Tampilkan postingan dengan label Menu Makan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menu Makan Anak. Tampilkan semua postingan

INILAH KHASIAT DAN CARA MEMASAK IKAN GABUS UNTUK TERAPI ANAK AUTIS

By sulthan on Jumat, 17 Februari 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Sejak dahulu ikan gabus dipercaya memamiliki khasiat sebagai obat penyembuh. Karena itu selain sebagai penyembuh berbagai penyakit, ikan gabus juga dipercaya sangat bagus bagi ibu hamil dan menyusui juga untuk membantu terapi penanganan anak autis. Kandungan ikan gabus yang terdiri dari zat-zat dan gizi yang baik menyebabkan khasiat ikan gabus begitu bermanfaat bagi penanganan anak autis atau autism. Protein albumin yang terkandung dalam ikan Gabus juga meningkatkan nilai kecukupan gizi yang dibutuhkan guna pertumbuhan dan perkembangan anak autis, itulah yang diharapkan dari sebuah proses terapi penanganan anak autis. (Baca juga khasiat dan kandungan Ikan Gabus di sini).

Terapi penanganan anak autis menurut teori umum memang harus dilakukan secara berhati-hati, salah satu yang terpenting adalah menyangkut pemeriksaan dan perbaikan sistem pencernaan anak autis sejak dini. Dalam penanganan anak autis ada makanan-makan tertentu yang harus kita kurangi dan hindarkan dari anak, jika tidak ditangani sejak dini maka akan berdampak pada kesehatan anak autis secara keseluruhan. Dari penelitian yang dilakukan terhadap para penyandang autis, diketahui bahwa makanan yang mengandung gluten dan kasein berpengaruh terhadap perilaku autistik anak, seperti flapping dan hiperaktivitas. Gluten adalah protein yang berasal dari gandum-ganduman, misalnya dari terigu. Sedangkan kasein berasal dari susu sapi. Berdasarkan hal tersebut maka para ahli sepakat bahwa seorang penyandang autism sebaiknya mengurangi bahkan menghindari gluten dan kasein ini. Karena diyakini dengan diet gluten dan kasein ini dapat memperbaiki ganguan pencernaan anak penyandang autis dan juga bisa dilakukan untuk mengurangi gejala atau tingkah laku autistik yang ditujukan anak.

Karena itu pemberian masakan ikan gabus sangat baik untuk anak terutama yang sedang melakukan diet gluten dan kasein ini. Dengan cara memasak ikan gabus tepat, maka dagingnya akan sangat baik untuk terapi penanganan anak autis terutama anak dengan tipe Autis Bahavior Defensiveness yaitu tipe autis pada anak dengan perilaku menghindar, susah makan dan malas mengunyah. Biar tak rentan kurang gizi, maka manfaatkanlah khasiat ikan gabus yang tekstur dagingnya lembut sehingga mampu terserap tubuhnya. Seiring dengan perkembangannya nanti barulah diberikan asupan nutrisi dengan daging yang bertekstur kasar.

Cara Memasak Ikan Gabus yang Aman untuk Anak Autis

Cara memasak ikan gabus yang aman ini dimaksudkan adalah memastikan bahwa bahan pangan yang diolah dan disajikan pada saat terapi penanganan anak autis adalah aman dan sehat alami sehingga tidak menimbulkan efek samping seperti makin menumpuknya residu pestisida, logam berat dan sejenis dalam saluran pencernaan. Karena hal ini akan mengganggu proses detoksifikasi normal pada anak autis.

Penanganan anak autis sangat memperhatikan cara memasak ikan gabus maupun bahan pangan lain sebab mereka sangat rentan alergi maupun gangguan proses detoksifikasi serta sistem imun tubuh yang rendah (defisiensi imun).

