Tampilkan postingan dengan label Bayi dan Balita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi dan Balita. Tampilkan semua postingan

MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH ANAK USIA DINI DENGAN PROBIOTIK

By sulthan on Minggu, 25 Juni 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Pada perkembangan awal dari anak usia dini, terutama pada usia balita, imunitas tubuh si kecil belum sempurna. Oleh karena itu, jangan heran jika anak usia dini sering sakit. Untuk melindungi si kecil dari berbagai penyakit yang mudah masuk, harus dilakukan perlindungan dari dalam tubuh anak sendiri, dibutuhkan proteksi yang kuat dalam tubuhnya. Di sinilah peran probiotik sangat diperlukan.

Jenis probiotik yang terdapat dalam tubuh manusia sejak lahir adalah dari golongan Lactobacillus dan Bifidobacterium. Tapi seiring bertambahnya usia, maka jumlah probiotik tersebut akan berkurang karena anak terpapar dengan banyak bakteri. Hal inilah yang menyebabkan kesehatan saluran cerna menjadi menurun.

Probiotik pada dasarnya telah dimiliki oleh bayi sejak lahir namun bagi bayi yang lahir secara caesar, mereka tidak mendapatkan probiotik tersebut. Hal inilah yang membuat bayi kelahiran caesar memiliki alergi terhadap sesuatu karena memiliki sistem imun yang rendah akibat tidak adanya probiotik pada tubuh bayi.

Untuk mengetahui perbedaan manfaat dan fungsi probiotik dan prebiotik dengan jelas, simak terlebih dahulu fungsi dari probiotik berikut ini:
Menjaga kelangsungan hidup mikro ekosistem pada sistem pencernaan.
  • Membantu proses mencerna makanan sehingga dapat berjalan dengan lancar.
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
  • Menghilangkan racun yang masuk ke dalam tubuh.
  • Mencegah diare.
  • Menghindari produktifitas gas yang berlebih.

Untuk mendapatkan manfaat optimalnya, probiotik harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Dan selama proses produksi, penyimpanan, penggunaan sampai berada di saluran cerna probiotik harus tetap hidup dan stabil. Untuk memaksimalkan probiotik, diperlukan prebiotik yaitu makanan bagi probiotik itu sendiri. Prebiotik paling banyak terdapat dalam ASI. Pemberian probiotik dengan didukung oleh jumlah prebiotik yang cukup dapat mengalahkan pertumbuhan mikro organisme jahat dalam tubuh, khususnya pada saluran cerna si kecil. Prebiotika dan probiotik sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan penyerapan kalsium. Karena keduanya dapat bekerjasama dengan optimal dalam membantu menjaga kesehatan tubuh si kecil.

Saluran pencernaan sikecil menjadi paling penting untuk kesehatannya karena dalam banyak penelitian kesehatan ditemukan bahwa pencernaan menjadi pusat utama yang terbanyak dalam daya tahan tubuh anak. Terungkap bahwa 80% produksi imunitas untuk daya tahan tubuh berasal dari saluran cerna. Karena itu peran probiotik sangat diperlukan. Apabila probiotik dominan dalam perut, maka dapat dicegah diare dan melancarkan buang air terutama untuk anak-anak. Bukan itu saja, probiotik juga dapat mengoptimalkan penyerapan nutrisi dalam tubuh serta meningkatkan daya tahan tubuh si kecil.

Jika anak sehat dan terlihat fit, maka mereka pun dapat melakukan aktivitasnya baik dalam bermain maupun belajar dengan baik. 


