Tampilkan postingan dengan label Buku Panduan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Panduan. Tampilkan semua postingan

INILAH PERAN PENGAMPU, MENTOR DAN PESERTA DALAM MODA DARING KOMBINASI GPO

By sulthan on Jumat, 09 September 2016

PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda dalam postingan kali ini setelah kemarin kita membahas tentang apa itu Moda daring, kembali kita akan mencoba menjawab banyak pertanyaan dari para bunda-guru pendidik TK-PAUD, khususnya calon peserta kegiatan GPO (Guru Pembelajar Online) Tentang apa sih moda daring Kombinasi? dan apa peran pengampu, mentor dan peserta dalam kegiatan GPO ini?

Berikut penjelasannya :

Moda Daring Kombinasi atau yang populer disebagian orang disingkat "DARKOM", pada moda ini peserta melakukan interaksi belajar secara daring dan tatap muka. Interaksi belajar daring dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan pembelajaran yang telah disiapkan secara elektronik, dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Interaksi tatap muka dilaksanakan bersamaan dengan peserta lainnya di pusat belajar (PB) yang telah ditetapkan  dan difasilitasi oleh seorang mentor. Interaksi pada daring kombinasi dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar. Model pembimbingan Guru Pembelajar moda daring kombinasi
 
  • Interaksi Pengampu – Mentor: Pengampu memfasilitasi mentor dan berinteraksi dengan mentor secara daring. 
  • Interaksi Mentor – Peserta: Mentor mendampingi, berdiskusi dan berkoordinasi dengan peserta secara daring dan luring.
  • Interaksi Pengampu – Peserta: Pengampu memfasilitasi dan berkomunikasi dengan peserta secara daring.
  • Pertemuan tatap muka dilaksanakan sesuai jadwal yang disepakati bersama antara peserta dan mentor. Struktur program pertemuan antara peserta dan mentor di PB

PERAN PENGAMPU
Peran Pengampu pada Guru Pembelajar Moda daring Kombinasi
Peran tersebut secara rinci adalah sebagai berikut.
a. Peran pengampu terhadap Mentor
1) Berkomunikasi dengan mentor secara daring untuk memonitor pelaksanaan pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
2) Memfasilitasi proses belajar selama pembelajaran daring berlangsung
3) Mendampingi dan memberi semangat kepada mentor dalam proses pembimbingan pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
4) Memeriksa rekaman kegiatan mentor dengan menggunakan analytic tool, dan
5) Memberikan umpan balik terhadap laporan kemajuan peserta yang dikirimkan oleh mentor.
b. Peran pengampu terhadap peserta
1) Memonitor keaktifan peserta dalam pembelajaran daring
2) Memfasilitasi proses belajar selama pembelajaran daring berlangsung
3) Menganalisis hasil rekaman kegiatan dan hasil penilaian peserta yang diserahkan kepada Koordinator Program Guru Pembelajar sebagai bahan laporan bagi UPT.

PERAN MENTOR
Tugas utama mentor adalah melakukan pendampingan kepada peserta di dalam pelaksanaan peningkatan kompetensi Guru Pembelajar moda daring. Peran mentor terhadap peserta dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Peran mentor pada Guru Pembelajar  moda daring kombinasi
1) Mendukung peserta mengikuti kegiatan Guru Pembelajar moda daring
2) Mendampingi dan memfasilitasi peserta dalam mengikuti pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
3) Memberikan semangat dan mengingatkan peserta untuk menyelesaikan tugas secara daring
4) Memberi umpan balik terhadap lembar kerja yang diunggah peserta
5) Memeriksa rekaman kegiatan secara daring melalui activity completion
6) Menyampaikan laporan kemajuan peserta kepada pengampu melalui portfolio “Laporan Hasil Kemajuan Peserta” secara berkala setiap akhir minggu
7) Menjadi pengawas ujian tes akhir di TUK bersama administrator TUK.
  
b. Peran mentor pada Guru Pembelajar moda daring kombinasi
1) Mendukung peserta mengikuti kegiatan Guru Pembelajar moda daring
2) Mendampingi peserta dalam mengikuti pembelajaran Guru Pembelajar moda daring
3) Memfasilitasi peserta secara tatap muka pada pembelajaran Guru Pembelajar moda daring di Pusat Belajar
4) Memberikan semangat dan mengingatkan peserta untuk menyelesaikan tugas secara daring maupun luring
5) Memberi umpan balik terhadap lembar kerja yang diunggah peserta
6) Memeriksa rekaman kegiatan secara daring melalui activity completion
7) Menyampaikan laporan kemajuan peserta kepada pengampu secara berkala setiap akhir minggu
8) Menjadi pengawas ujian tes akhir di TUK bersama administrator TUK.

PERAN PESERTA
Peserta dalam Guru Pembelajar moda daring harus berperan aktif dalam seluruh proses pembelajaran daring, antara lain:
a. Melaksanakan proses pembelajaran secara aktif dan berkomitmen tinggi
b. Melaksanakan pembelajaran secara kolaboratif
c. Berbagi pengalaman kepada peserta lain
d. Memberikan umpan balik yang konstruktif
e. Mencari jawaban terhadap permasalahan melalui berbagai sumber antara lain melalui internet, buku, dan lain-lain
f. Mengungkapkan permasalahan terkait pembelajaran yang dihadapi
g. Menyelesaikan tugas sesuai dengan materi pembelajaran
h. Mengunggah seluruh lembar kerja ke dalam portofolio elektronik (e-portofolio).

Berikut adalah alur kegiatan pengampu pada Guru Pembelajar moda daring/daring kombinasi:

Alur kegiatan pengampu pada Guru Pembelajar moda daring/daring kombinasi

Demikian mengenai moda Daring kombinasi 'Darkom' dan peranya para pengampu, mentor dan peserta, semoga bermanfaat. Selamat belajar.


SUMBER : Kemendikbud P4TK dan PLB Bandung.
Selengkapnya →

INFO PENTING UKG REGISTRASI ONLINE ATAU GURU PEMBELAJAR

By sulthan on Kamis, 25 Agustus 2016

Untuk para Guru dan Para Pendidik PAUD/TK yang telah mengikuti UKG tahun 2015 lalu bisa melakukan online registrasi di sini :

 
Jika sudah berhasil login anda bisa tahu modul mana yg harus anda pilih dan pelajari secara mandiri.

Bagi Guru2 buruan Registrasi Guru Pembelajar sebagai kelanjutan hasil UKG 2015.
 
Dalam registrasi online ini, gunakan Nomor Peserta UKG 2015 sebagai User Saat Registrasi dan Password nya Tanggal lahir peserta yang bersangkutan.

Setelah itu dibuatkan Akun Resmi GP dengan User 2015......@guruku.id dan password khusus setelah Registrasi terlebih dahulu. (yang belum Registrasi silakan Registrasi di sini !!) jika kesulitan silakan menghubungi Admin di Dinas Pendidikan setempat.

Beberapa hal (awal) yg perlu dipahami terkait dengan "Program Guru Pembelajar :" sbb:

1. Istilah *Guru Pembelajar (GP)* : adalah sebutan untuk kita sebagai guru yang kemudian disebut sebagai peserta. Mengapa kita disebut sbg Guru Pembelajar? Karena pada prinsipnya pengembangan keprofesian harus berawal dari guru sendiri bukan dari luar guru atau dinas.

