Tampilkan postingan dengan label KARAKTERISTIK ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KARAKTERISTIK ANAK. Tampilkan semua postingan

10 TANDA ANAK ANDA PUNYA OTAK CERDAS

By sulthan on Jumat, 31 Juli 2015

Perilaku Nakal di Masa Kecil Tanda Sukses di Masa Depan?

Memiliki buah hati yang kerap berperilaku nakal sering kali membuat orangtua resah dan lelah. Namun, ternyata sikap nakal tersebut bisa berbalik positif kelak anak beranjak dewasa. Apa pasal?
 
Berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Developmental Psychology, anak-anak yang susah diatur saat kecil nantinya memiliki penghasilan lebih tinggi saat dewasa ketimbang anak-anak yang penurut.
Penelitian dilakukan oleh para ahli dari University of Luxembourg, University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dan Free University of Berlin di Jerman.

Pada tahap pertama, para peneliti melakukan pengamatan dan pengujian terhadap sekelompok anak berusia 12 tahun pada tahun 1968. Pengamatan dan pengujian tersebut dilakukan terhadap 745 orang anak-anak.
Adapun beberapa aspek yang diteliti antara lain kecerdasan, perilaku, dan status sosio-ekonomi. Lalu, 40 tahun kemudian, yakni pada tahun 2008, para peneliti kembali mengevaluasi individu-individu tersebut guna mengetahui apakah perilaku mereka saat kanak-kanak bisa menjadi pantulan mengenai seperti apa masa depan mereka?
Secara mengejutkan, para peneliti menemukan bahwa para individu yang menunjukkan perilaku nakal saat kanak-kanak cenderung lebih sukses dalam karier. Mereka yang acap kali melanggar peraturan dan melawan otoritas, seperti orangtua dan guru, tumbuh dewasa dengan jenjang karier yang cemerlang dan berpenghasilan tinggi.


Lalu, apa sebenarnya penjelasan yang mampu menyimpulkan hasil penelitian yang menarik ini? Menurut para peneliti dalam laporan mereka, penjelasan yang paling sederhana untuk hasil penelitian tersebut adalah bahwa sifat menantang dapat membuat individu lebih gesit dalam mencari peluang dan kerja yang memberikan penghasilan besar. Selain itu, anak-anak yang semasa kecilnya sering memberontak dan nakal, ternyata memiliki luapan semangat untuk membuktikan bahwa mereka bisa memiliki kehidupan yang sukses.

Nah, mulai kini Anda harus memperhatikan perilaku buah hati Anda secara cermat. Jadi, apabila si kecil memperlihatkan perilaku galak dan nakal, jangan langsung panik dan mendisiplinkan dengan gaya otoriter. Sebaiknya, pertebal kesabaran Anda untuk memberikan penjelasan yang dapat diterima anak terkait perilakunya tersebut.


Secara bijak, komunikasikan pada anak perilaku yang sesuai dan layak di lingkungan sosial. Lebih dari itu, orangtua jangan sekadar mengajarkan saja, tetapi juga harus berani memberikan contoh nyata kepada anak-anak mereka. (kompas-com) 
Hampir semua orang tua mengidamkan punya anak yang pintar dan cerdas. Tips untuk mengenali Ciri Ciri Anak yang Pintar dan Cerdas. 10 TANDA ANAK ANDA PUNYA OTAK CERDAS :

1. Mempertahankan Informasi: Istilah "masuk telinga kiri keluar telinga kanan" nampaknya berlaku bagi kebanyakan anak. Akan tetapi anak yang pintar benar-benar mempertahankan berbagai informasi dan mampu mengingatnya di lain waktu. Sebuah contoh dari National Association of Gifted Children (NAGC) ialah: "Seorang anak berusia enam tahun kembali dari perjalanan museum ruang angkasa dan mereproduksi kembali secara akurat gambar roket ruang angkasa yang telah dilihatnya.
2. Memiliki Ketertarikan Luas: Anak pintar menampilkan minat dalam berbagai topik. Mereka mungkin suka dengan dinosaurus dalam satu bulan, ruang angkasa bulan berikutnya, dan seterusnya.

3. Menulis dan Membaca Lebih Awal: Jika anak anda adalah seseorang yang pintar, dia mungkin dapat membaca dan menulis sangat dini dan tanpa pengajaran formal.

4. Berbakat di Bidang Musik atau Seni: Anak yang menampilkan bakat luar biasa untuk musik dan seni sering dianggap pintar. Anak yang dapat menggambar, bernyanyi dengan sempurna, atau menampilkan bentuk persepsi seni yang tinggi lainnya biasanya masuk dalam kategori anak pintar.

5. Menunjukkan Waktu Konsentrasi Intens: Anak tidak begitu identik dengan rentang perhatian yang panjang, tapi anak pintar mampu memiliki waktu lebih konsentrasi intens.

6. Memiliki Ingatan Baik: Beberapa anak pintar mampu mengingat hal-hal sewaktu mereka lebih kecil. Misalnya, anak berumur dua tahun mungkin ingat dan membawa kembali kejadian ketika dia berusia 18 bulan.