Sumber: dirangkum dari berbagai sumber! :
Parents Guide-2008  www.Parentsguide.co.id
http://produk-moment.com/pengertian-probiotik-dan-prebiotik-dan-kegunaannya/
staypublichealth.blogspot.com/2012/02/pengertian-probiotik-prebiotik-dan.html
smartdetoxid.com/pengertian-prebiotik-dan-probiotik/
Selengkapnya →

CARA MEWASPADAI SUMBER AIR MINUM KELUARGA UNTUK KESEHATAN ANAK

By sulthan on Rabu, 09 Maret 2016

PAUD-Anakbermainbelajar---Sebuah ungkapan yang mengatakan Air adalah sumber kehidupan, memang sangat betul dan tidak terbantahkan sedikitpun. Bahkan air minum itu adalah sumber kehidupan bagi keluarga dan anak-anak tercinta. Kehidupan anak-anak sangat tergantung dengan kualitas air minum yang kita miliki. Apa lagi bagi bunda yang memiliki anak balita di rumah, tentu sangat rentan sekali dengan masalah air minum ini. Kita tentunya tidak menginginkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak kita terganggu hanya karena air minum yang tidak sesuai dengan standar kesehatan yang sudah ditentukan.

Dalam postingan kali ini kita akan coba mengulas tentang bagaimana cara mewaspadai dan mengantisipasi sumber air minum kita, agar aman dikonsumsi keluarga dan anak-anak kita yang masih balita.

Kebanyakan keluarga di Indonesia telah menggantungkan dirinya dengan pemenuhan air minum dari sumber air pada PDAM, PDAM sudah menjamin sesuai dengan standar kualitas mereka bahwa air yang diproduksi telah layak untuk dikonsumsi keluarga. Tetapi memang untuk meningkatkan kualitas ini agar semakin layak dan aman dikonsumsi keluarga ada beberapa cara dan tips yang dapat kita lakukan untuk lebih membersihkan air PDAM yang memang masih mengandung zat dan obat campuran dari PDAM seperti Kaporit dan Tawas (alumunium sulfat).  Seperti misalnya untuk air minum lakukan pengendapan air selama satu malam sebelum dikonsumsi, penyaringan dengan filter khusus, atau menggunakan alat menyaring dan mengolah air yang banyak beredar dipasaran. Tujuannya agar semua obat dan zat-zat yang masih terkandung bisa hilang dan tidak ikut terminum oleh keluarga kita.

Di Indonesia yang memang masih kaya dengan sumber mata air alami ini, masih banyak keluarga yang menggunakan sumber air dari sumur sendiri. Karena itu kesehatan dan keamanan sumur air minum tergantung pada kita untuk mengatasinya. Seperti dilansir nationalgeographic, sebagian besar orang di dunia termasuk Amerika mendapatkan sumber air dari sumur sendiri, karena itu tergantung pada kita apakah perlu melakukan pengujian. American Academy of Pediatrics memiliki rekomendasi baru untuk membantu keluarga memperhatikan sumurnya agar benar-benar aman dan layak dikonsumsi.
seperti berikut ini;

1. Lakukan Pengujian Sumber Air Minum
Ujilah ari sumur kita untuk mengetahui zat-dan kandungannaya, seperti konsentrasi nitrat dan kontaminasinya di setiap tahun. mencaari kerusakan atau bahaya tercemar beberapa kali dalam setahun, dengan mengirimkan contoh air ke laboratorium yang sudah teruji ditempat anda.

2. Minta Pendapat Pakar dan Ahli
Tanyakanlah pada pakar dan ahli yang menguasai bidang ini, tentang komposisi air sumur kita tergantung pada berbagai faktor, seperti kedalaman sumur, dimana posisi daerah kita tinggal, dan kedekatan dengan tangki septik, yang mempengaruhi pengujian apa yang harus kita lakukan. Departemen kesehatan setempat dapat membantu kita untuk menemui ahli dan pakar air yang tepat.

3. Tingkatkan Pengawasan dan pengujian Air
Lakukan pengujian lebih sering lagi jika bunda sedang hamil atau memiliki anak berusia di bawah 1 tahun. Alasan lain untuk pengujian terdeteksi tambahan adalah: penyakit yang tidak tedeteksi penyebabnya, kontaminasi sumur tetangga, perubahan rasa atau bau air dari sumur kita, atau akibat dari adanya pembangunan dan perbaikan yang dilakukan berdekatan dengan sumur kita.

4. Antisipasi jika  sumber air Dari Sumur Bermasalah
Untuk Anak dan Bayi segera gantilah dengan air kemasan atau air mineral lain jika hasil uji anda menunjukan tingkat nitrat tidak aman di dalam sumur. Karena jika terbukti nitrat tinggi akan sangat berbahaya sekali, bayi sangat rentan akan keracunan nitrat, yang dapat menyebabkan mereka kekurangan akan oksigen. yang bisa berakibat fatal bagi bayi kita.

