga tindakan sederhana pada pertolongan pertama saat kecelakaan terjadi.

Isi Kotak P3K 

Adapun isi kotak P3K yang baik dan harus disediakan(Sers and Sears, 2007):
  1. Penghilang rasa sakit, asetaminofen, baik yang merupakan cairan maupun supositoria (obat yang dimasukan ke dubur).
  2. Pelester perekat
  3. Kain penyeka alkohol
  4. Salep antibiotik
  5. Larutan antiseptik (Hibiclens, Betadine)
  6. Plester luka.
  7. Kapas berbentuk bola kecil 
  8. Pemoles berujung kapas (Q kiat)
  9. Lampu senter
  10. Kain kasar:bujur sangkar masing-masing berukuran empat inci (sepuluh sentimeter) dengan bantalan yang tidak lengket
  11. Hidrogen peroksida (H₂O₂)
  12. Kantong es instan
  13. Sirup ipekak
  14. Cangkir dan sendok obat atau penetas yang dikalibrasi
  15. Aspirator hidung
  16. Obat tetes hidung atau obat semprot hidung yang mengandung garam 
  17. Guting (Ujung tumpul) 
  18. Steris-steris (perban mengandung perekat yang berbentuk kupu-kupu)
  19. Termometer (kaca atau digital) 
  20. Alat penekan lidah
  21. Penjepit.




Pertolongan Pertama pada Anak yang Mengalami Pendarahan Kecil
  1. Luku segera dicuci dibawah air dingin yang mengalir selama beberapa menit sambil memenangkan anak dan menyampaikan pesan "lukanya segera sembuh". Hindari menenangkan anak dengan kalimat yang mengandung ketidak jujuran, misalnya: "tenang, tidak apa-apa kok".
  2. Luka diberi larutan antiseptik (betadine) dan ditutup dengan perban yang mudah lengket.
  3. Meskipun pendarahan sudah berhenti, sebaiknya tetap di perban untuk menentramkan hati anak dan mencegah infeksi lanjutan.


Pertolongan Pertama Pada Anak yang Mengalami Pendarahan Besar
  1. Pendidik harus tetap tenang saat menangani luka dan terus menenangkan anak dengan pesan logis yang menyamankan hati anak. Kepanikan anak dapat memompa darah lebih banyak lagi.
  2. Setelah anak tenang dan Usahakan hentikan pendarahan, segera bawa anak kerumah sakit atau dokter untuk mendapatkan perawatan segera.


Pertolongan Pertama pada Anak Luka Bakar

Menurut Sears dan Sears (2007) terdapat tiga tingkatan luka bakar. Luka bakar Tingkat Pertama, kulit berwarna kemerahan, tidak benar-benar menyakitkan sehingga hanya perlu air dingin, obat salep yang menenangkan. Luka bakar tingkat kedua, kulit melepuh, bengkak dan mengelupas. Luka bakar tingkat Ketiga merusak kulit yang lebih dalam dan kulit kehilangan bentuk aslinya. Jika anak mengalami luka bakar, maka tindakan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Langsung celupkan area yang terbakar ke air dingin, paling tidak selama 20 menit. Jangan menggunakan es karena akan menyebabkan kerusakan jaringan. Jika luka bakar terdapat pada wajah maka usapkan handuk yang direndam air dingin atau pegang pipi di bawah air ledeng yang mengalir. Jangan mengoleskan lemak, mentega atau bedak di atas luka bakar.
  2. Jika pakaian anak terbakar maka nyala api dipadamkan dengan handuk, selimut, mantel dan pakaian, lain.
  3. Jika luka bakar hanya merah, tidak menggelembung maka luka cukup direndam dalam air dingin selama mungkin. Luka bakar dibiarkan tetap terbuka dan diperhatikan perubahannya.
  4. Jika kulit menggelembung, berwarna putih atau hangus, oleskan salep antiseptik (pencegah infeksi) dan tutup, jangan terlalu rapat, dengan kain bersih atau perban yang tidak melekat. Hubungi segera dokter atau anak dibawa ke unit gawat darurat.

Ketika memanggil paramedis, pastikanlah untuk memberikan informasi berikut ini kepada petugas gawat darurat:
  1. Lokasi keberadaan diikuti dengan petunjuk arah
  2. Nomor telepon pendidik dan lembaga PAUD
  3. Nama dan umur anak
  4. Kondisi anak
  5. Penyebab kecelakaan.