7. Memiliki Kosakata Tinggi: Seorang anak yang terlalu dini untuk berbicara bukan saja merupakan tanda kepintaran, tapi jika anak anda berbicara menggunakan kosakata yang lebih maju dan kalimat-kalimat, maka dia mungkin memang sepintar yang anda bayangkan. Menurut NAGC, "Anak pada usia dua tahun membuat kalimat seperti: 'Ada anjing.' Anak dua tahun yang pintar mungkin akan berkata, 'Ada seekor anjing di belakang rumah dan ia mengendus bunga.'"

8. Memperhatikan Detil: Anak pintar memiliki mata tajam untuk detil. Anak yang lebih tua mungkin ingin tahu rincian spesifik tentang bagaimana segala sesuatu bekerja, sedangkan anak yang lebih muda akan dapat menaruh kembali mainan persis di mana ia mendapatkannya atau memperhatikan jika sesuatu telah dipindahkan dari tempat biasa.
9. Bertindak sebagai Kritikus Sendiri: Pada umumnya anak tidak terlalu khawatir tentang diri mereka sendiri atau orang lain, kecuali teman mereka memiliki sesuatu yang mereka inginkan. Sebaliknya, anak pintar prihatin dengan orang lain, tapi yang paling penting diri mereka sendiri.
10. Memahami Konsep Kompleks: Anak yang sangat pintar memiliki kemampuan untuk memahami konsep yang kompleks, memahami hubungan, dan berpikir abstrak. Mereka mampu memahami masalah secara mendalam dan berpikir tentang solusi.

(wahw33d-blogspot-com)
Selengkapnya →

3 Cara Menghadapi Anak Pendiam dan Pemalu

By sulthan on Kamis, 23 Juli 2015

3 Cara Menghadapi Anak Pendiam dan Pemalu

Mendidik anak itu gampang-gampang susah, bahkan tidak lebih mudah dibandingkan membesarkannya. Bila Anda terlalu menggampangkan dalam mendidik anak dapat membuat anak terlalu bebas atau merasa tidak diperhatikan. Namun bila Anda mendidik terlalu keras, bisa membuat anak merasa tertekan dan memberontak. Tak sedikit yang menyorot soal mendidik anak ini.

Emosional Anak

Perkembangan emosional anak seringkali membuat para orang tua bingung. Tak jarang yang menyikapinya secara ekspresif dan keras. Bahkan orang tua sering merasa was-was atau khawatir terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada anak. Termasuk ketika anak berubah menjadi pemalu, pendiam, dan senang menyendiri.
Perasaan malu pada anak mulai muncul saat usia satu tahun. Pada saat itu rasa malu timbul karena anak sudah mulai bisa membedakan antara orang-orang yang sudah dikenal dengan orang-orang yang dianggapnya asing. Perasaan malu ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan bisa karena temperamen anak sejak lahir maupun karena pengaruh perlakuan orang tua terhadap anak.

Harapan Tinggi

Ada beberapa jenis perlakuan orang tua yang membuat anak menjadi pemalu. Diantaranya, harapan yang terlalu tinggi dari orang tua terhadap anak. Para orang tua mengharapkan anak menjadi seseorang yang ‘lebih unggul’. Baik menyangkut kepintaran, kecerdasan, ekspresi, kelucuan, maupun perkembangan fisik. Namun harapan orang tua ini justru bisa berbalik menjadi tekanan bagi anak ketika berlebihan.

Artikel psikologi anak banyak yang menyorot sikap berlebihan orang tua dalam melindungi anak, justru akan memberikan efek kurang baik pada anak. Orang tua yang terlalu protektif, banyak memberikan larangan, maupun berbagai pembatasan justru akan membuat anak menjadi takut untuk berbuat dan malu terhadap orang-orang di sekitarnya.

Dalam mendidik anak, orang tua biasanya terjebak pada berbagai ketakutan maupun kejengkelan menghadapi perkembangan kejiwaan anak. Larangan maupun pembatasan orang tua merupakan cermin ketakutan apabila anak-anak ingin bermain akan menjadi kotor, terkena penyakit, jatuh, atau ketakutan lainnya. Sementara pada sisi lain, ketika anak menunjukkan kebandelan dan kebebasan dalam berekspresi seringkali ditangkap sebagai beban yang menjengkelkan orang tua sehingga perlu dibatasi.

Persaingan

Sedangkan faktor lainnya yang mempengaruhi anak menjadi pemalu adalah persaingan antar saudara atau teman sebaya. Seorang anak yang aktif akan mudah bergaul, periang, dan gampang menarik perhatian. Sedangkan anak yang pasif cenderung menarik diri karena kurang mendapat tanggapan dari anak-anak yang lain. Kondisi ini akan semakin membuat anak menjadi pemalu dan tertekan.

