Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Mengharukan! Anak Sopir Truk Sampah Ini Tak Sanggup Untuk Tidak Bersujud di Kaki Sang Ayah Saat Dinyatakan Lulus

By sulthan on Selasa, 11 Juli 2017

Klanarong Srisakul mengaku awalnya malu memiliki seorang ayah yang bekerja sebagai sopir truk sampah.

Kini, setelah ia lulus dari Universitas Chulalongkorn di Bangkok, Thailand, Klanarong hanya bisa bersimpuh di hadapan kaki ayahnya yang telah banting tulang mencari uang demi pendidikan anaknya.



“Dulu, aku selalu merasa malu dengan ayahku. Aku bertanya pada diri sendiri, mengapa ia tidak memakai seragam keren seperti ayah teman-teman saya, yang tentara dan polisi,” tulis Klanarong dalam akun Facebook miliknya, dikutip Stomp.

Sebuah foto ikut diunggah Klanarong untuk menunjukkan rasa bangga terhadap sosok ayah yang selama ini membiayainya kuliah.

Dalam foto tersebut, Klanarong yang mengenakan pakaian adat Thailand berwarna putih dengan list coklat kuning keemasan bersimpuh di hadapan ayahnya yang sedang berdiri.

Momen tersebut dilakukannya tepat di depan truk hijau yang selalu digunakan ayahnya untuk mengumpulkan sampah di beberapa wilayah di kota Bangkok.

“Ini caraku membayar penghormatan kepada ayah sekaligus ucapan terima kasih atas kelelahannya, air mata, dan saat-saat bahagia bersama,” tulisnya dalam teks foto tersebut.

Selain itu, Klanarong sempat menuliskan beberapa curahan hati dalam status pribadinya terkait hubungannya dengan sang ayah.

“Saat aku dewasa, kami berbagi mimpi. Ayahku harus berhenti sekolah sejak kelas IV SD. Kemudian ia berpesan supaya mimpinya bisa dikabulkan untuk melihatku bisa terus sekolah,” bebernya.

Klanarong mengaku, dirinya sempat gagal saat mengikuti tes menjadi tentara. Hal itu cukup disesalinya karena membuat ayahnya kecewa.

“Waktu itu, aku gagal jadi tentara. Aku pikir ayah tidak menangis. Tapi, kemudian aku tahu kalau dia diam-diam menangis,” kenangnya.

Meski demikian, laki-laki berkacamata tersebut tidak patah semangat. Hingga akhirnya ia bisa menembus ujian masuk Universitas Chulalongkorn di Bangkok.

Bahkan, ayahnya sengaja meliburkan diri hanya untuk memastikan anaknya akan menjadi salah satu mahasiswa di universitas tertua dan terbaik di Thailand tersebut.

“Ayah menahan air matanya. Ini adalah saat yang membanggakan bagi kami sekeluarga,” paparnya.

Memasuki semester akhir kuliahnya, ayah Klanarong bertanya kepadanya apakah malu memiliki ayah seperti dia dan harus berhemat? Klanarong hanya bisa tertegun.


“Sekarang, aku hanya ingin berterima kasih atas dukungannya dalam segala hal. Aku tidak lagi merasa malu karena dia ayah nomor satu bagiku. Aku bangga dengan ayah,” pungkasnya.
Selengkapnya →

Bikin Nangis. Anak Ini Belajar Dibawah Penerangan Lampu Jalan Demi Meraih Impiannya

By sulthan on Senin, 31 Oktober 2016

Setiap orang pasti selalu dan ingin mengejar, mencapai meraih cita-citanya tertinggi. Meskipun ada hambatan yang menerjang di depan mata, di saat diri sudah berada di puncak semangatnya pasti akan teratasi. Terlebih dalam hal semangat belajar untuk meraih cita-cita. Bila semangat belajar sudah ada di dalam diri, apapun yang menghalangi bukan suatu masalah untuk tetap rajin belajar.