Pemberian Nafas Buatan pada Anak

Pernafasan buatan perlu diberikan kepada anak jika anak pucat, biru dan sungguh-sungguh tidak bernafas. Pendidik disarankan membaca dan mengikuti pelatihan untuk mengetahui bagaimana cara dan tahap pemberian nafas buatan. Hingga diusahakan yang memberikan nafas buatan adalah orang yang benar-benar ahli dan terlatih dalam memberikan nafas buatan ini. (Baca juga tentang cara memberikan nafas buatan pada anak).

Demikian cara melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) pada anak usia dini, baik di rumah maupun di lembaga-lembaga PAUD yang ayah-bunda pimpin. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terimakasih.

Selengkapnya →

CARA DAN UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA KECELAKAAN PADA ANAK USIA DINI

By sulthan on Minggu, 18 Juni 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Anak usia dini selalu aktif bereksplorasi dengan keingintahuan yang amat tinggi. Semua benda baru dan menarik akan diamati dan dipelajarinya dengan seksama. Mereka belum mengetahui dan menyadari jika ada hal yang membahayakan dirinya. Keingintahuannya yang besar akan medorong anak tergerak untuk memanjat furniture, memasuki lemari, meraih apapun yang menarik, memasukan benda ke dalam mulut dan hidungnya, menggoyang-goyang dan mendorong TV, bahkan akan memasukan tangannya ke colokan listrik. Ini adalah perilaku positif untuk mereka menjadi lebih cerdas dari waktu ke waktu. Tugas pendidik dan pengelola adalah memastikan semua yang berada di dekat anak aman dan edukatif.

Aturan umum untuk menciptakan lingkungan aman bagi anak usia dini adalah semua area dan benda-benda yang berada dalam radius jangkauan harus aman jika menjadi pusat perhatian dan bahan eksplorasi anak. Semua sudut dan sentra harus terhindar dari barang kondisi tempat yang membahayakan anak.


Kecelakaan anak, Kecelakaan di PAUD, Anak Korban Kecelakaan, Kecelakaan Kecil, Insiden Anak di Sekolah

Keamanan area dan benda-benda di lembaga PAUD akan mencegah terjadinya kecelakaan pada anak. Namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan dengan selalu melakukan pengawasan penuh pada setiap anak karena kecelakaan juga bisa ditimbulkan oleh hal lain seperti interaksi antar anak atau gerakan anak yang melampaui batas dan penyebab lainnya. Selain itu, anak perlu mengenal dan penjelasan setiap benda dan kejadian-kejadian yang berpeluang dapat mencelakakan anak. Anak perlu dididik untuk disiplin memenuhi aturan yang berlaku dan secara bertahap anak ditumbuhkan kesadarannya bahwa disiplin mematuhi aturan akan menyelamatkan diri sendiri dan juga mengamankan orang lain.

Terdapat dua tindakan utama yang berkenaan dengan kecelakaan terjadi di lembaga PAUD yaitu :
  1. Tindakan Preventif melalui: a. Penyiapan lingkungan yang aman, b. membuat aturan. c. Memberi penjelasan kepada anak tentang bahaya disekitar anak dan bagaimana mencegahnya.
  2. Tindakan Penanganan Pertama pada kecelakaan. (Baca juga cara melakukan pertolongan pertama pada Kecelakaan Anak usia dini di sini!)

Salah satu upaya dalam pencegahan terjadinya kecelakaan pada anak adalah dengan memahami, mewaspadai dan mencegah kecelakaan tersebut pada anak. Kecelakaan yang Paling umum menurut Tahap Perkembangan (Sears and Sears, 2007).

1. Bayi yang baru lahir hingga berusia enam bulan (berguling dan menjangkau)
  • Kecelakaan di boks
  • Jatuh dari tempat mengganti pakaian atau dari kursi kayu
  • Luka bakar karena tumpahan dari secangkir kopi, teh atau air panas
  • Kecelakaan di kendaraan karena penggunaan kursi mobil untuk bayi dengan tidak semestinya atau tidak menggunakan sama sekali.