Cara memasak ikan gabus yang aman untuk terapi penanganan anak autis adalah memastikan bahwa ikan gabus yang akan dimasak adalah bebas dari potensi racun pestisida, logam berat dan sejenis. Racun – racun tersebut bisa terbawa dalam tubuh ikan gabus yang dipengaruhi oleh cara budidaya ikan gabus, ternak ikan gabus, pakan ikan yang digunakan menggunakan zat – zat kimia atau tidak dan lain sebagainya. Terlihat penyediaan menu ini agak rumit, tapi memang kenyataan bahwa anak autis sangat rentan terhadap zat-zat yang merugikan ini. 

Berikut adalah cara memasak ikan gabus yang baik dan aman untuk anak autis:
  1. Potong – potong ikan gabus sesuai ukuran yang dikehendaki.
  2. Cuci potongan ikan gabus tersebut sampai bersih.
  3. Rendam beberapa saat potongan daging ikan gabus yang akan dimasak (kurang lebih 10 – 15 menit) lalu tiriskan. 
  4. Proses perendaman ikan gabus bisa dibarengkan dengan bahan bumbu dapur, seperti cabe rawit, cabe keriting, bawang merah, bawang putih dan lainnya, kecuali serbuk seperti garam dan gula tidak perlu ikut direndam. Tujuannya sama agar bahan pangan yang diolah aman dan sehat buat penanganan anak autis.
  5. Raciklah menu masakan ikan gabus sesuai dengan resep menu makanan sehat untuk anak autis maupun keluarga Anda.

Di daerah tertentu seperti di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, ikan gabus atau ikan haruan mudah didapatkan, baik secara langsung (ikan gabus liar/dari alam) atau hasil budidaya yang didapatkan dengan membelinya di beberapa penjual ikan. Ikan gabus bisa saja langsung diolah , baik digoreng atau dimasak dengan cara lain. Tetapi jika anak tidak terlalu suka,ikan gabus juga bisa dijadikan makanan tambahan atau makanan ringan misalnya diubah menjadi kerupuk atau biskuit. Kita bisa juga mendapatkan ekstrak ikan gabus yang telah diolah menjadi produk kapsul obat yang banyak beredar dipasaran baik yang berbentuk kapsul, bubuk dalam bentuk kemasan/bungkus.

Demikian Khasiat ikan gabus dan cara memasak ikan gabus untuk terapi penanganan anak Autis, semoga artikel sederhana ini bermanfaat untuk bunda-ayah yang memiliki anak-anak dengan gejala dan kecedrungan autis ini, terimakasih, Wassalam....
Selengkapnya →

DEFINISI SEHAT DAN CIRI ANAK USIA DINI YANG SEHAT

By sulthan on Senin, 29 April 2013

Anak PAUD Sehat, Gizi Anak, Makan Sehat Bersama, Gizi Anak PAUD, PHBS di PAUD

PAUD-Anakbermainbelajar---Dalam Pendidikan anak usia dini, salah faktor yang juga menentukan terhadap keberhasilan dan kemajuan tumbuh kembang anak adalah masalah kesehatan. Faktor kesehatan menjadi sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap proses petumbuhan anak secara keseluruhan. Anak yang tentu saja berbeda pertumbuhan dan perkembangannya dibandingkan anak yang tidak sehat, karena segala aktivitas anak baik bermain maupun belajar akan dapat mereka lakukan dengan baik jika kondisi kesehatannya juga baik.

Apa itu sehat dan Bagaimana anak yang sehat ?

WHO menyatakan definis kesehatan ini adalah keadaan sempurna secara fisik, mental dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan. Kesehatan secara sosial diartikan kemampuan seseorang dalam hidup bersama di dalam suatu kelompok masyarakat (American Heritage College Dictionary, 1997 dalam Nies & McEwen, 2001). 

Dengan demikian kesehatan dapat disimpulkan keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental, sosial dan spritual, tidak hanya bebas dari penyakit, kelemahan dan kecacatan yang memungkinkan seseorang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi (UU Nomor 23 Tahun 1992 ; American Heritage College Dictionary, 1997 dalam Nies & McEwen, 2001 ; Seevani 2004)

Kesehatan anak berdasarkan indikator dari Depkes 2009, anak sehat memiliki kriteria yaitu:
  1. Berat badan naik sesuai garis pertumbuhan mengikuti pita hijau pada Kartu Menuju ke atas
  2. Sehat (KMS), atau naik ke pita warna di atasnya
  3. Anak bertambah tinggi
  4. Kemampuan bertambah sesuai usia
  5. Jarang sakit
  6. Ceria, aktif, lincah.