Seorang pria bernama Brian Parantar yang berasal dari Negara Philipina melalui akun facebooknya berbagi cerita pengalaman yang sangat menarik yaitu bertemu dengan seorang anak sedang belajar di bawah lampu jalan. Ia menceritakan pada saat itu akan menuju Romandiyas di Calinan di Kota Davao. Lantas ia melihat seorang anak yang sedang tekun belajar di bawah penerangan jalan. Ini benar-benar seorang anak yang sangat rajin. Tuturnya "

Dari penuturan Brian, anak tersebut sedang duduk di kelas 2 SD. Brian saat itu sangat tersentuh dengan semangat yang tercermin dalam diri anak tersebut. Ia sangat berharap dengan membagi kisah siswa SD ini mendorong atau memacu semangat dan menginspirasi anak-anak lainnya untuk tetap semangat belajar, meskipun dalam kondisi agak sulit seperti yang dialami siswa SD tersebut.

Sekarang, lihatlah di beberapa kota besar Indonesia. Banyak anak-anak sekolah menghabiskan waktu diluar jam belajarnya seperti maen game, main PS, bahkan ada yang sampai melakukan tawuran dan juga terjerumus kedalam hal-hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA KISAH INSPIRASI 
Hati-Hati Ketika Bertemu dengan Sopir Angkot Seperti Ini
Koma 3 Jam Setelah Melahirkan, Ibu Ini Sadar Usai Mendengar Tangisan Bayinya
Seorang Pria Memberikan Sedekah 10 Ribu Pada Pengemis, Namun Jawaban Pengemis Meneteskan Air Mata Pria Ini

Untuk sahabat semua, lihatlah mereka yang kurang beruntung dalam hidupnya masih mewujudkan keinginan kuat untuk meraih impiannya. Nah, bagi Anda sahabat renungan islam yang baik hati sedang membaca kisah ini, mari memberikan semangat kepada anak-anak Anda supaya lebih giat untuk belajar meraih cita-cita.

Untuk sahabat yang sedang menempuh pendidikan, semoga semangat belajar semakin terpacu, belajarlah dan ambillah semangat dari anak tersebut.

Semoga menginspirasi kita semua. Silahkan sebarkan kisah inspirasi ini.
Selengkapnya →

Masya Allah, Inilah Kisah Tuna Netra yang Bikin Kita Semua Malu Semalunya

By sulthan on Minggu, 30 Oktober 2016

Awalnya, sang penulis kisah tidak mengetahui bahwa penjual krupuk tersebut buta. Ia menjadi tersentak saat pria penjual krupuk itu menyodorkan semua uangnya agar pembeli mengambil sendiri uang kembaliannya. Yang lebih menggetarkan hati adalah jawabannya ketika ditanya “tidak takut rugi?”


Ini kisahnya

Saya : Pak, krupuk berapa harganya?
Bapak : 3000 mas
Saya : beli 3 ya pak

Bapak itu berdiri dan meraba-raba letak tas pinggangnya..
Saya : Astagfirullah... Ternyata bapak itu buta (‪dalam hati)
Saya lihat bapak itu cuma bengong. .
Saya : ini uangnya, Pak
Bapak : 3 ya. Jadi 9000
Saya : iya
Bapak : uangnya berapa?
Saya : X0. 000
Bapak : bentar ya kembaliannya

Bapak itu sibuk membongkar uang di tasnya.. nyaris dikeluarkan semua di tangannya

Bapak : Ambil saja Mas kembaliannya
Seketika itu saya pun terkejut mendengar perintah dari si Bapak.
Dalam hati, "Saya kan cuma pengen tahu gimana cara bapak itu balikin kembalian... ga serius ambil kembalinya..."

Secara spontan saya bertanya kepada bapak itu.
Saya: Pak, Kalo saya kasih uangnya 2000 terus saya ambil kembalinya 10.000, Bapak kan gak tahu. Terus nanti bapak rugi dong?

Bapak : Gusti Allah gak akan salah alamat kasih rejeki Mas. Kalo sekarang saya harus rugi, saya yakin Gusti Allah pasti lagi nyiapin rejeki lain buat saya..

Subhanallah... gemetar hati mendengarnya ‪#‎speechless
 BACA JUGA : Subhanallah...!!! Jaga, Sayangi dan Muliakan Selalu Istrimu. Maka...
Bapak : Udah ambil kembalinya?
Saya : ga usah Pak.. hari ini... Allah kirim rejeki untuk Bapak..
Bapak : Terima kasih, Mas

Saya : Sama-sama.. Bapak hati-hati ya..
Selengkapnya →

Masya Allah. Tidak Ingin Menghidupi Keluarga dari Hasil Uang Haram. Polisi Ini Berkeliling Pasar Menjual Bumbu Dapur Setiap Pagi

By sulthan

Pasti kebanyakan orang beranggapan sebagian polisi senang melakukan pungutan liar ataupun melakukan sesuatu tindak karena memiliki jabatan (minimal jabatannya seorang polisi). Seperti yang terlihat saat ini banyak masyarakat memberikan peniliaian terhadap kinerja polisi terhadap tindakan-tindakan yang melenceng.