2. Bayi yang berusia 6-12 bulan (merangkak dan berjalan)
  • Kecelakaan akibat mainan: tepi yang tajam, benda-benda kecil yang bisa dimasukan ke mulut
  • Kecelakaan akibat duduk dikursi bayi yang tinggi
  • Jatuh dan menghantam sudut meja yang tajam, tepian tangga 
  • terbakar rokok
  • Kecelakaan karena memegang: memegang yang panas dan tajam
  • Kecelakaan karena alat bantu berjalan dan kereta dorong
  • Kecelakaan di mobil.

3. Anak yang berusia 1-2 tahun (berjalan dan menyelidik)
  • Kecelakaan karena memanjat
  • Menelan racun
  • Kecelakaan karena menjelajah
  • Resiko dari air yang tidak dijaga: kolam ikan, kolam renang, bathtub, kloset dan air mancur.
  • Terpotong, tergores dan hal lain yang menyebabkan terluka.

Karena itu untuk menghidari terjadinya kecelakaan pada anak seperti yang disebutkan diatas maka perlu dilakukan dan dikondisikan hal-hal yang bersentuhan dengan anak di rumah atau di lembaga PAUD seperti:

1. Memilih Mainan yang Aman bagi Anak Usia Dini
  • Mainan yang disediakan bagi anak sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan mainnya. Bagi 0-2 tahun, sangat berbahaya jika meletakan mainan berupa manik-manik kecil karena akan dimakan dan dimasukan hidung. Balok berbahan kayu juga berbahaya karena mainan tersebut akan dilempar.
  • Mainan dan wadah atau lemari tempat mainan tidak memiliki bagian tepi yang tajam atau bagian yang mudah masuk ke kulit
  • Hindari menyediakan mainan plastik yang mudah patah lalu patahan tersebut berpotensi melukai anak. Ada baiknya ketika membeli mainan plastik, kita mencoba membengkokannya untuk melihat apakah mudah patah atau tidak.
  • Mainan sebaiknya tidak dibuat dan dicat dengan bahan yang bersifat toksik
  • Alat bantu berjalan (baby walker) tidak perlu digunakan karena tidak aman bagi anak dan sebenarnya alat ini juga tidak dapat membantu anak bisa cepat berjalan
  • Penataan mainan di rak mainan harus mempertimbangkan apakah jika diraih anak akan tumpah dan dapat melukai anak
  • Rak mainan selain tidak berujung tajam juga tidak bersifat ringan dan mudah tumbang
  • Alat mainan lur upayakan dari bahan plastik bukan besi terutama untuk bahan ayunan. Sudah banyak kejadian dimana ayunan besi melukai anak saat bermain.
  • Kursi anak sebaiknya yang berat sehingga tidak mudah terbalik kebelakang saat diduduki anak. Begitu juga meja, ujungnya diupayakan tidak runcing juga berat.

2. Kamar Mandi yang Aman bagi Anak Usia Dini
  • Bathtub lantai kamar mandi dan jalan menuju kamar mandi diberi alas antilicin
  • Kunci pintu bagian dalam tidak dalam jangkauan anak untuk menghindari anak terkunci di dalam kamar mandi
  • Alat dan bahan-bahan pembersih yang tidak aman harus jauh dari jangkauan anak
  • Keran mandi air panas harus dilengkapi pengaman yang tidak bisa dibuka anak.

3. Kamar Tidur yang aman bagi anak

Semua prabot, furniture dan perlengkapan kamar tidur harus layak dan aman untuk anak, jauhkan kamar tidur dari bahan dan barang-barang orang dewasa yang berbahaya bagi anak.


4. Halaman yang aman
  • Alat main luar diusahakan dari bahan plastik bukan besi terutama untuk bahan ayunan. Sduah banyak kejadian dimana ayunan besi melukai anak saat bermain.
  • Sangat dianjurkan ayunan dengan duduk seperti pelana karena mencegah anak terlembar juga membatasi anak untuk tidak berdiri sambil berayun.
  • Ayunan dipasang dengan ketinggian berbeda untuk kelompok umur anak yang berbeda pula.
  • Peralatan ayunan sebaiknya dipasang sedikitnya dua meter dari penghalang (pagar atau dinding) dan permukaan di bawah ayunan harus rata dan lembut untuk mengurangi resiko kecelakaan saat anak terjatuh.
  • Simpanlah tangga sehabis dipakai agar anak tidak menggunakannya.
  • Jangan memotong rumput dengan mesin pemotong rumput saat anak bermain di halaman dan simpat segera mesin pemotong ketempat yang tidak bisa ditemukan anak.
  • Pastikan kolam ikan hias atau kolam renang dirancang dengan tingkat keamanan dan pengawasan yang baik. Lembaga PAUD yang punya kolam harus ekstra hati-hati jika ada anak didiknya berumur di bawah lima tahun. Saat ini tersedia alat sensor gerakan yang dapat memberikan tanda jika anak jatuh ke kolam.