2. Istilah *Daring*, kepanjangan dari *Dalam Jaringan*, sbg pengganti istilah online, jadi Daring = Online.

3. Istilah lain yaitu *Luring*=
*Luar Jaringan*, sebagai pengganti istilah offline, jadi Luring = Off line.
Istilah lain adalah Surel, yaitu Surat Elektronik, sebagai pengganti email. Jadi *Surel = Email*
Mohon untuk mensosialisasikan istilah Daring, Luring, dan Surel sebagai pengganti Online, Offline dan Email.

4. *Setiap GP hrs menyelesaikan modul yang setara dengan 60 JP*, 1 JP = 1 x 60 menit, yang dapat diselesaikan sekitar 1,5 bulan. 60 JP setara dengan nilai 1 dalam Angka Kredit.

5. Ada *10 kompetensi yang harus dikuasai guru*. Kompetensi yg "warna merah" yang harus diselesaikan oleh guru untuk "diklik" maka akan muncul modul yang harus dikerjakan...

6. *Ketentuan 10 kompetensi* yg _*"warna merah"*_ adalah :
8 s.d 10 : mengikuti full Tatap Muka
6  s.d 7 : mengikuti Kombinasi, Daring dn Tatap Muka
3  s.d  5 : mengikuti Daring
0 s.d  2 : sbg pendamping.

7. (*)Star awal pelaksanaan* Program GP dimulai, ketika P4TK sdh "selesai" dlm menyiapkan Guru Pengampu/IN/Mentor, *(sekitar awal/akhir Agustus 2016--jadwal tentatif).*



INFO PENTING......
Jumlah Modul di bawah KCM (Kriteria Capaian Minimal) 8 s.d 10 (Tatap Muka), 6 s.d 7 (Daring Kombinasi), 3 s.d 5 (Daring), 0 s.d 2 (Calon Instruktur)*

Keterangan : (*) Berdasarkan kuota tiap wilayah

KETERANGAN ISI MODUL:
1.  KK-A : tentang Karakteristik Peserta Didik
2.  ĶK-B : tentang Dasar Pembelajaran yang Mendidik
3.  KK-C : tentang Pengembangan Kurikulum
4.  KK-D : tentang Pembelajaran yang Mendidik
5.  KK-E : tentang TIK Dalam Pembelajaran
6.  KK-F : tentang Potensi Peserta Didik
7.  KK-G : tentang Komunikasi yang Efektif
8.  KK-H : tentang Penilaian Pembelajaran
9.  KK-I  : tentang Manfaat Penilaial: Dalam Pembelajaran
10. KK-J : tentang Refleksi Pembelajaran.



PENTING SEGERA YANG HARUS DILAKUKAN DAN DIPERHATIKAN GTK :
  1. Kepada Guru yang Nilai Merah 1 – 5 mengikuti Diklat Moda Daring (Online), Nilai Merah 6 – 7 mengikuti Diklat Model Campuran (Moda Daring dan Tatap Muka ).
  2. Berkenaan dengan ini maka masing-masing guru untuk mempersiapkan diri dengan berlatih TIK ( Tekhnologi Informasi Komputer ) dan Mempersiapkan perangkat TIK yaitu PC/Laptop yang ada web camnya, atau Smart Phone Android/ios (front Camera) yang bisa digunakan untuk model streaming atau video call serta jaringan pendukungnya.
  3. Jadwal akan tertera pada akun GPO nya masing2 PTK setelah login.
  4. Mengingat waktu yang sudah mendesak mohon setiap PTK untuk segera berlatih login akunnya masing-masing dan pastikan setiap PTK sudah memegang akun-password GPO nya sendiri-sendiri.
  5. Kepada Guru yang Nilainya Merah 8-10 akan mengikuti diklat Tatap Muka penuh. 
 
    Demikian beberapa info awal penting terkait UKG REGISTRASI ONLINE ATAU GURU PEMBELAJAR baik tentang Mode Daring, maupun Tatap Muka untuk dapat dipahami bersama. Semoga bermanfaat. Trimakasih.

    Baca juga cara dan Langkah-langkah UKG REGISTRASI ONLINE ATAU GURU PEMBELAJAR dan CARA MENDAPATKAN USER NAME DAN PASSWORD GURU PEMBELAJAR UKG  di sini !! LINK !!
    Selengkapnya →

    BUKU PEDOMAN KURIKULUM 2013 PAUD TERBARU 2016

    By sulthan on Selasa, 15 Maret 2016

    PAUD-Anakbermainbelajar--Kurikulum 2013 PAUD yang telah ditetapkan Pemerintah dan disosialisasikan melalui Direktorat Pembinaan PAUD, Dirjen PAUD dan Dikmas,  Kurikulum PAUD 2013 pada hakikatnya merupakan seperangkat rencana yang akan dilakukan selama proses pembelajaran, sehingga mutlak diperlukan oleh setiap satuan pendidikan. Kurikulum PAUD disiapkan oleh satuan PAUD yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan anak dengan mengacu pada dalam Peremendiknas RI Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar PAUD dan Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 PAUD. Setiap anak diberi kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai potensi masing-masing. Pendidik bertugas membantu, jika anak membutuhkan.

    Dalam Kurikulum PAUD 2013 terbaru terdiri dari seperangkat bahan pembelajaran yang mencakup lingkup perkembangan, yaitu perkembangan moral & agama, fisik-motorik,kognitif, bahasa, dan sosial emosional. Kurikulum 2013 PAUD terbaru setidaknya memuat beberapa pedoman yang dapat dijadikan acuan pelaksanaan program pembelajaran di Lembaga-lembaga PAUD seluruh Indonesia, Buku-buku Pedoman Kurikulum 2013 PAUD terbaru yang diterbitkan Direktorat jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. Tahun 2015  ini terdiri atas;

    1. Buku Pedoman Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
    2. Buku Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
    3. Buku Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
    4. Buku Pedoman Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
    5. Buku Pedoman Pengelolaan kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 
    6. Buku Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
    7. Buku Pedoman Penilaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
    8. Buku Pedoman Penanaman sikap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).



    LINK DOWNLOAD
    Selengkapnya →

    BUKU SAKU BUNDA PAUD YANG HILANG !!

    By sulthan on Kamis, 18 Februari 2016

    Paud-Anakbermainbelajar---Perubahan kepala Daerah, sebagai konsekuensi suksesi di Daerah dari ajang pemilu juga berdampak pada perubahan berbagai komponen dan kebijakan yang akan dilaksanakan. Salah satu langkah penting yang segera harus dilakukan terkait dengan program PAUD adalah menentukan eksistensi bunda PAUD selanjutnya sebagai perubahan dari pimpinan Utama bunda PAUD baik tingkat Propinsi maupun tingkat kabupaten/kota.

    Kita perlu merapat, mensosialisasikan dan memberikan gambaran secara langsung tentang peranan dan fungsi bunda PAUD kepada Istri pejabat terpilih. Agar program-program pembangunan yang dilaksanakan dapat memiliki keberpihakan yang tepat terhadap program PAUD di daerah ini.