AIPTU M.Khamin
Tidak dengan salah satu sosok polisi ini yang bernama lengkap M. Khamin (45 tahun). Bapak polisi ini bertugas di Polsek Wonosalam wilayah Polres Jombang. Mungkin bagi sebagian orang disana mengenal dengan sosok Polisi ini.

Pangkat Polisi ini tergolong sudah tinggi yaitu berpangkan AIPTU (Ajun Inspektur Polisi Satu). Setiap hari sebelum berangkat dinas ke Polsek Bapak Polisi ini akan berkeliling ke sejumlah pasar yang ada di sekitar Jombang. Apa yang dilakukan Bapak ini akan membuat Anda terperangah, Bapak ini memasok sachet bumbu dapur instant ke berbagai pasar.

Pekerjaan ini sudah lama digeluti oleh Bapak M.Khamin sejak 15 tahun yang lalu. Saat ditemui di Pasar Peterongan Jombang, Aiptu Khamim mengaku bahwa pekerjaan sampingannya tersebut sengaja dipilih karena saat itu ia ingin bisa memiliki rumah untuk keluarganya.

“Padahal gaji saya saat itu hanya cukup untuk kebutuhan rumah tangga sehari­hari. Saat itulah saya mulai mencari penghasilan tambahan untuk bisa membangun rumah impian kami. Dan akhirnya saya pilih menjajakan bumbu dapur,” ucapnya, sebagaimana dikutip dari Surya, Rabu (24/10/2016).

Adapun bumbu yang dipasoknya merupakan buatan sebuah pabrik bumbu yang ada di Sidoarjo dan dahulu ia kesulitan untuk menawarkannya mengingat bumbu instant masih belum ramai digunakan.

Meski demikian, keinginannya untuk mendapatkan rezeki yang halal untuk  keluarga membuat Aiptu Khamim terus berusaha sekuat tenaga menawarkan dagangannya kepada pemilik lapak di pasar maupun mendatangi sejumlah warga di pemukiman.
“Itu saya lakukan sebelum bertugas maupun sesudah lepas dinas,”
lanjutnya.

Setiap hari Bapak Khamin berangkat dari Sidoarjo ke tempat dinas di Jombang menempuh jarak 35 Km, dan Bapak Khamin tidak pernah berkeluh kesah meski tempatnya agak jauh.

Sampai kini, perjuangan selama 15 tahun tidak sia-sia. Bapak Khamin telah memiliki pelanggan tetap yang cukup banyak menerima pasokan sachet bumbu dapur darinya.

“Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 03.00 WIB dan sampai di pasar sekitar pukul 05.00 WIB. Shalat subuh saya lakukan di masjid yang saya lalui. Itu saya lakukan agar tidak mengganggu dinas saya sebagai polisi,” ungkapnya.

Lantaran profesi sampingan Aiptu Khamim sudah cukup dikenal oleh rekan­rekannya sesama polisi, ia pun sering dijuluki “Polisi Bumbu”. Meski demikian, ia tidak mempermasalahkannya dan mengaku bahwa teman-­temannya di kepolisian sudah memahami dirinya.

Setelah memiliki pelanggan yang cukup banyak, kini Aiptu Khamim selalu membawa 2 kuintal bumbu instant ketika berangkat dinas. “Jadi setiap hari dengan motor ini saya mengangkut dua kuintal bumbu dari Sidoarjo ke sejumlah pasar di Jombang,” tuturnya.

Selain itu dari pengakuannya, setiap bungkus Khamin hanya mendapatkan keuntungan 200 perak (Rupiah). Meski demikian, Bapak Khamis sangat bahagia dengan pekerjaannya tersebut. Ia mengatakan, pekerjaan sampingannya itu lebih berkah dibanding harus mengais uang haram dari pungli-pungli.