Dalam upaya pencegahan terjadinya kecelakaan pada anak usia dini, baik di rumah maupun di sekolah (lembaga PAUD), tindakan yang paling utama adalah mencegah anak tidak mengalami kecelakaan. Namun kadangkala meskipun kita sudah berupaya keras, ada saja kecelakaan yang tidak bisa kita hindarkan terjadi. Karena itu juga maka di rumah dan disetiap lembaga PAUD harus memiliki kotak P3K. (Baca juga Petolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K di Lembaga PAUD).

Demikian tentang cara dan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan pada anak usia dini, semoga tulisan ini bermanfaat. terimakasih. https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.co.id/
Selengkapnya →

INILAH KHASIAT DAN CARA MEMASAK IKAN GABUS UNTUK TERAPI ANAK AUTIS

By sulthan on Jumat, 17 Februari 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Sejak dahulu ikan gabus dipercaya memamiliki khasiat sebagai obat penyembuh. Karena itu selain sebagai penyembuh berbagai penyakit, ikan gabus juga dipercaya sangat bagus bagi ibu hamil dan menyusui juga untuk membantu terapi penanganan anak autis. Kandungan ikan gabus yang terdiri dari zat-zat dan gizi yang baik menyebabkan khasiat ikan gabus begitu bermanfaat bagi penanganan anak autis atau autism. Protein albumin yang terkandung dalam ikan Gabus juga meningkatkan nilai kecukupan gizi yang dibutuhkan guna pertumbuhan dan perkembangan anak autis, itulah yang diharapkan dari sebuah proses terapi penanganan anak autis. (Baca juga khasiat dan kandungan Ikan Gabus di sini).

Terapi penanganan anak autis menurut teori umum memang harus dilakukan secara berhati-hati, salah satu yang terpenting adalah menyangkut pemeriksaan dan perbaikan sistem pencernaan anak autis sejak dini. Dalam penanganan anak autis ada makanan-makan tertentu yang harus kita kurangi dan hindarkan dari anak, jika tidak ditangani sejak dini maka akan berdampak pada kesehatan anak autis secara keseluruhan. Dari penelitian yang dilakukan terhadap para penyandang autis, diketahui bahwa makanan yang mengandung gluten dan kasein berpengaruh terhadap perilaku autistik anak, seperti flapping dan hiperaktivitas. Gluten adalah protein yang berasal dari gandum-ganduman, misalnya dari terigu. Sedangkan kasein berasal dari susu sapi. Berdasarkan hal tersebut maka para ahli sepakat bahwa seorang penyandang autism sebaiknya mengurangi bahkan menghindari gluten dan kasein ini. Karena diyakini dengan diet gluten dan kasein ini dapat memperbaiki ganguan pencernaan anak penyandang autis dan juga bisa dilakukan untuk mengurangi gejala atau tingkah laku autistik yang ditujukan anak.

Karena itu pemberian masakan ikan gabus sangat baik untuk anak terutama yang sedang melakukan diet gluten dan kasein ini. Dengan cara memasak ikan gabus tepat, maka dagingnya akan sangat baik untuk terapi penanganan anak autis terutama anak dengan tipe Autis Bahavior Defensiveness yaitu tipe autis pada anak dengan perilaku menghindar, susah makan dan malas mengunyah. Biar tak rentan kurang gizi, maka manfaatkanlah khasiat ikan gabus yang tekstur dagingnya lembut sehingga mampu terserap tubuhnya. Seiring dengan perkembangannya nanti barulah diberikan asupan nutrisi dengan daging yang bertekstur kasar.