    Sebagai pelaksana di Bidang PAUD kami pun segera merapat, ingin menyerahkan kembali semua bahan, materi dan literatur terkait dengan Program kebijakan untuk bunda PAUD ini.

    Tetapi setelah terlalu lama, sebuah buku yang sangat penting, yang dicetak sejak tahun 2012 ini, dan belum kami dapatkan buku cetakan terbarunya, buku yang berjudul; "Buku Saku Bunda PAUD : Masyarakat Bertanya Bunda PAUD Menjawab". Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kemendikbud RI, Tahun 2012.





    Buku ini hilang entah dimana? mungkin masih ada di Bunda PAUD Priode terdahulu. Setelah kami cari kesana kemari tidak ditemukan, untunglah masih ada file simpanan buku hasil scaner dari seluruh isi buku itu secara lengkap.

    Mungkin ada bunda yang mengalami hal serupa?
    DOWNLOAD
    Buku Saku Bunda PAUD !!
    ***

    Selengkapnya →

    10 PRINSIP PADA PEMBELAJARAN PAUD PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

    By sulthan on Sabtu, 02 Januari 2016


    Prinsip yang  digunakan  dalam  proses  pembelajaran anak  usia  dini adalah sebagai berikut :

    1. Belajar melalui bermain
    Anak di bawah usia 6 tahun berada pada masa bermain. Pemberian rangsangan pendidikan dengan cara yang tepat melalui bermain, dapat memberikan pembelajaran yang bermakna pada anak.

    2. Berorientasi pada perkembangan anak
    Pendidik harus mampu mengembangkan semua aspek perkembangan sesuai dengan tahapan
    usia anak.

    3. Berorientasi pada kebutuhan anak
    Pendidik harus mampu memberi rangsangan  pendidikan atau stimulasi sesuai  dengan kebutuhan anak, termasuk anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus.

    4. Berpusat pada anak
    Pendidik  harus  menciptakan  suasana  yang  bisa  mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak.

    5. Pembelajaran aktif
    Pendidik harus mampu menciptakan suasana yang mendorong anak aktif mencari, menemukan, menentukan pilihan, mengemukakan  pendapat,  dan  melakukan  serta  mengalami sendiri.

    6. Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter
    Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan nilai-nilai yang membentuk karakter yang positif pada anak. Pengembangan nilai-nilai karakter tidak dengan pembelajaran langsung, akan tetapi melalui pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi  pengetahuan dan keterampilan serta melalui pembiasaan dan keteladanan.

    7. Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup
    Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan kemandirian anak. Pengembangan kecakapan hidup dilakukan  secara terpadu baik melalui pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan maupun melalui pembiasaan dan keteladanan.

    8. Didukung oleh lingkungan yang kondusif
    Lingkungan pembelajaran diciptakan sedemikian rupa agar menarik, menyenangkan, aman, dan nyaman bagi anak. Penataan  ruang diatur agar anak  dapat berinteraksi  dengan pendidik, pengasuh, dan anak lain.

    9. Berorientasi pada pembelajaran yang demokratis
    Pembelajaran yang demokratis sangat diperlukan untuk mengembangkan rasa saling menghargai antara anak dengan pendidik, dan antara anak dengan anak lain.

    10. Pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber Penggunaan
    media  belajar, sumber belajar, dan narasumber yang ada di lingkungan PAUD bertujuan agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Termasuk narasumber adalah orang-orang  dengan  profesi  tertentu  yang dilibatkan sesuai dengan tema, misalnya dokter, polisi, nelayan, dan petugas pemadam kebakaran.

    Sumber : Permendikbud RI Nomor 146 Tahun 2014.
    Selengkapnya →

    STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) MENURUT PERMENDIKBUD

    By sulthan on Jumat, 01 Januari 2016

    Permendikbud No.137 Tahun 2014
    Permendikbud No. 137 Tahun 2014
    Bunda--guru dan pendidik PAUD dimana saja berada diseluruh nusantara, penyelenggaraan dan pengelolaan PAUD diharuskan untuk memenuhi standar yang telah ditentukan.   Standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

    Beberapa istilah penting terkait PAUD berdasarkan Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (SN PAUD) di antaranya adalah :
    • Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini selanjutnya disebut Standar PAUD adalah kriteria tentang pengelolaan dan penyelenggaraan PAUD di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    • Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini selanjutnya disebut STPPA adalah kriteria tentang kemampuan yang dicapai anak pada seluruh aspek perkembangan dan pertumbuhan, mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, serta seni.
    • Standar Isi adalah kriteria tentang lingkup materi dan kompetensi menuju tingkat pencapaian perkembangan yang sesuai dengan tingkat usia anak.
    • Standar Proses adalah kriteria tentang pelaksanaan pembelajaran pada satuan atau program PAUD dalam rangka membantu pemenuhan tingkat pencapaian perkembangan yang sesuai dengan tingkat usia anak.
    • Standar Penilaian adalah kriteria tentang penilaian proses dan hasil pembelajaran dalam rangka mengetahui tingkat pencapaian yang sesuai dengan tingkat usia anak.
    • Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah kriteria tentang kualifikasi akademik dan kompetensi yang dipersyaratkan bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.
    • Standar Sarana dan Prasarana adalah kriteria tentang persyaratan pendukung penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini secara holistik dan integratif yang memanfaatkan potensi lokal.
    • Standar Pengelolaan adalah kriteria tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan atau program PAUD.
    • Standar Pembiayaan adalah kriteria tentang komponen dan besaran biaya personal serta operasional pada satuan atau program PAUD.
    • Pendidikan Anak Usia Dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rancangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
    • Satuan atau program PAUD adalah layanan PAUD yang dilaksanakan pada suatu lembaga pendidikan dalam bentuk Taman Kanak-kanak (TK)/Raudatul Athfal (RA)/Bustanul Athfal (BA), Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).
    • Kurikulum PAUD adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pengembangan serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pengembangan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
    • Pembelajaran adalah proses interaksi antar anak didik, antara anak didik dan pendidik dengan melibatkan orangtua serta sumber belajar pada suasana belajar dan bermain di satuan atau program PAUD.
    Standar PAUD terdiri atas 8 (Delapan) standar, yakni :
    a.  Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak;
    b.  Standar Isi;
    c.  Standar Proses;
    d.  Standar Penilaian;
    e.  Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
    f.   Standar Sarana dan Prasarana;
    g.  Standar Pengelolaan; dan
    h.  Standar Pembiayaan.

    Standar PAUD berfungsi sebagai:
    1. Dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan tindak lanjut pendidikan dalam rangka mewujudkan PAUD bermutu;
    2. Acuan setiap satuan dan program PAUD untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional; dan
    3. Dasar penjaminan mutu PAUD.

    Standar PAUD bertujuan menjamin mutu pendidikan anak usia dini dalam rangka memberikan landasan untuk:
    1. Melakukan stimulan pendidikan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan anak;
    2. Mengoptimalkan perkembangan anak secara holistik dan integratif; dan
    3. Mempersiapkan pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak.

    Standar PAUD wajib dievaluasi dan disempurnakan secara terencana, terarah dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan lokal, nasional, dan global.