Demikian Cara mengatasi dan mewaspadai sumber air minum keluarga untuk keamanan sikecil, semoga artikel ini bermanfaat bagi bunda sekeluarga. terimakasih. 

Sumber : http://anakkusehatceria.blogspot.co.id/
Selengkapnya →

TIPS CARA MERAWAT GIGI BAYI YANG BARU TUMBUH

By sulthan on Sabtu, 14 November 2015

Meskipun gigi bayi belum tumbuh, tetapi perawatan kesehatan secara dini terhadap mulut dan gigi bayi tetap perlu dilakukan, agar  kesehatan gusi dan gigi bayi anda lebih terjamin, karena gigi dan gusi yang sehat saat bayi merupakan bakal gigi dan gusi yang sehat saat dewasa.

Langkah awal sebelum merawat gigi bayi kita adalah memperhatikan kondisi gigi bayi yang akan tumbuh. Biasanya pada bayi yang akan tumbuh giginya ditandai dengan beberapa gejala, seperti pembengkakan pada gusi yang disertai rewel dan tubuh yang demam pada bayi. Perlu hati-hati dan perawatan khusus terhadap bayi yang akan mengalami tumbuh gigi ini. Berikut beberapa tips untuk bunda dalam merawat gigi bayi ;
  • Mulailah menyikat gigi bayi anda begitu giginya mulai tumbuh,
  • Gunakan air bersih dan sikat gigi/kain khusus bayi, jangan menggunakan pasta gigi
  • Pasta gigi yang mengandung fluoride, hanya digunakan bila anak anda telah berusia lebih dari 2 tahun.
  • Selalu bersih dot/empeng bayi sebelum digunakan
  • Jauhkan bayi dari benda-benda keras yang bisa digigitnya, hingga dapat merusak giginya.
  • Jangan diberikan makanan manis pada bayi jika belum waktunya, jika bayi menyukai makanan lain yang tidak manis berikan itu saja 
  • Berikan menu makanan yang kaya kalsium dalam masa-masa pertumbuhan gigi bayi
  • Jangan dibiasakan dan Hindari bayi anda yang telah tumbuh giginya  ngedot baik menjelang tidur atau saat tidur.
Demikian tips cara merawat gigi bayi anda, semoga bermanfaat untuk bunda sekalian, terimakasih, wassalam...
Selengkapnya →

RENUNGAN HARI ANAK NASIONAL (HAN) DAN MASALAHNYA DI INDONESIA

By sulthan on Kamis, 23 Juli 2015

Hari Anak Nasional (HAN) yang kita peringati setiap tanggal 23 Juli merupakan saat tepat untuk merenungkan problematika anak Indonesia dan mengambil langkah nyata guna memperbaiki kondisi saat ini. Hingga kini, ada lima masalah besar yang masih dihadapi anak Indonesia yaitu :
  1. Pelanggaran  terhadap Hak-hak anak yang semakin menjadi-jadi,
  2. Tingginya angka kematian ibu melahirkan,
  3. Masih tingginya angka kematian bayi dan balita,
  4. Faktor gizi  yang kurang terutama pada balita dan,
  5. Masih tingginya angka putus sekolah.
Bagaimanakah nasib anak-anak kita ?, bagaimanakan PR masalah tersebut, apakah sudah bisa kita atasi ?, sudahkah kita semua menyadari pentingnya Pendidikan Bagi anak-anak kita? dan segudang pertanyaan lainnya harus kita renungkan secara mendalam pada hari untuk anak ini.
Selengkapnya →