Cara Memasak Ikan Gabus yang Aman untuk Anak Autis

Cara memasak ikan gabus yang aman ini dimaksudkan adalah memastikan bahwa bahan pangan yang diolah dan disajikan pada saat terapi penanganan anak autis adalah aman dan sehat alami sehingga tidak menimbulkan efek samping seperti makin menumpuknya residu pestisida, logam berat dan sejenis dalam saluran pencernaan. Karena hal ini akan mengganggu proses detoksifikasi normal pada anak autis.

Penanganan anak autis sangat memperhatikan cara memasak ikan gabus maupun bahan pangan lain sebab mereka sangat rentan alergi maupun gangguan proses detoksifikasi serta sistem imun tubuh yang rendah (defisiensi imun).

Cara memasak ikan gabus yang aman untuk terapi penanganan anak autis adalah memastikan bahwa ikan gabus yang akan dimasak adalah bebas dari potensi racun pestisida, logam berat dan sejenis. Racun – racun tersebut bisa terbawa dalam tubuh ikan gabus yang dipengaruhi oleh cara budidaya ikan gabus, ternak ikan gabus, pakan ikan yang digunakan menggunakan zat – zat kimia atau tidak dan lain sebagainya. Terlihat penyediaan menu ini agak rumit, tapi memang kenyataan bahwa anak autis sangat rentan terhadap zat-zat yang merugikan ini. 

Berikut adalah cara memasak ikan gabus yang baik dan aman untuk anak autis:
  1. Potong – potong ikan gabus sesuai ukuran yang dikehendaki.
  2. Cuci potongan ikan gabus tersebut sampai bersih.
  3. Rendam beberapa saat potongan daging ikan gabus yang akan dimasak (kurang lebih 10 – 15 menit) lalu tiriskan. 
  4. Proses perendaman ikan gabus bisa dibarengkan dengan bahan bumbu dapur, seperti cabe rawit, cabe keriting, bawang merah, bawang putih dan lainnya, kecuali serbuk seperti garam dan gula tidak perlu ikut direndam. Tujuannya sama agar bahan pangan yang diolah aman dan sehat buat penanganan anak autis.
  5. Raciklah menu masakan ikan gabus sesuai dengan resep menu makanan sehat untuk anak autis maupun keluarga Anda.

Di daerah tertentu seperti di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, ikan gabus atau ikan haruan mudah didapatkan, baik secara langsung (ikan gabus liar/dari alam) atau hasil budidaya yang didapatkan dengan membelinya di beberapa penjual ikan. Ikan gabus bisa saja langsung diolah , baik digoreng atau dimasak dengan cara lain. Tetapi jika anak tidak terlalu suka,ikan gabus juga bisa dijadikan makanan tambahan atau makanan ringan misalnya diubah menjadi kerupuk atau biskuit. Kita bisa juga mendapatkan ekstrak ikan gabus yang telah diolah menjadi produk kapsul obat yang banyak beredar dipasaran baik yang berbentuk kapsul, bubuk dalam bentuk kemasan/bungkus.

Demikian Khasiat ikan gabus dan cara memasak ikan gabus untuk terapi penanganan anak Autis, semoga artikel sederhana ini bermanfaat untuk bunda-ayah yang memiliki anak-anak dengan gejala dan kecedrungan autis ini, terimakasih, Wassalam....
Selengkapnya →

CARA MEWASPADAI SUMBER AIR MINUM KELUARGA UNTUK KESEHATAN ANAK

By sulthan on Rabu, 09 Maret 2016

PAUD-Anakbermainbelajar---Sebuah ungkapan yang mengatakan Air adalah sumber kehidupan, memang sangat betul dan tidak terbantahkan sedikitpun. Bahkan air minum itu adalah sumber kehidupan bagi keluarga dan anak-anak tercinta. Kehidupan anak-anak sangat tergantung dengan kualitas air minum yang kita miliki. Apa lagi bagi bunda yang memiliki anak balita di rumah, tentu sangat rentan sekali dengan masalah air minum ini. Kita tentunya tidak menginginkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak kita terganggu hanya karena air minum yang tidak sesuai dengan standar kesehatan yang sudah ditentukan.

Dalam postingan kali ini kita akan coba mengulas tentang bagaimana cara mewaspadai dan mengantisipasi sumber air minum kita, agar aman dikonsumsi keluarga dan anak-anak kita yang masih balita.