    Download Permendikbud No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan PAUD beserta lampiran I, II, dan III dari Permendikbud No. 137 Tahun 2014, silahkan klik pada links berikut :


    Demikian bunda, tentang Standar Nasional Pendidikan PAUD yang dirangkum dari Permendikbud 137 Tahun 2014. Semoga bermanfaat untuk membantu program PAUD kita sehari-hari. Terimakasih. http://paud-anakbermainbelajar.blogspot.co.id/
    Selengkapnya →

    KURIKULUM PENDIDIKAN KELUARGA

    By sulthan on Senin, 21 Desember 2015

    Parenting-class
    Pemenang Nobel Profesor James Heckman telah menemukan suatu cara baru untuk pengembangan potensi manusia seutuhnya. Ia percaya bahwa ada terlalu banyak fokus pada pengembangan keterampilan kognitif di mana pengetahuan dapat di uji, bukan pada pengembangan keterampilan sosial - seperti perhatian, ketekunan dan bekerja dengan orang lain. Ketika keterampilan sosial pada usia dini digabungkan dengan keterampilan kognitif, hal ini dapat membantu menciptakan warga negara yang lebih cakap dan produktif.

    Setiap anak membutuhkan pengembangan anak usia dini yang efektif untuk keberhasilannya, tetapi anak-anak yang kurang beruntung yang mungkin paling sulit untuk mendapatkannya.

    Heckman telah membuktikan bahwa investasi bahwa investasi dalam pengembangan anak usia dini bagi anak-anak yang kurang beruntung akan menghasilkan manfaat besar bagi individu dan masyarakat dengan memperoleh pendidikan yang lebih baik, kesehatan, dampak hasil ekonomi dan sosial, tidak hanya menghemat uang pembayar pajak, tetapi meningkatkan produktivitas ekonomi bangsa. Semua orang memperoleh manfaat ketika negara berinvestasi, mengembangkan dan mempertahankan sumber daya alam dan manusia.

    Persamaan Heckman yang menemukan cara baru pengembangan potensi manusia seutuhnya, dimana ketika keterampilan sosial pada usia dini digabungkan dengan keterampilan kognitif dapat membantu menciptakan warga negara yang lebih cakap dan produktif, demikian juga penemuan para ahli perkembangan otak yang menyatakan bahwa arsitektur otak dibangun setiap saat sejak janin, dan bahwa kekuatan atau kelemahan fondasi belajar dan karakter berbantung pada kualitas arsitektur otak, menjadi dasar penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan keluarga.

    Isi Kurikulum Pendidikan Keluarga terdiri dari tiga tingkat informasi :

    1. Dimensi :
    a. Pembinaan Orang Tua
    b. Hubungan Orang tua dan anak
    c. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
    d. Pembinaan Keluarga
    e. Masyarakat dan Budaya

    2. Materi
    a. Area pembelajaran pada masing-masing dimensi
    b. Kadungan pembelajaran yang lebih sepesifik pada masing-masing area pembelajaran

    3. Indikator 
    Indikator yang merupakan tujuan jangka panjang pembelajaran pada masing-masing kandungan pembelajaran.

    Lihat Kerangka Kurikulum dan Komponennya download di sini !!

    Sumber : Buku Roadmap Pendidikan Keluarga Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Dirjen PAUDNI-Dikmas Depdiknas 2015
    Selengkapnya →

    100 CONTOH LAPORAN PKM “PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR” DAN PKP “PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL” JURUSAN PRODI S1 TK-PAUD