Soegeng Santoso dan Ranti (2004) juga mengungkapkan ciri-ciri anak sehat menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2003, yaitu:
  1. Tumbuh dengan baik, dapat dilihat dari naiknya berat badan dan tinggi badan secara teratur dan proporsional.
  2. Tingkat perkembangan sesuai dengan tingkat umurnya.
  3. Tampak aktif/ gesit dan gembira
  4. Mata bersih dan bersinar
  5. Nafsu makan baik.
  6. Bibir dan lidah tampak segar
  7. Pernapasan tidak berbau tak sedap
  8. Kulit dan rambut tampak bersih dan tidak kering
  9. Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan.


Ciri-ciri anak sehat dapat lihat dari berbagai segi, antara lain segi fisik, segi psikis, dan segi sosialisasi (Santoso dan Rianti. 2004);
  1. Dilihat dari segi fisik ditandai dengan sehatnya badan dan pertumbuhan jasmani yang normal.
  2. Segi psikis, anak yang sehat jiwanya berkembang secara wajar, pikiran bertambah cerdas, dan perasaan bertambah peka.
  3. Dari segi sosialisasi, anak tampak aktif, gesit, dan gembira serta mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan.


Dari berbagai defini tersebut di atas, maka ciri-ciri anak sehat dapat dikelompokan menjadi 4 (empat) kelompok, yaitu:

1. Sehat secara fisik:
Berat badan dan tinggi badan sesuai standar pertumbuhan
kemampuan bertambah sesuai usia
Jarang sakit
aktif/ gesit dan gembira
Mata bersih dan bersinar
Nafsu makan baik
Bibir dan lidah tampak segar
Pernapasan tidak berbau
KUlit dan rambut tampak bersih dan tidak kering

2. Sehat secara Mental dan psikis
Perkembangan sesuai dengan tahap perkembangannya
Jiwa berkembang secara wajar
Pikiran bertambah cerdas,
Perasaan betambah peka

3. Sehat secara sosial
Ceria
Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya
Mudah bergaul dengan teman sebayanya.


Layanan Dasar Kesehatan untuk Anak Usia Dini di Lembaga PAUD

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu mewujudkan anak sehat maka layanan dasar kesehatan bagi anak usia dini meliputi semua kegiatan perioritas yang dapat mewujudkan anak usia dini yang memiliki ciri anak sehat tersebut diatas. Beberapa layanan dasar kesehatan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Menimbang anak minimal sekali sebulan (Baca juga penjelasan Cara penilaian Status Gizi Anak disini!!)
  2. Mengukur tinggi badan anak minimal sebulan sekali (Baca juga penjelasan Cara penilaian Status Gizi Anak disini!!)
  3. Memeriksa secara sederhana keadaan kuku, kulit, rambut, mata, mulut dan gigi
  4. Mengupayakan anak usia dini mendapatkan imunisasi dasar
  5. Memberikan layanan dasar kebersihan 
  6. Pemberian dan tau pendidikan gizi bagi anak usia dini
  7. Pencegahan terhadap makanan yang tidak aman bagi kesehatan anak usia dini
  8. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS).


Demikian tentang pengertian atau definisi sehat dan ciri anak usia dini yang sehat, semoga tulisan ini bermanfaat untuk ayah-bunda dan pendidik PAUD sekalian, terimakasih. Wassalam.


Sumber: Dirangkum dengan penambahan dan perubahan seperlunya dari Buku 3 Seri Bahan Ajar Diklat Berjenjang Tingkat Dasar " Perawatan Gizi dan Kesehatan Anak Usia Dini" Depdikbud Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Tahun 2013.
Selengkapnya →