Kebanyakan keluarga di Indonesia telah menggantungkan dirinya dengan pemenuhan air minum dari sumber air pada PDAM, PDAM sudah menjamin sesuai dengan standar kualitas mereka bahwa air yang diproduksi telah layak untuk dikonsumsi keluarga. Tetapi memang untuk meningkatkan kualitas ini agar semakin layak dan aman dikonsumsi keluarga ada beberapa cara dan tips yang dapat kita lakukan untuk lebih membersihkan air PDAM yang memang masih mengandung zat dan obat campuran dari PDAM seperti Kaporit dan Tawas (alumunium sulfat).  Seperti misalnya untuk air minum lakukan pengendapan air selama satu malam sebelum dikonsumsi, penyaringan dengan filter khusus, atau menggunakan alat menyaring dan mengolah air yang banyak beredar dipasaran. Tujuannya agar semua obat dan zat-zat yang masih terkandung bisa hilang dan tidak ikut terminum oleh keluarga kita.

Di Indonesia yang memang masih kaya dengan sumber mata air alami ini, masih banyak keluarga yang menggunakan sumber air dari sumur sendiri. Karena itu kesehatan dan keamanan sumur air minum tergantung pada kita untuk mengatasinya. Seperti dilansir nationalgeographic, sebagian besar orang di dunia termasuk Amerika mendapatkan sumber air dari sumur sendiri, karena itu tergantung pada kita apakah perlu melakukan pengujian. American Academy of Pediatrics memiliki rekomendasi baru untuk membantu keluarga memperhatikan sumurnya agar benar-benar aman dan layak dikonsumsi.
seperti berikut ini;

1. Lakukan Pengujian Sumber Air Minum
Ujilah ari sumur kita untuk mengetahui zat-dan kandungannaya, seperti konsentrasi nitrat dan kontaminasinya di setiap tahun. mencaari kerusakan atau bahaya tercemar beberapa kali dalam setahun, dengan mengirimkan contoh air ke laboratorium yang sudah teruji ditempat anda.

2. Minta Pendapat Pakar dan Ahli
Tanyakanlah pada pakar dan ahli yang menguasai bidang ini, tentang komposisi air sumur kita tergantung pada berbagai faktor, seperti kedalaman sumur, dimana posisi daerah kita tinggal, dan kedekatan dengan tangki septik, yang mempengaruhi pengujian apa yang harus kita lakukan. Departemen kesehatan setempat dapat membantu kita untuk menemui ahli dan pakar air yang tepat.

3. Tingkatkan Pengawasan dan pengujian Air
Lakukan pengujian lebih sering lagi jika bunda sedang hamil atau memiliki anak berusia di bawah 1 tahun. Alasan lain untuk pengujian terdeteksi tambahan adalah: penyakit yang tidak tedeteksi penyebabnya, kontaminasi sumur tetangga, perubahan rasa atau bau air dari sumur kita, atau akibat dari adanya pembangunan dan perbaikan yang dilakukan berdekatan dengan sumur kita.

4. Antisipasi jika  sumber air Dari Sumur Bermasalah
Untuk Anak dan Bayi segera gantilah dengan air kemasan atau air mineral lain jika hasil uji anda menunjukan tingkat nitrat tidak aman di dalam sumur. Karena jika terbukti nitrat tinggi akan sangat berbahaya sekali, bayi sangat rentan akan keracunan nitrat, yang dapat menyebabkan mereka kekurangan akan oksigen. yang bisa berakibat fatal bagi bayi kita.

Demikian Cara mengatasi dan mewaspadai sumber air minum keluarga untuk keamanan sikecil, semoga artikel ini bermanfaat bagi bunda sekeluarga. terimakasih. 