Menghadapi anak-anak seperti ini, orang tua perlu melepaskan ambisi dalam mendidik anak. Artikel psikologi anak banyak yang menekankan agar orang tua memberikan kebebasan kepada anak, untuk merasakan apa yang diinginkannya. Terutama saat anak berusia 1 - 5 tahun, keleluasaan dalam berekspresi ini justru akan mengembangkan kejiwaan anak menjadi seseorang yang aktif. Sehingga anak tidak akan menjadi malu atau takut terhadap lingkungannya.
Selengkapnya →

ANAK BAGAIKAN MUTIARA, SETIAP ANAK UNIK

By sulthan on Selasa, 07 Juli 2015

ANAK BAGAIKAN MUTIARA, SETIAP ANAK UNIK



Setiap anak adalah unik. Apa maksud dari pernyataan tersebut? Setiap  manusia, setiap anak itu unik. Unik itu artinya tiap manusia itu BERBEDA satu sama lainnya dan punya KEKHASAN masing masing. Perbedaan itu sudah ada bahkan sejak dalam kandungan. Lalu sepanjang perkembangan anak, perbedaan satu anak dengan anak yang lainnya makin lama makin besar.

Pandanglah anak Anda, pandang mereka satu satu, bukankah mereka sangat berbeda? Contohnya, nama mereka berbeda, Ani bukanlah Ina. Tanggal lahir mereka berbeda. Jenis kelamin berbeda, bahkan sikap dan perilakunya berbeda. Allah SWT, Sang Maha Pencipta menjadikan kita dengan  keunikan kita masing masing.

Orang tua, perlu  menghargai keunikan anak. Mulailah dengan menyediakan waktu untuk masing masing anak. Amati setiap anak untuk MENGENALI sedikitnya 3 K ini :
KEMAMPUAN,
KEBUTUHAN,
KESENANGAN

Dari aspek Kemampuan, kenalilah kemampuan setiap anak misalnya mulai dari kemampuan untuk belajar berjalan, berbicara, berkonsentrasi, sampai pada kemampuan memecahkan soal-soal matematika.
Dari aspek Kebutuhan, kenalilah kebutuhan anak, misalnya beberapa anak terlalu aktif dan tidak bisa diam, sementara anak lainnya hampir tidak bergerak sama sekali. Mereka berbeda dalam hal kebutuhan untuk bergerak. Ada juga anak yang tidak suka makan dan anak yang kelihatannya suka makan terus. Mereka berbeda dalam hal kebutuhan mendapatkan makanan.

Perbedaan pada aspek Kesenangan. Perbedaan kesenangan ini memang banyak dipengaruhi oleh lingkungan, namun sekali kesenangan tertentu terbentuk maka kesenangan ini akan menambah keunikan seorang anak, misalnya anak yang satu senang olahraga, sedangkan anak yang lain senang menari, atau anak lainnya senang melukis.

Hal yang penting lainnya untuk mengenali keunikan anak adalah dengan membiasakan anak untuk menyatakan pendapatnya. Apabila anak berani mengemukakan pendapatnya, ia akan dapat mengatakan apa yang ia butuhkan dan apa yang ia senangi. Dan penting sekali setelah mengenali mereka, orang tua MENGHARGAINYA dan MENERIMANYA. Sapalah dia dengan keunikannya
Menerima kenyataan adalah hal yang paling penting bagi orang tua untuk dapat mengenali dan kemudian menghargai keunikan anak. Dengan menerima kenyataan maka kita akan lebih terbuka untuk menemukan berbagai keunikan lain dari anak tersebut. Apa saja hal yang sebaiknya tidak dilakukan orang tua, dalam kaitannya dengan "menghargai keunikan anak"? Orang tua tidak meperlakukan mereka dengan cara yang seragam. Orang tua tidak memaksakan keinginannya pada anak
Karena dengan memaksa anak untuk mengerjakan hal-hal yang sesuai dengan keinginan kita, kita akan melupakan perkembangan hal-hal lain yang mungkin merupakan bakat anak. Misalnya, karena kita memaksa anak belajar matematika, ia jadi tak punya waktu untuk mengembangkan bakat menari atau menyanyinya. Kita mungkin akan memaksa anak untuk mendengarkan cerita Si Kancil sebelum tidur, padahal kita tahu bahwa ia lebih senang mendengar lagu-lagu di radio. Atau kita mungkin memaksa anak untuk duduk diam, karena kita tidak tahu bahwa ia mempunyai kebutuhan yang besar untuk bergerak.

Mengapa orang tua perlu memahami keunikan anak?

Agar anak tidak merasa tertekan karena Kemampuan, Kebutuhan, dan Kesenangannya dihalangi. Agar anak merasa  dihargai dirinya, ini berkaitan dengan konsep dirinya, kepercayaan dirinya. Agar anak bisa mengembangkan potensi dirinya.
Anak yang dipaksa belajar akan merasa tertekan, begitu juga dengan anak-anak yang dipaksa diam. Menghalang-halangi suatu kebutuhan yang besar pada seorang anak akan membuatnya gelisah tanpa penyebab yang ia ketahui. Di samping itu, kita menjadi kurang mengembangkan bakatnya yang unik.

Apa manfaat yang diperoleh anak dan orang tua dengan memahami keunikan anak?