CARA MEMPERSIAPKAN KELAHIRAN BAYI

By sulthan on Jumat, 21 Juni 2013


Ada beberapa persiapan khusus yang harus diperhatikan berkaitan dengan awal menghadapi kelahiran bayi baru dalam kehidupan kita diantaranya :
  1. Pemahaman pasangan (Calon ayah dan Ibu) serta orang-orang terdekat dimana bayi akan lahir dan dirawat nantinya.
  2. Persiapan sarana dan prasarana (perlengkapan bayi).
  3. Persiapan dan Perencanaan Pendidikan Anak Di usia tahun-tahun berikutnya.1. Pemahaman Pasangan
    Pemahaman pasangan (Calon ayah dan Ibu) serta orang-orang terdekat dimana bayi akan lahir dan dirawat nantinya sangat penting untuk menghalau kesalahpahaman antara pasangan suami istri dalam menangani bayi baru. Ini dapat dilakukan dengan cara :

        Menjalin komunikasi dari hati kehati.
        mencari pengetahuan tentang perawatan bayi baru kemudian diskusikan dengan pasangan
        rencanakan pemecahan masalah berkaitan dengan kerepotan yang akan dihadapi ketika bayi telah lahir, mulai dari ibu harus bangun tiap 2 jam sekali untuk memberi asi, mengganti popok, menimang, yang menyedot waktu 24 jam secara penuh.
        mulailah melibatkan suami dalam alam urusan kerumah tanggaan serta pengasuhan anak, kelak ketika bayi sudah lahir.
        Kalo bisa ikuti kelas persiapan kelahiran yang menyediakan pula kelas perawatan bayi hingga anak usia setahun. Mulailah sharing antar anggota kelompok tersebut.
        Pasangan ayah dan ibu baru bisa mulai belajar bersama bagaimana menangani bayi, mulai dari mengganti popok, memandikan. membedong. membersihkan anak dll
        tidak usah ragu minta pendampingan orang tua/mertua/ kerabat yang lebih berpengalaman.
        perlu dipertimbangkan mencari jasa asisten rumah tangga tambahan jika diperlukan.
        Komitmen pasangan untuk menomorsatukan keluarga khususnya sibayi kecil kita.
        Semua harus berusaha untuk tidak saling membebani, namun saling memahami. Dengan demikian, ada upaya antar pasangan suami istri untuk saling membahagiakan pasangannya.

    2. Persiapan sarana dan prasarana (perlengkapan bayi)
    Idealnya semua sarana dan prasaran yang ada dapat memenuhi semua keubutuhan bayi, perlengkapan bayi tidak harus mahal dan tidak semua harus wajib dipenuhi, tapi terdapat perlengkapan yang bersifat wajib yang harus dimiliki bayi antara lain :

        Set Pakaian Bayi
        Popok
        celana
        Gurita
        Bedong
        Sarung Tangan dan Sarung kaki
        Baju Lengan Panjang dan Celana Panjang
        Baju untuk Jalan-jalan
        Topi/penutup Kepala
        Bantal dan Guling
        Perlak kain/selimut kecil "lampin"
        Perlak Plastik/karet
        Kerodong/kelambu (pelindung dari Nyamuk/serangga lain)
        Selimut
        Selendang untuk menggendong Bayi
        Waslap
        Celemdek
        Peralatan Mandi
        Peralatan Kebersihan
        Temometer
        Mainan Bayi
        Tas dan set perlengkapan Bayi di dalamnya. (Untuk Lebih lengkapnya Baca Cara Memilih Perlengkapan Bayi yang Baik)

     3. Persiapan dan Perencanaan Pendidikan Anak Di usia tahun-tahun berikutnya
    Setelah anak semakin tumbuh besar maka anak tidak hanya membutuhkan perawatan lagi tapi juga diperlukan pendidikan selanjutnya yang dapat mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal. Pendidikan untuk anak ini disebut dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sangat penting bagi masa-masa Emas anak (Golen Age).
     
Demikian beberapa langkah cara mempersiapkan diri kita menyambut kelahiran Bayi yang baru semoga Bermanfaat dan bisa dipahami ayah dan bunda. terima kasih.
    Selengkapnya →

    INILAH CIRI-CIRI PERKEMBANGAN ANAK MENURUT TEORI

    By sulthan on Rabu, 02 Februari 2011

    Perkembangan Peserta Didik

    Secara umum, dapat diartikan bahwa perkembangan merupakan pola perubahan yang dimulai pada saat konsepsi (pembuahan) dan berlanjut di sepanjang rentang kehidupan. Kebanyakan perkembangan melibatkan pertumbuhan, bahkan pada kematian sekalipun, pertumbuhan tetap ada (Santrock, 1998) dalam Papalia, dkk (2004). disebutkan bahwa perkembangan manusia merupakan suatu studi ilmiah tentang bagaimana seseorang berubah dan sekaligus bagaimana mereka tetap sama dalam waktu yang berbeda.