    By sulthan on Sabtu, 14 November 2015

    Bunda dan Rekan-rekan Mahasiswa sekalian, Tidak terasa kuliah kita telah memasuki semester  5 - 7 dan sedikit lagi perjuangan kuliah semoga kelar, hingga langkah akhir mendapatkan gelar sarjana dengan restu orang tua dan ijin Allah Tuhan Yang Maha Esa Akan kita dapatkan.  Biasanya di akhir-akhir semester ini banyak tugas baru yang harus diselesaikan, salah satunya adalah tugas membuat laporan Praktik Lapangan, baik itu laporan PKM "Pemantapan Kemampuan Mengajar" maupun PKP "Pemantapan Kemampuan Propesional". Bingung ? untuk menentukan tema atau judul yang akan dilaksanakan dalam praktik nanti? Berikut ini admint berikan beberapa contoh laporan PKM "Pemantapan Kemampuan Mengajar" maupun PKP "Pemantapan Kemampuan Propesional" tersebut, sbb ;
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS ASTURO PADA ANAK KELOMPOK A TK .... KECAMATAN....KOTA.....
    • PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DI TK ....KECAMATAN...KOTA .....
    • PERAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANG AUDITIF DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN FISIK MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A DI TK LABORATORIUM PG- PAUD FIP UNESA SURABAYA
    • PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE PEMBERIAN TGUGAS MELIPAT KERTAS
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DALAM KEGIATAN MERONCE DENGAN MANIK – MANIK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK KELOMPOK A DI TK KHADIJAH 2 SURABAYA
    • PENGEMBANGAN PENGALAMAN BELAJAR RANAH KOGNITIF, PSIKOMOTORIK, DAN AFEKTIF PENGALAMAN BELAJAR ADALAH KEGIATAN FISIK MAUPUN MENTAL YANG PERLU DILAKUKAN…
    • MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KETRAMPILAN ORIGAMI DI TK MUSLIMAT KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE BATIK PADA ANAK USIA DINI
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PELEPAH PISANG PADA ANAK KELOMPOK A
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS ASTURO PADA ANAK KELOMPOK A TK DEWI SARTIKA
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI MEDIA PLAYDOUGH ANAK KELOMPOK A DI TK DEWI KUNTI SURABAYA
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN MERONCE BIJI-BIJIAN DI KELOMPOK BERMAIN
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN MERONCE BIJI-BIJIAN DI KELOMPOK BERMAIN
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI MEDIA PLAYDOUGH ANAK KELOMPOK A DI TK DEWI KUNTI SURABAYA
    • MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KETRAMPILAN ORIGAMI DI TK MUSLIMAT KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PADA ANAK
    • MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI METODE CERITA BERGAMBAR DI TK...
    • LAPORAN PKP UT MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI METODE CERITA BERGAMBAR
    • PENERAPAN PEMBELAJARAN MEWARNAI GAMBAR DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B DI TK HIDAYATUS SHIBYAN
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR DENGAN MEDIA CAT AIR DI KELOMPOK BERMAIN CERIA
    • PENGARUH KEGIATAN KOLASE DENGAN MEDIA DAUN KERING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TK BAP KARANG DALAM SAMPANG
    • PENGARUH KEGIATAN KOLASE DENGAN MEDIA DAUN KERING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TK BAP KARANG DALAM SAMPANG
    • PENGARUH MEDIA BUBUR KORAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUIKEGIATAN MOZAIK PADA ANAK USIA DINI
    • UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMASAK (COOKING CLASS) PADA ANAK TK PLUS TUNAS BANGSA KELOMPOK B KECAMATAN SOOKO MOJOKERTO
    • SENAM SI BUYUNG DENGAN METODE DEMONSTRASI DALAM PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK
    • UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING KELOMPOK B DI TK AT – TAQWA TANDES SURABAYA
    • MENINGKATKAN MOTORIK KASAR MELALUI KEGIATAN SENAM SEDERHANA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI POS PAUD TERPADU MAWAR KUTISARI SELATAN/18A KEC. TENGGILIS MEJOYO
    • PENERAPAN MENGENAL KONSEP BANGUN GEOMETRI MELALUI KEGIATAN BERMAIN MERONCE SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI PAUD ANGGREK SIDOARJO
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMAKAI SEPATU SENDIRI PADA USIA 4-5 TAHUN
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI METODE DEMONSTRASI KELOMPOK B PPT HARAPAN BANGSA SURABAYA
    • UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENCETAK MENGGUNAKAN MEDIA BAHAN ALAM PADA KELOMPOK A
    • KEGIATAN COOKING CLASS UNTIK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TK SUCCES KECAMATAN RUNGKUT SURABAYA
    • PENERAPAN BERMAIN PASIR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A TK YUNIOR SURABAYA
    • PENERAPAN AKTIVITAS MELIPAT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI TK MUSTIKA RINI SURABAYA
    • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAYDOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MEDIA PLAYDOUGH DI PLAY GROUP
    • PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK AUTIS DI TK
    • STRATEGI PEMBELAJARAN MODEL PELATIHAN MENEMPEL KAIN PERCA TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B
    • PENGARUH MODEL PELATIHAN DASAR MENGGAMBAR TIRUAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B
    • MODEL PEMBELAJARAN SENTRA PERSIAPAN MODIFIKASI TERHADAPKEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA RINGANDI SDLB C
    • PENGARUH KEGIATAN MENJAHIT TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI TK
    • PENGARUH BERMAIN TACTILE PLAY TERHADAP MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA SEDANG di SDLB
    • PENERAPAN MEDIA PLASTISIN UNTUK MENINGKATKAT MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B DI TK AL-ISLAH KECAMATAN GUNUNG ANYAR KOTA SURABAYA
    • PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS ORIGAMI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B di RA ISLAM ANANDA SURABAYA
    • PENGARUH PEMBELAJARAN MENGGAMBAR BEBAS TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI TK AL-HIDAYAH KARANGGAYAM SRENGAT BLITAR
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MEDIA ORIGAMI PADA KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA PERSATUAN TARIK-SIDOARJO
    • MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN MELIPAT KERTAS SEDERHANA KELOMPOK B TK
    • MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TERHADAP MATERI POKOK SUMBER DAYA ALAM PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 10 LOHIA DENGAN MELALUI PENERAPAN MEDIA DAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN…
    • MENINGKATKAN PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD BATIK – SIDOARJO
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM KLASIFIKASI BENTUK GEOMETRI MELALUI MEDIA BALOK PADA ANAK KELOMPOK A PAUD PUTRA HARAPAN GUMENG KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO
    • MELALUI BERMAIN PAPAN TITIAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A TK AL FITROH SURABAYA
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN ENGKLE KELOMPOK ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT GEMBIRA
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN ENGKLE KELOMPOK ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT GEMBIRA
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN ENGKLE KELOMPOK ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT GEMBIRA
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DENGAN PENGGUNAAN BAHAN ALAM PENGHASIL WARNA PADA ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA KECAMATAN SUKOMANUNGGAL SURABAYA
    • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAY DOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA I DESA PULOREJO DAWARBLANDONG MOJOKERTO
    • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAY DOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA I DESA PULOREJO DAWARBLANDONG MOJOKERTO
    • MENSTIMULASI KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK KELOMPOK A MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN MENARI DI TK BAHRUL ULUM PANJANG JIWO SURABAYA
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN KOORDINASI MOTORIK KASAR MELALUI BERMAIN MENANGKAP BOLA PADA ANAK KELOMPOK A TK TUNAS MANDIRI SEGODOREJO SUMOBITO JOMBANG
    • MENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN LARI ESTAFET PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT MUTIARA BUNDA
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK BERMAIN B MELALUI KEGIATAN BERMAIN LOMPAT TALI DI PPT MAWAR SURABAYA
    • PENGEMBANGAN PERMAINAN GOBAK SODOR MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK KECAMATAN SEKARAN LAMONGAN
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI BERMAIN SAINS PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD PLUS AL-FATTAH JARAK KULON JOGOROTO JOMBANG
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN MATEMATIKA DENGAN MODEL MAKE A MATCH DI KELOMPOK A TK ……… KECAMATAN ………… KABUPATEN …………….. TAHUN AJARAN …………..
    • UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN DAYA KONSENTRASI ANAK MELALUI CORETAN GARIS YANG SAMA PANJANG PADA ANAK ANAK KELOMPOK B1 DI TK ABA KERINGAN
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DENGAN FINGER PAINTING PADA KELOMPOK A2 RA BABUSSALAM KRIAN SIDOARJO
    • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAY DOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA I DESA PULOREJO DAWARBLANDONG MOJOKERTO
    • MENSTIMULASI KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PADA ANAK KELOMPOK A MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN MENARI DI TK BAHRUL ULUM PANJANG JIWO SURABAYA
    • MENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN LARI ESTAFET PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT MUTIARA BUNDA
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK BERMAIN B MELALUI KEGIATAN BERMAIN LOMPAT TALI DI PPT MAWAR SURABAYA
    • PENGEMBANGAN PERMAINAN GOBAK SODOR MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK KECAMATAN SEKARAN LAMONGAN
    • PENINGKATAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI BERMAIN SAINS PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD PLUS AL-FATTAH JARAK KULON JOGOROTO JOMBANG
    • MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN MATEMATIKA DENGAN MODEL MAKE A MATCH DI KELOMPOK A TK ……… KECAMATAN ………… KABUPATEN …………….. TAHUN AJARAN …………..
    Demikian contoh-contoh Tema dan Judul Laporan PKM "Pemantapan Kemampuan Mengajar" atau PKP "Pemantapan Kemampuan Propesional" yang dapat dijadikan acuan untuk membuat laporan Praktik Lapangan  PKP atau PKM bunda  dan  mahasiswa Semester akhir.  Semoga bermanfaat.  Terima kasih.  

    Untuk Isi Laporan Lengkap laporan PKP dan PKM, atau contoh judul lengkap lainnya bisa di download melalui Link di bawah ini.

    Download Contoh Isi Laporan Lengkap PKP dan PKM Mahasiswa di Sini !!.
    Selengkapnya →

    CARA PENGISIAN DATA DAN APLIKASI DAPODIK PAUD TERBARU 2015

    By sulthan on Jumat, 09 Oktober 2015

    Aplikasi Dapodik PAUD terbaru yang resmi louncing tgl 17 September 2015, dan hingga. bulan Oktober 2015 ini Dapodik ini sudah mengeluarkan sebanyak 3 versi & sekarang sdh Versi 1.1.3. (terbaru: versi 1.1.4), artinya setiap 2 - 3 minggu akan ada versi terbaru... Pendidik dan PTK termasuk para operator lembaga dan dinas harus cepat tanggap, cepat Update, cepat validasi dan cepat singkronisasi

    Cara Pengisian Peserta Didik Di Dapodik

    Ada beberapa langkah dan tahapan dalam pengisian tab peserta didik seperti berikut ini :

    Tahapan PERTAMA dalam pengisian tab peserta didik
    Memilih dan mengecek serta melengkapi data peserta didik yg sudah berstatus terdaftar (semuanya baik yang sudah

    keluar/mutasi/lulus)
    Klik menu UBAH dan isi kolom2 yg sudah disediakan
    Setiap mengisi jangan lupa klik tombol SAVE dan jangan ada kolom yang bergaris merah jika tidak ada misalkan email siswa,

    kosongkan saja tidak usah diisi denga angka atau huruf apapun.
    Lakukan satu persatu.. (harus sabar)
    Ingat data periodik jangan dilewatkan.
    Ini dapat  dilihat pada gambar di bawah ini!!!