Sumber : http://anakkusehatceria.blogspot.co.id/
Selengkapnya →

Resiko Pneumonia Dapat Terjadi Pada Bayi Tak Dapat Asi

By sulthan on Rabu, 19 November 2014


Pneumonia dapat dialami bayi yang tidak mendapat asupan ASI sebagaimana harusnya. Pneumonia merupakan penyakit radang paru-paru pada bayi. Penyebab utama penyakit ini adalah bakteri. Bagi Bunda yang masih memiliki anak bayi menyusui hal ini penting untuk diperhatikan. Pastikan bayi Anda mendapatkan ASI yang baik. Pneumonia  merupakan penyakit yang mematikan, bahkan jika dibanding dengan malaria,
Selengkapnya →

Penyakit Pada Anak Balita Yang Harus Diwaspadai

By sulthan on Minggu, 12 Oktober 2014


Penyakit pada Anak Balita yang harus diwaspadai oleh Ayah dan Bunda. Orang tua, terutama Ayah dan Bunda sudah seharusnya memperhatikan dan mengetahui ci-ciri penyakit apa saja yang memerlukan perhatian secara khusus. Hal ini dilakukan agar kita dapat memberikan penanganan yang tepat, apabila anak menderita sakit. Pengetahuan terhadap ciri dan cara penanggulangan untuk sakit yang diderita oleh
Selengkapnya →

Ciri Ciri Anak Cacingan dan Gejalanya

By sulthan on Senin, 06 Oktober 2014


Ciri-ciri anak cacingan dan gejalanya pada balita Anda. Cacingan pada anak lebih dominan disebabkan oleh faktor pola hidup yang tidak sehat. Misalnya anak seringkali dibiarkan bermain di luar rumah tanpa menggunakan alas kaki, karena cacing bisa masuk melalui pori-pori kulit kaki anak. Cacing biasanya menginfeksi dan hidup di usus besar maupun usus halus. Cacing hidup di dalam tubuh anak dengan
Selengkapnya →

Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak

By sulthan on Kamis, 02 Oktober 2014


Cara mengatasi obesitas pada anak balita. Terjadinya kelebihan berat badan (obesitas pada anak) bisa ditimbulkan faktor keturunan (genetik), bisa juga disebabkan oleh pola makan anak yang tidak teratur. Karena kesibukan seringkali orang tua tidak dapat menyiapkan sarapan untuk putera puteri tercinta, sehingga disekolah anak lebih banyak mengkonsumsi makanan siap saji dan camilan yang mengandung
Selengkapnya →

5 Makanan Terburuk Untuk Bayi dan Balita

By sulthan on Rabu, 24 September 2014


5 Makanan terburuk untuk Bayi dan Balita perlu diperhatikan oleh Bunda. Setelah bayi melewati usia enam bulan, orang tua bisa mulai memperkenalkan berbagai jenis makanan padat. Selain untuk melatih bayi menggigit dan mengunyah, makanan sehat dan diet yang seimbang memastikan bayi mendapatkan asupan vitamin dan gizi yang mereka perlukan. Jika bayi sudah mulai bisa mengontrol gerakan tangannya,
Selengkapnya →

Cara Mengatasi Bayi Demam Setelah Imunisasi

By sulthan on Rabu, 13 Agustus 2014


Apa yang harus dilakukan jika bayi demam setelah imunisasi. Sudah menjadi hal wajib bagi anak balita untuk mendapatkan imunisasi, agar tubuh bayi semakin sehat dan terjaga dari berbagai penyakit. Namun ada saat dimana anak balita Anda menjadi demam setelah di beri imunisasi.



Akan tetapi sebagai ibu Anda tidak perlu terlalu merasa khawatir jika si kecil mengalami sakit demam setelah imunisasi.
Selengkapnya →

Makanan Bayi Untuk Membantu Otak Anak Menjadi Lebih Cerdas

By sulthan on Selasa, 05 Agustus 2014


Makanan bayi bernutrisi untuk membantu otak Anak menjadi lebih cerdas. Perkembangan kecerdasan otak pada anak sangat dipengaruhi oleh makanan bernutrisi yang dikonsumsi anak bayi tersebut. Pada saat anak mulai menginjak bangku pendidikan maka ia akan semakin membutuhkan konsentrasi serta fokus dalam hal memahami apa yang di ajarkan dan diterangkan oleh gurunya di sekolah. Salah satu faktor yang
Selengkapnya →

Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

By sulthan on Minggu, 20 Juli 2014


Cara dalam menjaga kesehatan mata anak penting diperhatikan. Tahukan anda ahir-akhir ini banyak sekali anak yang menderita penyakit mata seperti (katarak, rabun jauh, rabun dekat). Kesehatan mata pada anak dapat terganggu karena banyak faktor, diantaranya adalah kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin dan gizi yang dapat membantu untuk menunjang kesehatan mata anak. Hal ini mungkin
Selengkapnya →