BACA JUGA KISAH INSPIRASI LAINNYA


“Pekerjaan sampingan ini lebih mulia daripada merugikan orang lain, seperti melakukan pungli misalnya. Bapak Kapolres juga sudah tahu profesi sampingan saya ini. Insya Allah saya akan tetap menjalankan pekerjaan ini sepanjang tidak mengganggu waktu dinas,” pungkasnya


Silahkan sebar dan bagikan kisah inspirasi ini kepada sahabat-sahabat Anda. Semoga menginspirasi.
Selengkapnya →

Mantan Gangster Ini Akhirnya Bertaubat, Namun Sebelumnya Ia Bermimpi Kiamat

By sulthan

Jangan melihat seseorang dari tampang luarnya saja. Mungkin itu yang tergambarkan kala melihat Muhamad Fadhil Husin. Meski di wajahnya terlihat tato, namun siapa sangka, pria ini kerap berdakwah.



Perjuangan Muhamad Fadhil Husin mempelajari Islam tidaklah mudah. Pasalnya dia menghabiskan waktu 8 bulan untuk belajar Al Fatihah.

“Bayangkan untuk belajar membaca surah Al Fatihah saja, saya butuh waktu hingga delapan bulan dan ketika menunaikan shalat, saya hanya bisa membaca Al Fatihah,” kata Fadhil.

Pria berusia 29 tahun ini mengaku proses taubatnya berkat doa ibunda. Dengan doa ibunya, Fadhil merasa mendapatkan energi untuk meninggalkan dunia kelam selama menjadi bos gengster.

“Ternyata kata-kata ibu doa buat saya. Ketika itu dia memberitahu saya keluarlah kalau perkara itu baik dan jangan kembali,” ungkapnya.

Sebelum bertobat, Fadil memang dikenal sangat dekat dengan dunia hitam dan kekerasan. Di usia 12 tahun, kelakuannya sudah kejam dan ganas. Kala itu, dia menggunakan sebatang kayu untuk menganiaya lelaki yang sudah beruisa dewasa hingga terluka parah.

Akibat perbuatan tersebut dia sudah merasakan dinginnya jeruji besi. Dan saat itu pula, dia langsung menggambar seluruh tubuhnya dengan beragam gambar.

Di usia 22 tahun, Fadhil hampir saja mati, ketika itu ia dihajar  oleh massa bersenjata kayu dan senjata tajam. Fadhil memang dibesarkan dalam lingkungan yang keras.

Menjadi bos gengster merupakan satu-satunya pilihan karena dia diasuh oleh keluarga yang percaya kejahatan merupakan satu-satunya cara untuk bertahan dalam hidup.

“Saya tak peduli apa nasihat emak. Malah saya tak pedulikan Allah,” kenang Fadhil.

Mimpi Kiamat
Keluar dari jeruji besi, Fadhil langsung bergabung dengan gengster China Singapura, yang bergelimang uang, alkohol, dan narkoba. Di samping bergelimang kejahatan tentunya.

“Selain maksiat dan narkoba, saya kerap makan babi,” katanya.

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Meski Fadhil keluar masuk penjara, serta kerap berhadapan dengan maut, akhirnya lelaki ini disadarkan oleh Allah melalui sebuah mimpi.

“Saya mimpi seperti kiamat, dilanda ombak besar, dan hanyut lalu terdampar bersendirian.”


“Sebulan setelah mimpi itu, saya tak keluar rumah kerana takut datangnya kiamat.
Selengkapnya →

Masya Allah. Kisah Inspirasi Seorang Perempuan Menggendong Suaminya Sampai Menggugah Hati Ribuan Orang

By sulthan on Sabtu, 29 Oktober 2016

Smartphone Terbaru, Harga HP Android, Android Murah, Smartphone Murah, HP Android Murah, Smartphone, Harga Mobil, Android Terbaru, Mobil Toyota

Kisah menyentuh dari seorang wanita bernama Ganeshayu Roesmayanti ini dibagikan oleh seorang pengguna Facebook bernama Icha Rie Sa.

Semenjak diposting pada 21 Oktober 2016 kemarin, postingan tersebut langsung saja menjadi viral. Hingga tulisan ini dibuat, tulisan tersebut telah dibagikan sebanyak 13.396 kali. Pantaslah jika postingan itu menarik perhatian netizen, pasalnya Icha mengunggah sebuah cerita yang disertai dengan foto-foto menyentuh hati.