Dengan mengenal keunikan anak dalam hal KEMAMPUAN, kita dapat MENYESUAIKAN tuntutan kita dengan kemampuannya. Anak dan orang tua menjadi senang. Ada tercipta saling paham dan kerjasama. Terpenuhinya KEBUTUHAN anak akan membantu perkembangan anak menjadi maksimal. Dengan mengenal KESENANGAN anak, kita dapat memberikan banyak KEBAHAGIAN baginya. Dan kalau kita tahu apa yang disenangi anak, kita tidak perlu membuang yang ada untuk membelikan hal-hal yang tidak disenanginya.

Bagaimana orang tua sebaiknya menyikapi keunikan setiap anak?

Mensyukuri bahwa Anda dipercaya untuk menjaga titipan Allah SWT. Lalu anda menerima kenyataan bahwa  anak mempunyai kekhususan sehingga kita tidak dapat menyamakannya dengan anak lain. Sesungguhnya, amat banyak hal yang bisa kita lakukan untuk kebaikan anak daripada sekedar melihat kekurangannya atau membandingkannya dengan anak lain. Orang tua dapat belajar dari anaknya dengan cara membiasakan diri untuk mengamati keunikannya. Lalu, manfaatkan keunikan itu untuk kebaikan Si Anak dan Anda, sehingga ia bisa MEMBERDAYAKAN dirinya .

Anak Membutuhkan  diperlakukan secara unik, sesuai dengan kekhasan diri dan jiwanya . Hanya perlakuan yang unik dan khas lah yang membuat anak mengenali , menghargai dirinya dan membantu mereka mengenal Penciptanya.
Selengkapnya →

KELAINAN MOTORIK ANAK, BAGAIMANA MENGEMBANGKANNYA?

By sulthan on Senin, 06 Juli 2015

KELAINAN MOTORIK ANAK, BAGAIMANA MENGEMBANGKANNYA?

HAKIKAT PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK

Masa 5 tahun pertama pertumbuhan dan perkembangan anak sering disebut sebagai masa keemasan karena pada masa itu keadaan fisik maupun segala kemampuan anak sedang berkembang cepat. Salah satu kemampuan pada anak TK yang berkembang dengan pesat adalah kemampuan fisik atau motoriknya. Proses tumbuh kembang kemampuan motorik anak berhubungan dengan proses tumbuh kembang kemampuan gerak anak. Perkembangan kemampuan motorik anak akan dapat terlihat secara jelas melalui bebrbagai gerakan dan permainan yang dapat mereka lakukan.

PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI


A.    PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI
Motorik adalah semua gerakan yang mungkin dapat dilakukan oleh seluruh tubuh, sedangkan perkembangan motorik dapat disebut sebagai perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot – otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Motorik halus adalah gerakan yang dilakukan oleh bagian – bagian tubuh tertentu dan hanya melibatkan sebagian kecil otot tubuh. Gerakan ini tidak memerlukan tenaga, tapi perlu adanya koordinasi antara mata dan tangan. Gerak motorik halus merupakan hasil latihan dan belajar dengan memperhatikan kematangan gungsi organ motoriknya.

Perkembangan motorik ini erat kaitannya dengan perkembangan pusat motorik di otak. Keterampilan motorik berkembang sejalan dengan kematangan syaraf dan otot. Oleh sebab itu, setiap gerakan yang dilakukan anak sesederhana apapun, sebenarnya merupakan hasil pola interaksi yang kompleksi berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol otak.

Aktivitas anak terjadi dibawah kontrol otak. Secara simultan dan berkesinambungan, otak terus mengolah informasi yang ia terima. Bersamaan dengan itu, otak bersama jaringan syaraf yang membenntuk system syaraf pusat yang mencakup lima pusat control, akan mendiktekan setiap gerak anak. Dalam kaitannya dengan perkembangsn motorik anak, perkembangan motorik berhubungan dengan perkembangan kemampuan gerak anak. Gerak merupakan unsure utama dalam perkembangan motorik anak.

Sedari kecil anak harus diberikan berbagai kegiatan fisik yang bervariasi yang memungkinkan mereka untuk bergerak, juka seorang anak berhasil melakukan suatu aktivitas fisik atau gerakan maka selanjutnya ia mau berpartisipasi dalam kegiatan tersebut kembali. Namun, sedari kecil seorang anak perlu dibiarkan menemukan sendiri kegiatan / aktivitas fisik yang sesuai dan cocok dengan kemampuannya.
            

2. Peran Kemampuan Motorik untuk Perkembangan Sosial dan Emosional Anak
      Seorang anak yang mempunyai kemampuan motorik yang baik akan mempunyai rasa percaya diri yang besar. Lingkungan teman-temannya pun akan akan menerima anak yang memiliki kemampuan motorik atau gerak lebih baik, sedangkan anak yang memiliki kemampuan gerak tertentu akan kurang diterima teman-temannya. Penerimaan teman-teman dan lingkungan nya akan menyebabkan anak mempunyai rasa percaya diri yang baik.
3. Peran Kemampuan Motorik untuk Kognitif Anak
      Bermain akan meningkatkan aktifitas fisik anak. Maxim (1993) menyatakan bahwa aktifitas fisik akan meningkatkan pula rasa keingintahuan anak dan membuat anak-anak akan memperhatikan benda-benda, menangkapnya, mencobanya, melemparkannya atau menjatuhkannya, mengambil, mengocok-ngocok, dan meletakkan kembali benda-benda kedalam tempatnya.