    Perkembangan adalah perubahan-perubahan yang dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya yang berlangsung secara sistematik, progresif dan berkesinambungan baik menyangkut fisik dan psikis. secara sistematis adalah perubahan dalam perkembangan itu besifat saling mempengaruhi antara bagian-bagian organism (fisik dan psikis) dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Secara progresif perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat, mendalam baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis) dan secara berkesinambungan perubahan pada bagian atau fungsi organism berlangsung secara beraturan.

    Manusia pada dasarnya memiliki perkembangan yang merujuk kepada perubahan fisik dan psikis. Perubahan fisik meliputi perkembangan biologis dasar sebagai hasil dari konsepsi dan hasil dari interaksi proses biologis dan genetika lingkungan sementara psikis menyangkut keseluruhan karakteristik psikologis individu seperti perkembangan kognitif,emosi,social dan moral. Adapun ciri-ciri perkembangan secara umum seperti berikut:
    • terjadinya perubahan dalam aspek fisik ( perubahan berat badan dan organ-organ tubuh) dan aspek psikis (matangya kemampuan berfikir, mengingat serta berkreasi)
    • terjadinya perubahan dalam proporsi; aspek fisik ( proporsi tubuh anak berubah sesuai fase perkembangannya) dan aspek psikis (perubahan dari imajenasi fantasi ke realitas)
    • Lenyapnya tanda-tanda yang lama; aspek fisik( lenyapnya kelenjar thymus (kelenjar anak-anak) seiring bertambahnya usia) aspek psikis ( lenyapnya prilaku kanak-kanak dan prilaku implusif
    • Di perolehnya tanda-tanda yang baru ; aspek fisik ( pergantian gigi dan karakter seks pada usia remaja) aspek psikis berkembangya rasa ingin tahu tentang pengetahuan, moral, interaksi dengan lawan jenis).


    Adapun prinsip-prinsip perkembangan sebagai berikut :
    1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti (never ending proses) artinya manusia secara terus menerus berkembang dipengaruhi oleh pengalaman dan belajar.
    2. Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi artinya setiap aspek perkembangan individu baik fisik, emosi, intelegensi maupun social saling mempengaruhi jika salah satu aspek tersebut tidak ada.
    3. Perkembangan itu mengikuti pola atau arah tertentu artinya perkembangan itu terjadi secara teratur sehingga hasil perkembangan dari tahap sebelumnya yang merupakan persyaratan bagi perkembangan selanjutnya


    Menurut Yelon dan Weinstein 1977 pola atau arah perkembangan itu sebagai berikut:

        Cephalocaudal (perkembangan itu dimulaia dari kepala ke kaki, artinya yang matang duluan adalah bagian atas kemudian ke bagian bawah dan tidak mungkin terbalik), dan proximodistal (dari tengah ke samping seperti paru dan jantung, ke pinggir seperti tangan)
        Struktur mendahului fungsi, yang berarti bahwa anggota tubuh individu akan berfungsi setelah matang strukturnya. Seperti mata melihat setelah otot-ototnya matang.
        Perkembangan itu berdiferensiasial maksudnya perkembangan itu berlangsung dari umum ke khusus.
        Perkembangan itu berlangsung dari konkret ke abstrak, maksudnya perkembangan itu berproses dari suatu kemampuan berfikir yang konkret ( objeknya tampak ke abstrak (objeknya tidak tampak)
        Perkembangan itu berlangsung dari egosentris menjadi perspektifis. sifat yang melihat atau memperhatikan dirinya sebagai pusat, tapi melalui pengalamannya dalam bergaul dengan temannya lambat laun sifat egosentris itu berubah menjadi perspektifis (anak sudah mulai memerhatikan kepentingan orang lain)
        Perkembangan itu berlangsung dari “outer control to inner control”, maksudnya pada awal anak sangat bergantung pada orang lain sehingga hidupnya didominasi oleh pengontrolan dari luar seiiring bertambahnya pengalaman dari lingkungan ia mampu mengontrol dirinya sendiri.
        Pekembangan terjadi pada tempo yang berlainan. Perkembangan fisik dan mental mencapai kematangannya pada waktu dan tempo yang berbeda ( ada cepat dan ada yang lambat)


    Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas. Prinsip ini dijelaskan dengan contoh yaitu:
    • Sampai usia dua tahun,anak memusatkan untuk mengenal lingkungannya.
    • Pada usia tiga sampai enam tahun, perkembangan dipusatkan untuk menjadi manusia social (belajar bergaul dengan orang lain)
    • Setiap indivudu yang normal akan mengalai tahapan / fase perkembangan. Prinsip ini berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia panjang individu akan mengalami fase-fase perkembangan.


    Menurut pendapat para ahli mengenai periodisasi yang bermacam-macam tadi dapat digolongkan dalam tiga bagaian, yaitu:
    1. Periodisasi atau pembagian masa-masa perkembangan yang berdasar biologis didasarkan kepada keadaan atau proses biologis tertentu. Pembagian Aristoteles didasar atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu dan fase kedua dibatasi oleh pergantian gigi. Antara fase kedua dan fase ketiga ditandai dengan mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin.
    2. Periodisasi yang berdasarkan psikologis. Tokoh utama yang mendasrkan periodisasi ini kepada keadaan psikologis ialah Oswald Kroch. Ia menjadikan masa-masa kegoncangan sebagai dasar masa-masa perkembangan, karena ia yakinbahwa masa kegoncangan inilah yang merupakan keadaan psikologis yang khas dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya.
    3. Periodisasi yang berdasarkan didaktis pembagian masa-masa perkembangan sekarang ini seperti yang dikemukakan oleh Haevey A. Tilker dan Elizabeth B Hurlock tampak sudah lengkap mencakup sepanjang hidup manusia sesuai dengan hakihat perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati dengan pembagian periodisasinya sebagai berikut:

    Masa sebelum lahir (prenatal period)

    Masa konsepsi 9 bulan 10 hari.

    Periode telur (zygote sampai akhir minggu ke dua).

    Periode embrio akhir minggu ke dua akhir bulan ke dua.

    Periode janin aetus akhir bulan ke dua sampai masa lahir.

    Masa bayi baru lahir ( new born)

    Sejak bayi lahir usia 10-15 hari.

    Masa platean stage adalah masa pemberhentian pertumbuhan.

    Masa bayi (babyhood)

    Usia 2 minggu sampai 2 tahun masa ini sebagai masa periode kritis, periode pembentukan segala pengaruh dasar kepribadian.

    Masa kanak-kanak awal (early childhood)

    Masa mempersiapkan diri hidup di lingkungan social (kelas 1 SD).

    Masa kanak-kanak akhir (later childhood)

    Usia 6-12 tahun masa anak siap menerima tuntutan orang di luar.

    Masa puber (puberty)

    Periode tumpang tindih antara masa kanak-kanak akhir dan masa awal remaja. Usia berkisar 10- 16 tahun perubahan tubuh (proporsi, kondisi) pertumbuhan ciri-ciri seks awal dan skunder.

        Masa dewasa awal (early adulthood) 21-40 tahun
        Masa dewasa madya (middle adulthood) 40-60 tahun
        Masa usia lanjut (later adulthood) 60 keatas

    Melalui pengetahuan ini kiranya seorang tua diharapkan memperhatikan perkembangan anaknya jika terjadi penyimpangan ataupun pendahuluan perkembangan orang tua harusnya meluruskan hal-hal yang terlihat kurang sehingga anak dapat berkembang sesuai fase-fase perkembangan yang dipaparkan tadi dan tentunya terhindar dari percepatan pertumbuhan yang terjadi pada anak-anak masa kini.
    Selengkapnya →