Dalam foto yang diunggah oleh Icha, tampak seorang wanita tengah menggendong seorang pria.

Pria tersebut tak lain adalah suaminya sendiri.

Pria itu tampak tergolek lemah di dekapan istrinya. Sebuah selang terlihat ada di hidungnya. Ternyata ia menderita sebuah penyakit sehingga tak mampu berjalan sendiri. Sang istri pun dengan setia menggendong suaminya tersebut dengan membopongnya sendiri tanpa bantuan orang lain.



Berikut adalah kisah yang dituturkan oleh Icha :

Dia (wanita yang menggendong suaminya) adalah Ganeshayu Roesmayantii, sahabatku sewaktu kuliah di Politeknik Negeri Bandung (POLBAN).

Dalam postingan itu, Icha juga menuliskan alamat rekening yang bisa digunakan jika ingin memberikan bantuan.

Teman-teman bisa mendonasikan langsung ke :

Atas Nama Ganeshayu Roesmayanti

Postingan itu pun langsung dibanjiri komentar dan doa netizen yang diperuntukkan untuk Ganeshayu.

“Ini baru di sebut wanita Sholehah susah senang tetap setia kepada suaminya,,.. salut mba,…” tulis Muhammad Hisyam.

“Sampai menitikkan air mata. syafahallah u suaminya mbak ganesha,” tulis Uswah Salisa.

“Semoga Allah mengangkat penyakit suami mu mbak nes…es…
semoga mbak selalu diberi ketabahan dan keiatiqomahan yah mba,” tulis Riza Muliarni Bunda Zabran.


“Istri yang luar biasa….semoga Allah segera mengangkat penyakit suaminya aamin,” tulis Bunda Shakila.
Selengkapnya →

Kisah Inspirasi: Setelah Suami Meninggal Ibu dengan 8 Anak Ini Mendapat Rezeki Berlimpah dari Allah. Apa Rahasianya ?

By sulthan on Kamis, 27 Oktober 2016

“Saya nggak mau jadi ibu rumah tangga saja. Kalau suami meninggal atau kita bercerai, gimana? Siapa yang kasih makan saya dan anak-anak? Istri itu harus mandiri finansial supaya bisa punya uang untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa dengan suami.”

Ilustrasi Ibu dan Anak
Seketika, kalimat itu buyar kala saya berhadapan dengan seorang wanita berusia 47 tahun yang datang ke rumah saya untuk mengisi pengajian. Wanita bersahaja itu datang jauh-jauh, cukup jauh dari komplek perumahan tempat tinggal saya, untuk memberi pengajian secara gratis. Ingat, gratis lho…. Nggak ada bayaran sepeser pun kecuali sajian makan siang yang saya berikan. Dia datang untuk menggantikan guru ngaji saya yang berhalangan. Sambil menunggu teman-teman lain, kami ngobrol-ngobrol.

“Coba tebak, anak saya berapa, Bu?” tanyanya, ketika kami sedang ngobrol soal anak-anak. Saya sedikit mengeluhkan kondisi rumah yang berantakan karena anak-anak nggak bisa diam, lalu dia memaklumkan. Namanya juga anak-anak. Dia sudah berpengalaman karena anaknya lebih banyak dari saya.
“Ehm… empat?” (pikir saya, paling-paling cuma selisih satu).
“Masih jauh….”
“Tujuh….”
“Kurang… yang benar, delapan.”
Mata saya membelalak. Masya Allah! DELAPAN?!
“Itu masih kurang, Bu. Ustazah Yoyoh (almarhumah Yoyoh Yusroh, mantan anggota DPR) saja anaknya 13. Jadi, saya ini belum ada apa-apanya,” katanya, merendah.

Setelah itu, mengalirlah cerita-ceritanya mengenai anak-anaknya sampai teman-teman saya datang dan acara mengaji pun dimulai. Di sela pengajian, wanita itu bercerita mengenai keluarganya. Dari situ saya baru tahu kalau suaminya sudah meninggal dunia! Meninggal karena kecelakaan motor, meninggalkan istri dan delapan anak, yang terkecil berusia 2,5 tahun dan sang istri, ya… wanita itu… seorang IBU RUMAH TANGGA.