      Adanya kemampuan/keterampilan motorik anak juga akan menymbuhkan kreativitas dan imajinasi anak yang merupakan bagian dari perkembangan mental anak. Dengan demikian, sering pula para ahli menekankan bahwa kegiatan fisik dan juga keterampilan fisik anak akan dapat meningkatkan kemampuan intelektual anak. Belahan otak kiri akan mengatur cara berpikikr logis dan rasional, menganalisis, bicara serta berorientasi pada waktu dan hal-hal terperinci, sedangkan belahan otak kanan berperan mengatur hal-hal yang intuitif, bermusik, menari, dan kreativitas.

KEMAMPUAN MOTORIK KASAR DAN HALUS ANAK TAMAN KANAK-KANAK

Pengembangan motorik adalah proses seorang anak belajar untuk tampil menggerakkan anggota tubuh. Seefel (dalam Moelichatoen, 1999), menggolongkan tiga keterampilan motorik anak, yaitu:
1.      Keterampilan lokomotorik : berjalan, berlari, meloncat, meluncur,
2.      Keterampilan nonlokomotorik (menggerakkan bagian tubuh dengan anak diam di tempat): menggangkat, mendorong, melengket, berayun, menarik;
3.      Keterampilan memproyeksi dan menerima/menagkap benda: menangkap, melempar.

Dalam mengembangkan kemampuan motoriknya, anak juga mengembangkan kemampuan mengamati, mengingat hasil pengamatannya dan pengalamannya. Anak juga harus memiliki keterampilan dasar terlebih dahulu sebelum ia mampu memadukannya dengan kegiatan motorik yang lebih kompleks. Secara umum ada dua macam gerakan motorik, yaitu gerakan motorik kasar dan gerakan motorik halus yang akan diuraikan berikut ini.

A.    GERAKAKN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI
Perekembangan motorik anak terbagi menjadi dua bagian, yaitu gerakan motorik kasar dan motorik kasar dan gerakan  motorik halus. Gerakan motorik kasar terbentuk saat anak mulai memiliki koordinasi sebagain besar bagian tubuh anak. Oleh karena itu, biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot-otot yang lebih besar. Pengembangan gerakan motorik kasar juga memerlukan koordinasi kelompok otot-otot anak yang tertentu yang dapat membuat mereka dapat meloncat, memanjat, berlari, menaiki sepeda roda tiga, serta berdiri dengan satu kaki. Untuk merangsang motorik kasar menurut anak menurut Hadis (2003) dapat dilakukan dengan melatih anak untuk meloncat, memanjat, memeras, bersiul, membuat ekspresi muka senang, sedih, gembira, berlari, berjinjit, berdiri di atas satu kaki, berjalan di titian, dan sebaginya. Gerakan motorik kasar melibatkan aktivitas otot tangan, kaki, dan seluruh tubuh anak. Gerakan ini mengandalkan kematangan dalam koordinasi. Untuk melatih motorik kasar anak dapat dilakukan, misalnya dengan melatih anak berdiri di atas satu kaki. Dalam perkembangannya, motorik kasar berkembang lebih dahulu daripada motorik halus. Hal ini dapat terlihat saat anak sudah dapat menggunakan otot-otot kakinya untuk berjalan sebelum ia dapat mengontrol tangan dan jari-jarinya untuk menggunting dan meronce.

B.     Tahap –tahap Perkembangan Motorik Anak Usia Dini
1.      Tahap Kognitif
Pada tahap kognitif, anak berusaha memahami keterampilan motorik serta apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan satu gerakan tertentu.
2.      Tahap Asosiatif
Pada tahap asosiatif, anak banyak belajar dengan caara coba – coba kemudian meralat olahan pada penampilan atau gerakan akan dikoreksi agar tidak melakukan kesalahan kembali dimasa mendatang
3.      Tahap autonomous
Pada tahap ini, gerakan yang ditampilkan anaak merupakan respon yang lebih efisien dengan sedikit kesalahan . anak sudah menampilkan gerakan secara otomatis

Pentingnya Meningkatkan Perkembangan Motorik Anak USia Dini
Pertumbuhan fisik anak diharapkan dapat terjadi secara optimal karena secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi  perilaku sehari – hari. Secara langsung, pertumbuhan fisik anak akan menentukan keterampilan dalam bergerak. Secara tidak langsung pertumbuhan dan perkembangan kemampuan fisik motorik akan mempengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri dan orang lain.
Prinsip perkembangan motorik Anak Usia Dini