Cara Mengatasi Anak Yang Sakit Demam

By sulthan on Minggu, 13 Juli 2014


Cara mengatasi anak yang sakit demam. Jika anak anda sedang demam usahakan selalu kompres menggunakan air hangat. Sebab selain anak harus istirahat, kompres merupakan cara yang dapat membantu meringankan rasa panas yang diderita oleh anak yang sedang demam tinggi. Untuk melakukan kompres pada anak demam ada tiga cara yaitu kompres menggunakan air hangat, air dingin, dan juga kompres dengan
Selengkapnya →

Agar Anak Terhindar Dari Obesitas Kurangi Minum Jus Buah

By sulthan on Kamis, 10 Juli 2014


Agar anak terhindar dari Obesitas kurangi minum Jus Buah. Bagi ibu yang memiliki anak remaja, sebaiknya kurangi minum Jus Buah. Sebaiknya didik anak pada usia mereka menginjak remaja hanya diberikan minum air mineral atau susu untuk minuman pada saat makan malam. Karena menurut beberapa hasil riset para ahli nutrisi dan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan kesehatan, dikatakan bahwa
Selengkapnya →

Menu Buka Puasa Bagi Penderita Diabetes

By sulthan on Rabu, 02 Juli 2014


Menu buka puasa bagi penderita diabetes. Dengan berpuasa di bulan suci Ramadhan ini jelas akan berdampak fositif dan sangat berguna sekali bagi kesehatan. Tetapi khusus untuk penderita diabetes baik untuk anak ataupun orangtua, tentu tetap ada aturan yang harus ditaati supaya dalam menjalankan ibadah puasa bisa berjalan dengan baik dan tetap sehat. Bagi anda yang memang menderita penyakit
Selengkapnya →

Cara Memperkenalkan Makanan Untuk Bayi

By sulthan on Selasa, 24 Desember 2013


Cara memperkenalkan makanan untuk bayi berusia 6 bulan. Pada saat bayi tercinta anda memasuki fase baru dalam pertumbuhannya memasuki usia enam bulan bayi sudah mulai dapat menerima makanan pendamping ASI. Karena pada usia tersebut sistem pencernaan anak balita anda sudah cukup sempurna dan dapat menerima asupan nutrisi selain ASI.




Tanda pada fisik bayi yang sudah dapat menerima makanan
Selengkapnya →

Manfaat Air Kelapa Bagi Kesehatan

By sulthan on Jumat, 06 Desember 2013


Manfaat air kelapa bagi kesehatan sangat penting. Air kelapa seperti kelapa muda sering dikonsumsi sebagai pelepas dahaga juga dapat membuat tubuh menjadi segar. Selain itu air kelapa juga dipercaya memiliki banyak kandungan mineral yang bermanfaat serta berkhasiat bagi kesehatan serta merawat kecantikan tubuh. Hal ini telah dibuktikan pada beberapa penelitian yang dilakukan, dimana hasil
Selengkapnya →

Cara Menjaga Kesehatan Balita

By sulthan on Kamis, 28 November 2013


Cara menjaga kesehatan balita adalah hal penting. Apabila kondisi tubuh balita dalam keadaan baik serta daya tahan tubuhnya berfungsi secara maksimal tentu kondisi tersebut dapat membuat kuman atau penyakit terhindar dari balita anda. Untuk itu tips supaya supaya anak balita tidak mudah sakit sebaiknya anda perhatikan beberapa kiat sehat anak berikut ini, untuk menjaga kesehatan balita tercinta.
Selengkapnya →

Berhenti Merokok Agar Bayi Cerdas

By sulthan on Rabu, 27 November 2013


Berhenti Merokok Agar Bayi Cerdas. Orang tua yang suka merokok dapat menyebabkan perkembangan jaringan saraf dan pendewasaan intelektual anak terganggu. Seperti pada hasil penelitian yang digelar oleh Brazelton Neonatal Behavioral Asssessment Scal, AS membuktikan bahwa pada setiap ibu yang menghisap rokok pada saat ia mengandung, bias berdampak jangka menengah atau jangka panjang bagi anak
Selengkapnya →