    Data Periodik harus diisi karena data ini untuk melihat perbedaaan antara tahun pelajaran yg lalu dengan tahun pelajaran

    saat ini (2014/2015) jadi nanti akan terlihat grafik perbedaannya di database.


    Tahapan KEDUA dalam pengisian tab PESERTA DIDIK
    Jika rekan2 sudah menyelesaikan tahap pertama (di Tab Peserta Didik) operator boleh melakukan tahap ini, langkah2nya :

    Pilih peserta didik yang sudah lulus (biasanya ada di page akhir tapi bisa saja tercampur dengan peserta didik yang belum lulus)
    Jika sudah dipilih, klik registasi dan isi kolom isian registasi keterangan keluarnya yaitu "lulus" tgl keluarnya yaitu tanggal kelulusan tahun pelajaran kemarin (2014/2015). samakan dengan tanggal penulisan ijazah, lihat tanggal ijazah pada tanda tangan kepala sekolah.
    Jika sudah klik save and close.. dan lakukan dengan peserta didik yg lulus lainnya (satu persatu)
    Pilih peserta didik yg sdah mutasi/keluar (bukan lulus)
    Langkah2nya sama dengan yang di atas
    Pilih keterangan keluar karena apa sesuaikan dan tanggalnya pun sesuaikan. dan jangan lupa alasannya di isi. lanjutkan dng

    klik SAVE and CLOSE

    NB: Jika peserta didik yg diregistasi keluar secara otomatis peserta didik tersebut hilang dari tab peserta didik dan akan masuk ke tab peserta didik keluar... jika tidak otomatis anda klik saja tombol refresh yg ada di bawah


    Tahapan KETIGA dalam pengisian Tab PESERTA DIDIK
    Jika rekan2 sudah melakukan tahap kedua (di Tab Peserta Didik) lakukan hal2 berikut:

    Cari dan pilih peserta didik yg statusnya masih merah (!) alias belum terdaftar baru terinput.
    Jika sdah ditemukan lakukan registasi dengan keterangan siswa tersebut, apakah diterima pada tahun pelajaran yg kemarin,

    siswa baru ataukah  siswa pindahan
    Lakukan tahapan pertama (melengkapi data termasuk periodik)
    Jika peserta didik tsb. sdah keluar lakukan tahap Kedua
    Jika peserta didik tsb masih sekolah di sekolah anda tidak perlu melakukan tahap kedua.

    Data Periodik harus diisi karena data ini untuk melihat perbedaaan antara tahun pelajaran yg lalu dengan tahun pelajaran saat ini (2014/2015) jadi nanti akan terlihat grafik perbedaannya di database.


    Tahapan KEDUA dalam pengisian tab PESERTA DIDIK
    Jika rekan2 sudah menyelesaikan tahap pertama (di Tab Peserta Didik) operator boleh melakukan tahap ini, langkah2nya :

    Pilih peserta didik yang sudah lulus (biasanya ada di page akhir tapi bisa saja tercampur dengan peserta didik yang belum lulus)
    Jika sudah dipilih, klik registasi dan isi kolom isian registasi keterangan keluarnya yaitu "lulus" tgl keluarnya yaitu tanggal kelulusan tahun pelajaran kemarin (2012/2013). samakan dengan tanggal penulisan ijazah, lihat tanggal ijazah pada tanda tangan kepala sekolah.
    Jika sudah klik save and close.. dan lakukan dengan peserta didik yg lulus lainnya (satu persatu)
    Pilih peserta didik yg sdah mutasi/keluar (bukan lulus)
    Langkah2nya sama dengan yang di atas
    Pilih keterangan keluar karena apa sesuaikan dan tanggalnya pun sesuaikan. dan jangan lupa alasannya di isi. lanjutkan dengan.
    klik SAVE and CLOSE

    pengisian Tab PESERTA DIDIK dapodik 2014 - 2015

    NB: Jika peserta didik yg diregistasi keluar secara otomatis peserta didik tersebut hilang dari tab peserta didik dan akan masuk ke tab peserta didik keluar... jika tidak otomatis anda klik saja tombol refresh yg ada di bawah

    Tahapan KETIGA dalam pengisian Tab PESERTA DIDIK
    Jika rekan2 sudah melakukan tahap kedua (di Tab Peserta Didik) lakukan hal2 berikut:

    Cari dan pilih peserta didik yg statusnya masih merah (!) alias belum terdaftar baru terinput.
    Jika sdah ditemukan lakukan registasi dengan keterangan siswa tersebut, apakah diterima pada tahun pelajaran yg kemarin, siswa baru ataukah  siswa pindahan
    Lakukan tahapan pertama (melengkapi data termasuk periodik)
    Jika peserta didik tsb. sdah keluar lakukan tahap Kedua
    Jika peserta didik tsb masih sekolah di sekolah anda tidak perlu melakukan tahap kedua.



    Tahapan KEEMPAT INPUT PESERTA DIDIK BARU DIKELAS AWAL)

    Jika kita sudah melakukan tahap ketiga (di tab peserta didik) dilanjutkan dengan tahapan ini:

    Klik menu tambah siswa kelas 1 sd (jika sd)
    lakukan pengisian data sesuai isian2 yg sdah disediakan
    jika sudah selesai klik tombol save (bukan tombol save di menu data rinci)
    klik peserta didik yg baru tsb dan lakukan tahapan ketiga, bedanya di keterangan jenis pendaftaran di isi dng siswa baru dan tanggal daftarnya dengan tahun pelajaran saat ini (2014/2015)jika sudah selesai lakukan tahapan pertama (melengkapi data periodik)


    Catatan: dalam pengisian baik pada tahapan pertama sampai tahapan ke empat ini bisa dilakukan secara Offline/ tidak tersambung internet.

    Jika telah melakukan tahapan keempat (di Tab Peserta Didik) langkah selanjutnya adalah "PENGISIAN SISWA BARU "
    Adapun lankah-langkah untuk pengisian Siswa baru adalah sebagai berikut:

    klik menu tambah (di tab peserta didik) dan akan muncul kolom baru "Tambah Peserta Didik"
    klik menu tambah di kolom tsb dan silahkan masukan data peserta didik barunya. jika mau menambah lagi tinggal klik menu tambah kembali jika sudah dianggap selesai klik menu pindahkan ke tabel utama (proses pemindahan ini harus online krna akan disinkronkan

    dengan data diserver pusat)
    jika sudah selesai dan berhasil dipindahkan ke halaman utama, tutup kolom "tambah peserta didik baru" pilih peserta didik tsb (di halaman peserta didik) dan lakukan tahapan pertama (pengecekankelengakapan data dan pengisian data periodik). Selesailah untuk pengisian di Tab Peserta didik.