Ada 5 prinsip utama perkembangan motorik menurut Malina dan Bouchard (1991)
a.       Kematangan
Kemampuan anak melakukan gerakan motorik sangat ditentukan oleh kematangan syaraf yang mengatur gerak tersebut.
b.      Urutan
1.      Urutan pertama disebut perbedaan yang mencakup perkembangan secara perlahan dari gerakan motorik kasar yang belum terarah kegerakan yang lebih terarah sesuai dengan fungsi gerakan motorik
2.      Urutan kedua adalah keterpaduan yaitu kemampuan dalam menggabungkan motorik yang saling berlawanan dalam koordinasi gerak yang baik
c.       Motivasi
Kematang motorik memotivasi anak untuk melakukan aktivitas motorik dalam lingkup yang luas. Motivasi yang datang dari dalam diri anak perlu didukung dengan motivasi
yang datang dari luar.
d.      Pengalaman
Latihan dan pendidikan gerak pada anak usia dini lebih ditunjukkan bagi pengayaan gerak, pemberian pengalaman yang membangkitkan rasa senang dalam suasana riang gembira anak.
e.       Praktik
Beberapa kebutuhan anak usia dini yang nerkaitan dengan pengembangan motoriknya perlu dipraktikkan anak dengan bimbingan guru.


B.     GERAKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI

Gerakan motorik halus apabila gerakan hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan
dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti keterampilan menggunakan jari jemari tangan dan gerakan pergelangan tangan yang tepat. Gerakan motorik halus yang terlihat saat usia TK, antara lain adalah anak mulai dapat menyikat gigi, menyisir, membuka dan menutup retsluiting, memakai sepatu sendiri, mengancing pakaian, serta makan sendiri dengan menggunakan sendok dan garpu. Dalam melakukan gerakan motorik halus anak juga memerlukan dukungan fisik lain serta kematangan mental, misalnya keterampilan membuat gambar. Gerakan motorik halus anak sudah mulai berkembang pesat di usia kira-kira 3 tahun. Namun, saat anak berusia 4 tahun, ia sudah dapat memegang pensil warna atau crayon untuk menggambar. Perbedaan jenis kelamin berpengaruh pada perkembangan motorik anak TK. Anak perempuan lebih sering melatih keterampilan yang membutuhkan keseimbangan tubuh, seperti permainan melompat tali (skipping), atau melompat-lompat dengan bola besar (hoping). Sedangkan anak laki-laki lebih senang melatih keterampilan melempar, menagkap dan menendang bola atau berprilaku yang mementingkan kecepatan dan kekuatan. Ada beberapa kegiatan yang dapat mengembangkan gerakan motorik anak, misalnya aktivitas berjalan di atas papan, olahraga (melompat tali, renang, sepak bola, bulu tangkis, senam, bersepeda), menari, atau bermain drama. Berikut adalah table daftar perkembangan motorik anak usia TK, yaitu pada usia 3-4 tahun dan 5-6 tahun.


Perkembangan Motorik Anak Usia 3-4 tahun
Motorik Kasar
Motorik Halus
1.       Menangkap bola besar dengan tangan lurus di depan badan.
1     Menggunting kertas menjadi dua bagian
2         Berdiri dengan satu kaki selama 5 detik.
2   Mencuci dan mengelap tangan sendiri
3         Mengendarai sepeda roda tiga melalui tikungan yang lebar.
3   mengaduk cairan dengan sendok
4     Melompat sejauh 1 meter atau lebih dari posisi berdiri semula.
4   Menuangkan air dan teko
5     Mengambil benda kecil di atas baki tanpa menjatuhkannya
5   Memegang garpu dengan cara menggenggam
6     Menggunakan bahu dan siku pada saat melempar bola hingga 3 m
6   Membawa sesuatu dengan penjepit
7     Berjalan menysuri papan dengan menempatkan satu kaki di depan kaki lain
7   Apabila diberikan gambar kepada anak
8     Melompat dengan satu kaki
8   Membuka kancing dan melepas ikat pinggang
9     Berdiri dengan kedua tumit dirapatkan, tangan di samping, tanpa kehilangan keseimbangan
9   Menggambar lingkaran, namun bentuknya masih kasar
Perkembangan Motorik Anak Usia 5-6 tahun
Motorik Kasar
Motorik Halus
1      Berlari dan langsung menendang bola
1    Mengikat tali sepatu
2      Melompat-lompat dengan kakinbergantian
2    Memasukkan surat ke dalam amplop
3      Melambungkan bola tennis dengan satu tangan dan menangkapnya dengan dua tangan
3    Mengoleskan selai di atas roti
4      Berjalan pada garis yang sudah ditentukan
4    Membentuk
5      Berjinjit dengan tangan di pinggul
5    Mencuci dan mengeringkan muka tanpa membasahi baju
6      Menyentuh jari kaki tanpa menekuk lutut
6     Memasukkan benang ke dalam jarum
7      Mengayuh satu kaki ke depan atau ke belakang tanpa kehilangan keseimbangan

PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK ANAK USIA DINI

A.    PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK ANAK USIA DINI
Dalam mengembangkan berbagai kemampuan dasar anak TK peran guru sangatlah penting. Dalam merencanakan kegiatan fisik atau motorik seorang guru membutuhkan latar belakang yang kuat untuk memilih kegiatan fisik atau motorik yang bermakna dan sesuai bagi anak didiknya. Guru juga perlu menentukan tingkat keberhasilan yang sesuai dengan kemampuan anaknya. Guru perlu mempelajarai tingkat kemampuan anak didiknya sehingga dapat menentukan jenis kegiatan dan ukuran keberhasilan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Guru mempunyai peran yang penting dalam  pengembangan fisik motorik anak yang dapat dilakukan melalui bermain. Disekolah, gurulah yang menentukan apa aktivitas fisik atau olahraga yang dapat dilakukan anak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Guru juga berperan dalam menumbuhkan minat anak terhadap berbagai kegiatan motorikanak seperti jenis olahraga, menggambar, melipat kertas dan lain – lain. Peran gurulah yang dapat mengarahkan dan menumbuhkan minat anak untuk mengikuti semua kegiatan fisik motorik tersebut dengan tujuan agar gerakan motorik kasar dan halus anak dapat dikembangkan dengan baik.

Guru dapat membantu mengembangkan minat dan rasa percaya diri anak dan perasaan mampu melakukan berbagai kegiatan fisik motorik yang sesuai untuk anak TK. Pengembangan motorik anak yang baik akan meningkatkan kemampuan daan kekuatan otot – otot anak. Perkembangan kekuatan otot tersebut diimbangi dengan perkembangan dalam mengkoordinasikan gerakan antara otot yang satu dengan otot yang lain. Apabila gerakan motorik kasar anak dapat berkembang dengan baik maaka keterampilan motorik halus yang telaah dimiliki anak juga akan meningkat.
Guru perlu menentukaan tujuan yang akan dicapai. Guru perlu menentukan gerak dan keterampilan yang perlu dikuasi anak melalui pelaaksanaan beberapa kegiatan pembelajaran. Guru juga perlu menentukaan apa dan bagaimana cara menilai hasil belajar anak serta melaporkan hasilnyaa kepada orang tua anak didik.
Guru juga bertanggung jawab dalam membantu mengembangakan keterampilan motorik anak USIA DINI dengan cara merencanakan dan mengatur secara baik,lingkungan belajar dan proses belajar anak untuk mencapai tujuan pengembangaan motorik anak TK. Untuk meningkatkan gerakaan motorik anak maka yang dapat dilakukan guru adalah : 
1.      Menyediakan peralatan atau lingkungan yang memungkinkan untuk melatih keteramoilan motoriknya
2.      Memperlakukan anak dengan sama
3.      Memperkenalkan berbagai jenis keterampilan motorik
4.      Meningkatkan kesabaran guru karena setiap anak memiliki jangka waktu sendiri dalam menguasai suatu keterampilan
5.      Aktivitas fisik yang diberikan keanak harus bervariasi
6.      Berilah anak – anak aktivitas fisik yang memungkinkan anak menikmati dan dapat mencapai kemampuan yang diharapkan sesuai perkembangannya.
7.      Saat melakukan aktivitas fisik yang menempatkan anak bersama beberapa anak lain

C.    PERAN GURU DALAM  MEMBIASAKAN ANAK MEMAKAN MAKAN YANG  BERGIZI
Pertumbuhan fisik adalah proses metaboloisme yang memerlukan masukan oksigen dan zat gizi, serta beberapa zat penting lainnya. Proses ini berlangsung terus-menerus, bersifat kompleks,unik dan mengikuti pola tertentu. Kekurangan gizi pada masa anak – anak mempengaruhi  pertumbuhan dan perkembangan anak saat ia dewasa. Guru perlu mempelajari  jenis – jenis makanan yang bergizi dan jumlah yang diperlukan untuk membantu optimalkan perkembangan fisik anak. Dengan pembiasaan makanan yang baik anak akan tumbuh lebih kuat dan lebih sehat.

     METODE PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI

A.    TUJUAN PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI
Dalam standar kompetensi kurikulum TK tercantum bahwa tujuan pendidikan di Taman Kanak-kanak adalah membantu mengembangkan berbagai potensi anak baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik-motorik, kemandirian, dan seni untuk memasuki pendidikan dasar.
Untuk pengembangan kemampuan dasar anak dilihat dari kemampuan fisik atau motoriknya maka guru-guru TK akan membantu meningkatkan keterampilan fisik atau motorik anak dalam hal memperkenalkan dan melatih gerakan motorik kasar dan halus anak, meningktkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh, dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat sehat dan terampil.

Sedangkan kompetensi dasar motorik anak TK yang diharapkan dapat dikembangkan guru saat anak memasuki lembaga persekolahan/TK adalah anak mampu :

1.      melakukan aktivitas fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan dan kesiapan untuk menulis, keseimbangan, kelincahan, dan melatih keberanian.
2.      mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan dan imajinasi dan menggunakan berbagai media/bahan menjadi suatu karya seni.
Untuk mengembangkan kemampuan motorik anak USIA DINI guru dapat menggunakan berbagai metode pembelajaran.
B.     METODE PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI
Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, metode dipilih guru berdasarkan strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditentukan. metode juga merupakan cara untuk mencapai tujuan pembelajran tertentu.