    Demikian semoga bermanfaat, terimakasih. Wassalam.
    Selengkapnya →

    RINGKASAN KEGIATAN ISI BUKU KURTILAS PERMENDIKBUD NOMOR 137/146 TAHUN 2014

    By sulthan on Minggu, 30 Agustus 2015

    Kurtilas, Kurikulum 2013, Permendibud 137/146 Kurikulum PAUD, kurikulum PAUD Terbaru
    Setelah perjalanan panjangnya dalam sosialisasi, Kurikulum 2013 PAUD atau biasa disebut "Kurtilas" PAUD ini, akhirnya bisa dipakai setelah resmi diterbitkannya 2 buah buku biru Kurtilas yaitu Buku Permen Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD dan Buku Permen Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 PAUD. 

    Buku yang telah diterbitkan ini dalam waktu yang sesingkat-singkat diupayakan dicetak oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan didistribusikan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/kota kepada Lembaga-lembaga PAUD dan gugus Paud yang menjadi binaan Dinas pendidikan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Berikut ringkasan muatan dan pengembangan yang harus dilakukan dalam Program kurtilas yang mengacu pada Standar Nasional PAUD tersebut. sbb: 

    Program pengembangan PAUD terdiri dari:
    1. Pengembangan nilai agama dan moral mencakup perwujudan suasana belajar untuk tumbuh-kembangnya perilaku baik pada peserta didik yang bersumber dari nilai agama dan moral dalam konteks bermain.
    2. Pengembangan motorik mencakup perwujudan suasana untuk tumbuh-kembangnya kematangan kinestetik dalam konteks bermain.
    3. Pengembangan kognitif mencakup perwujudan suasana untuk tumbuh-kembangnya kematangan proses berfikir dalam konteks bermain.
    4. Pengembangan bahasa mencakup perwujudan suasana untuk tumbuh-kembangnya kematangan bahasa dalam konteks bermain.
    5. Pengembangan sosial-emosional mencakup perwujudan suasana untuk tumbuh-kembangnya kematangan sosial dan emosi peserta didik dalam konteks bermain.
    6. Pengembangan seni mencakup perwujudan suasana untuk tumbuh-kembangnya apresiasi seni dalam konteks bermain.

    Indikator Perkembangan
    1. Indikator perkembangan adalah kemampuan yang diharapkan dan dicapai oleh anak pada usia tertentu.
    2. Indikator perkembangan merupakan penanda perkembangan yang lebih spesifik yang terukur pada satu program pengembangan untuk memantau/menilai perkembangan anak.
    3. Indikator perkembangan juga merupakan gambaran minimal mengenai ciri-ciri peserta didik yang dianggap telah mencapai kemampuan dasar pada tingkatan usia tertentu.
    4. Indikator perkembangan merupakan kontinum perkembangan usia lahir-6 tahun.
    5. Indikator perkembangan tidak dibuat untuk menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi menjadi panduan yang digunakan pendidik dan/atau pengasuh dalam melakukan stimulasi dan observasi.
    6. Indikator perkembangan dirumuskan berdasarkan Kompetensi Dasar (KD).
    7. Kompetensi Dasar (KD) dirumuskan berdasarkan Kompetensi Inti (KI) yang mempunyai 4 ranah, yaitu Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan, dan Keterampilan.
    Fungsi Indikator
    1. Indikator perkembangan menjadi acuan untuk memantau/menilai perkembangan anak sesuai dengan tahapan usianya
    2. Indikator perkembangan tidak dibuat untuk menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi menjadi panduan yang digunakan pendidik dan/atau pengasuh dalam melakukan stimulasi dan observasi kemajuan perkembangan peserta didik.
    3. Indikator juga dapat:
    • Memberi inspirasi dalam mengembangkan materi pembelajaran
    • Memberi inspirasi dalam mendesain kegiatan pembelajaran
    • Memberi inspirasi dalam mengembangkan bahan ajar

    PROGRAM SEMESTER
    • Perencanaan program semester berisi daftar tema dan sub tema dalam satu semester, serta Kompetensi Dasar yang dipilih pada tema tersebut, termasuk alokasi waktu setiap tema dengan menyesuaikan hari efektif kalender pendidikan yang bersifat fleksibel.
    • Penentuan tema dapat dikembangkan oleh satuan PAUD atau mengacu pada contoh tema yang ada dalam Panduan
    • Cara Penyusunan Program Semester
    • Tema dan sub tema dikembangkan berdasarkan minat anak, potensi satuan PAUD atau dapat diambil dari contoh yang terdapat dalam Panduan.
    • KD diambil dari struktur kurikulum yang paling sesuai dengan tema – sub tema yang ditetapkan.
    • Alokasi waktu ditetapkan sesuai dengan kedalaman dan keluasan yang ingin dicapai sesuai dengan potensi satuan PAUD
    • Alokasi waktu minimal untuk satu semester adalah 17 minggu

    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MINGGUAN (RPPM)
    • Perencanaan program mingguan merupakan rencana kegiatan yang disusun untuk pembelajaran selama satu minggu.
    • Diturunkan dari program semester
    • Berisi sub tema, muatan/ materi pembelajaran dan rencana kegiatan
    • Muatan/materi pembelajaran dikembangkan dari KD dan dihubungkan dengan tema/sub tema yang dipilih.
    • Merencanakan kegiatan adalah memilih kegiatan yang mampu mewujudkan seluruh muatan /materi pembelajaran yang telah dipilih.
    • Kegiatan yang bersifat rutinitas dimasukan kedalam SOP, kecuali ada materi baru.

    RPPH berisi :
    • Nama lembaga, semester/minggu ke, hari/tanggal, kelompok usia
    • Tema / Sub Tema
    • Materi/Muatan Pembelajaran
    • Kegiatan Pembelajaran yang mengandung pembuka, inti dan penutup
    • Kegiatan main minimal empat variasi kegiatan
    • Alat dan Bahan
    • Rencana evaluasi

    CARA MEMBUAT RPPH
    • Pilih beberapa kegiatan yang ada di RPPM
    • Sesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh lembaga
    • Kegiatan harian berisi pembuka, inti dan penutup
    • Penyusunan kegiatan harian disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang dimiliki satuan pendidikan
    • Kegiatan harian dibuat oleh guru/pendidik baik perorangan maupun kelompok.
    Catatan:
    • Kegiatan yang bersifat rutin dijadikan Standar Operasional Prosedur
    • Jika KD atau muatan /materi pembelajaran belum di dapatkan anak pada tema yang dirancang maka KD tersebut dapat terus dikembangkan pada tema yang lain dengan bentuk kegiatan yang berbeda.