Setiap guru akan menggunakan metode, sesuai dengan gaya melaksakan kegiatan pembelajarannya. Namun, harus diingat bahwa pendidikan di TK mempunyai ciri khas sendiri. Oleh karena itu, ada metode-metode yang lebih sesuai untuk digunakan di TK dibandingkan metode-metode lainnya. Misalnya guru TK jarang sekali menggunakan metode ceramah dikelasnya. Pemilihan metode juga ditentukan oleh karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang akan diajar.


Karakteristik tujuan kegiatan pengembangan motorik anak TK adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik anak, melatih anak gerakan-gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh, dan cara hidup sehat.

Untuk mengembangkan kemampuan motorik anak guru dapat menetapkan metode-metode yang menjamin anak tidak mengalami cedera. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menentang, bahan dan alat dipergunakan dalam keadaan baik, serta tidak menimbulkan rasa takut dan cemas dalam menggunakannya.
Selain itu, dalam pemilihan metode untuk mengembangkan keterampilan motorik anak, guru perlu menyusaikanya dengan karakteristik anak TK yang selalu bergerak, susahy untuk diam, mempunyai rasa ingin tahu yang kuat, senang bereksperimen dan menguji, mampu mengekspresikan diri secara kreatif, mempunyai imajinasi dan senang berbicara.
Lebih lanjut dalam menentukan metode untuk megembangkan keterampilan motorik anak, guru memperhatikan tempat kegiatan, apakah didalam atau diluar kelas, keterampialan apaka yang hendak dikembangkan melalui berbagai kegiatan, serta tema dan pola yang dipilih dalam kegitsn pembelajaran itu.
Penetuan tempat kegiatan akan menentukan pula peralatan yang akan digunakan guru. Misalnya, untuk pengembangan motorik halus anak yang bertujuan agar anak dapat dapat berlatih menggerakan pergelangan tangan dengan menggambar dan mewarnai atau menggunting dan menempel maka guru dapat memilih kegiatan yang diperlukan setiap anak, seperti gunting, kertas, pencil warna atau buku-buku untuk pola yang akan diguting anak jumlah dan peralatan diharapkan sesuai dengan jumlah ank sehingga setiap anak dapat berlatih sendiri-sendiri.
Perkembangan motorik merupakan proses memperoleh keterampilan dan pola gerakan yang dilakukan anak, misalnya dalam kemampuan motorik kasar anak belajar menggerakan seluruh atau sebagian besar anggota tubuh, sedangkan dalam mempelajari kemampuan motorik halus anak belajar ketetapan organisasi tangan dan mata. Anak juga belajar menggerakkan pergerakan pergelangan tangan agar lentur dan anak belajar berkreasi dan berimajinasi.
Metode yang digunakan adalah metode kegiatan yang dapat memacu semua kegiatan motorik yang perlu dikembangkan anak, seperti untuk kegiatan motorik halus anak dapat diberikan aktivitas menggambar, melipat, membentuk, meronce, dan sebagainya. Sedangkan utuk kegiatan motorik kasar anak dapat belajar menangkap bola, menendang, melocat, melompat, dan sebagainya. Guru saat mengembangkan perkembangan motorik anak adalah keamanan anak. Misalnya, saat anak berlari-lari diluar kelas, anak-anak perlu didampingi oleh beberapa guru untuk menjaga keamananya.
Untuk menerapkan beberapa metode yang sesuai utuk pengembangan motorik anak guru perlu menentukan  dan merencanakan:
a.       tujuan kegiatan
b.      tema atau topic kegiatan
c.       metode
d.      tempat kegiatan
e.       peralatan dan bahan yang akan digambar
f.       urutan langkah kegiatan apa saja yang nantinya akan dilakukan guru dan anak didiknya.
selanjutnya, guru perlu melaksanakan  kegiatan yang meliputi:
a.       kegiatan pembukan/awal
b.      kegiatan inti
c.       kegiatan penutup.
Terakhir, guru perlu menentukan evaluasi hasil belajar anak dengan menentukan dan mengembangan bentuk evaluasi untuk melihat kemampuan anak. Ada beberapa metode pembelajaran yang sesuai untuk mengembangkan motorik anak, misalnya metode bermain, karya wisata, demonstrasi, proyek atau pemberian tugas.
Pemilihan suatu metode pembelajaran ditentukan oleh tujuan yang dicapai anak, sedankan metode merupakan cara untuk mencapai tujuan pembelajran tertentu. Untuk mengembangkan motorik anak guru dapat menerapkan metode-metode yang akan menjamin anak yang tidak mengalami cedera dan menyesusikannya degan karakteristik anak TK. Hal- hal yang perlu dilakukan guru dalam pemilihan metode untuk meningkatkan motorik anak TK adalah menciptakan lingkungan yang aman dan kegiatan yang menantang, menyediakan tempat, bahan dan akat yang dipergunakan dalam keadaan baik, serta membimbing anak mengikuti kegiatan tanpa menimbulkan rasa takut dan cemas dalam menggunakannya. Untuk memilih metode pembelajaran yang sesuai tujuan pengembangan motorik anak. Selain itu, metode ynag akan dipilih harus memungkinkan anak bergerek dan bermain karena gerak adalah unsure utama pengembangan motorik anak.
Selengkapnya →