    PENILAIAN dan PELAPORAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI

    Penilaian adalah PROSES mengumpulkan dan menafsirkan berbagai informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, menyeluruh tentang tumbuh kembang yang telah dicapai peserta didik selama kurun waktu tertentu. Penilaian dilakukan oleh pendidik dengan menggunakan Pendekatan Otentik (Authentic Assessment)
    Tahap 1 : OBSEVASI adalah cara pengumpulan data/informasi melalui pengamatan langsung terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan anak
    Tahap 2 : Pencatatan (anekdot, hasil karya anak, catatan harian).

    Hal – hal Yang perlu dicatat :
    1) Kegiatan
    2) Kata
    3) Bahasa tubuh & ekspresi wajah
    4) Hasil karya

    Tahap 3 : pengolahan hasil belajar
    1. semua hasil pengolahan digabungkan dalam format checklist harian
    2. setiap hasil pencatatan dianalisis dengan menggunakan alat ukur KD

    Tahap 4 : pengarsipan
    1. Proses pengarsipan dilakukan dengan membuat Portofolio
    2. Portofolio adalah kumpulan berbagai hasil kegiatan secara berkesinambungan serta catatan pendidik tentang berbagai aspek pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kurun waktu tertentu.

    STANDAR OPERASIONAL PELAYANAN (SOP) LEMBAGA PAUD

    SOP Umum 
    Sebelum pendidik melaksanakan pembelajaran, diharapkan pendidik memahami tahapan-tahapan pelaksanaan sebagai berikut :
    1. Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
    2. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui bermain. Kegiatan bermain yang dipilih adalah kegiatan bermain yang mampu menstimulasi dan mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak. Pilihlah kegiatan main yang kaya akan stimulasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
    3. Alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, tahapan perkembangan, dan lingkungan anak.
    4. Alat dan bahan main disiapkan sebaik mungkin sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, baik untuk aktivitas individu, kelompok kecil, kelompok sedang, maupun kelompok besar.
    5. Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
    6. Semua proses dan karya anak dikumpulkan sebagai bahan penilaian (asesmen) ketercapaian pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil karya anak dapat dipajang sesuai dengan keperluan.
    7. Untuk berjalannya seluruh kegiatan di atas, dapat disusun aturan atau tata tertib yang penyusunannya berdasarkan kesepakatan pendidik dan pengelola untuk mengatur keberlangsungan kegiatan pembelajaran dengan efektif.

    CONTOH SOP PENATAAN LINGKUNGAN :
    1. Pendidik menyiapkan alat main yang akan digunakan anak maksimal 30 menit sebelum anak datang.
    2. Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
    3. Penataan alat main harus berdasarkan RPPH yang sudah dibuat.
    4. Alat bermain yang ditata harus mewakili 3 jenis main yaitu main sensorimotor, main peran, dan main pembangunan, untuk memberikan pengalaman bermain yang beragam.
    5. Alat main ditata di area yang aman. Jika bermain yang menggunakan air, pastikan bahwa lantai tidak licin, sehingga tidak menjadikan mudah terpeleset.
    6. Penataan alat main mendukung perkembangan bahasa, kognitif, sosial-emosional anak.
    7. Alat main yang ditata dapat digunakan dengan berbagai cara sehingga menumbuhkan kreativitas anak.
    8. Alat main yang disiapkan dipastikan dalam kondisi baik, lengkap setnya, tidak retak.
    9. Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang mudah dijangkau oleh anak.
    10. Disiapkan tempat untuk membereskan mainan sesuai dengan kategorinya.

    CONTOH SOP KEGIATAN MAKAN :
    1. Kegiatan makan dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok didampingi guru
    2. Siapkan alat makan sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia untuk membangun pemahaman matematika dan kepedulian sosial.
    3. Pastikan semua anak sudah mencuci tangannya, sebelum mereka duduk di kursi makan.
    4. Pastikan semua anak sudah duduk di tempatnya, saat guru mengenalkan menu makan dan kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh.
    5. Apabila anak membawa makanan dari rumah, ceklah apakah makanan tersebut cukup memenuhi unsur kecukupan gizi.
    6. Pastikan semua anak memiliki bekal, jika ada anak yang tidak membawanya berikan contoh untuk berbagi.
    7. Ajak anak bersyukur bahwa ada makanan yang dapat dimakan. Awali dengan berdoa yang dipimpin oleh anak secara bergantian setiap harinya.
    8. Makan dengan tertib, tidak berceceran, dan tidak menyisakan makanan terbuang.
    9. Kenalkan pada anak sopan santun saat makan.
    10. Jika selesai ajak kembali anak berdoa, dan mengucapkan syukur.
    11. Ajak anak untuk menyimpan kembali alat makan ke tempat semula. Jika memungkinkan biarkan anak mencucinya.
    12. Ajak anak-anak untuk membersihkan kembali tempat yang sudah digunakan agar tidak ada sisa makanan yang tercecer.
    13. Bila anak sudah selesai merapikan kembali, ajaklah anak untuk mengikuti kegiatan transisi

    CONTOH SOP PEMBUKAAN:
     
    Prosedur
    1. Awali dengan kegiatan berdoa dan bernyanyi.
    2. Pendidik memberikan kesempatan kepada anak untuk menceritakan pengalaman dan mendiskusikannya.
    3. Pendidik bersama anak melakukan percakapan untuk mengecek kehadiran sambil membiasakan anak untuk memperhatikan dan menyebutkan temannya yang tidak masuk.
    4. Biasakan selalu berbicara dengan lembut (soft speaking communication).
    5. Biasakan mengawali kegiatan dengan membacakan buku atau bacaan lain sesuai dengan tema (selalu menyebutkan judul buku dan nama pengarangnya).
    6. Sebelum masuk ke kegiatan hari ini, tanyakan kembali kegiatan yang dilakukan kemarin.
    7. Selalu mendiskusikan tema, lingkup materi, kegiatan yang akan dilakukan, serta kosakata terkait di awal kegiatan.
    8. Mendiskusikan aturan bermain.
    9. Memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih mainan.

    CONTOH SOP PENYAMBUTAN ANAK:
    1. Saat anak memasuki lingkungan sekolah, pendidik mempersiapkan diri menyambut anak.
    2. Pendidik memposisikan tubuh sejajar dengan ketinggian anak dan mengupayakan kontak mata, mengucap salam, menyapa nama anak, menanyakan kabar anak dengan ramah serta diupayakan menggunakan bahasa/ kebiasaan keluarga masing-masing.
    3. Mengekspresikan kasih sayang, mis: pelukan, usapan tangan, diberikan bila anak merasa nyaman. Pendidik menghormati pendapat anak bila anak tidak merasa nyaman.
    4. Pendidik mempersilahkan anak untuk menyimpan barang pribadi di tempatnya secara mandiri.
    5. Pendidik melakukan cek kondisi fisik dan kesehatan anak secara sederhana sambil mengajak bercakap-cakap membicarakan hal-hal ringan pagi ini (misalnya: suhu badan, ada tidaknya luka, mata, kuku).
    6. Pendidik membuat catatan dan mengambil tindakan yang diperlukan bila menemukan kondisi fisik dan kesehatan anak yang perlu penanganan.
    Demikian ringkasan isi Kurtilas " PERMENDIKBUD NOMOR 137 TAHUN 2014 DAN PERMENDIKBUD NOMOR 146 TAHUN 2014", Semoga Bermanfaat. termakasih 

    Selengkapnya →