Ibu rumah tangga di sini maksudnya nggak kerja kantoran, tapi juga bukan pengangguran. Beliau aktif mengisi pengajian. Lalu, bagaimana kehidupannya setelah suaminya meninggal? Beliau nggak punya gaji, nggak kerja kantoran. Coba, gimana? Apa beliau lalu sengsara dan anak-anaknya putus sekolah? No. no, no….

Kalau saya mengingat kalimat pembuka di atas kok kayaknya mustahil ya seorang ibu yang nggak bekerja dan suaminya meninggal dunia, bisa bertahan hidup dengan delapan anak dan anak-anaknya bisa tetap kuliah. Mustahil itu… NGGAK MUNGKIN!

“Bagi Allah, nggak ada yang nggak mungkin, Bu. Asal kita percaya sama Allah. Allah yang kasih rezeki, kan? Percaya saja sama Allah. Saya cuma yakin bahwa semua yang saya dapatkan selama ini adalah karena kebaikan-kebaikan saya dan suami semasa hidup. Saya cuma berbagi pengalaman ya, Bu, bukan mau riya. Memang, suami saya dulu itu orangnya pemurah. Kalau ada yang minta bantuan, dia akan kasih walaupun dia uangnya pas-pasan. Alhamdulillah, Allah kasih ganti. Sewaktu suami masih hidup, kami hidup sederhana. Rezeki suami itu dibagi ke orang-orang juga, padahal anak kami ada delapan. Suami nggak takut kekurangan…..”

Kami menahan napas…..

“Hingga suami saya meninggal dunia… uang duka yang kami dapatkan itu… Masya Allah… jumlahnya 100 juta. Padahal, suami saya itu biasa-biasa saja, bukan orang penting. Uang itu langsung dibuat biaya pemakaman, tabungan pendidikan anak, dan sisanya renovasi rumah yang mau ambruk.”

Dengar uang 100 juta dari uang duka saja, saya sudah kagum.

“Saat renovasi rumah, saya serahkan saja ke tukangnya. Dia bilang, uangnya kurang. Saya lillahi ta’ala saja. Yang penting atap rumah nggak ambruk, karena memang kondisinya sudah memprihatinkan. Khawatirnya anak-anak ketimpa atap…..”

Saya membayangkan, keajaiban apa lagi yang didapatkan oleh wanita itu?

“Nggak disangka. Begitu orang-orang tau kalau saya sedang renovasi rumah, mereka menyumbang. Bukan ratusan ribu, tapi puluhan juta! Sampai terkumpul 100 juta lagi dan rumah saya seperti bisa dilihat sekarang…. Sampai hari ini, saya masih dapat transferan uang dari mana-mana, Bu-Ibu. Saya nggak tau dari siapa aja karena mereka nggak bilang. Saya juga udah nggak pernah beli beras lagi sejak suami meninggal. Selalu ada yang kasih beras.”

Duh, nggak bisa nahan airmata deh jadinya….

Apa rahasianya?

“Berbuat baik kepada siapa saja, sekecil apa pun. Insya Allah ada balasannya. Rezeki itu milik Allah. Kalau Allah berkehendak, Dia akan kasih dari mana pun asalnya….” tutupnya.

Rezeki itu milik Allah, siapa pun tidak boleh takabur. Bekerja bukanlah sarana menyombongkan diri bahwa hidup kita bakal terjamin karena bekerja. Yang menjamin hidup kita adalah Allah. Bekerja diniatkan untuk ibadah. Pembuka rezeki bisa datang dari mana saja, salah satunya dari berbuat kebaikan sekecil apa pun.

Ucapan, “Kalau suami meninggal atau bercerai, siapa yang kasih makan saya dan anak-anak?” itu sama saja dengan sirik, atau menduakan Allah.

Menganggap diri kita super, dengan kita bekerja, maka rezeki terjamin. Padahal, Allah yang kasih rezeki. Jika dulu Allah kasih rezeki melalui suami, besok Allah kasih lewat jalan lain. From Allah to Allah.


Dipublikasikan  oleh Akun Facebook Kingkin Anida Darisun
Selengkapnya →

Teuku Wisnu: Dulu Pemain Sinetron Terkenal. Sekarang Mobil, Uang dan Harta Bukanlah Sumber Kebahagiaan.

By sulthan

Artis sinetron Teuku Wisnu memaparkan bahwa alasan utama dirinya hijrah secara totalitas kepada Islam adalah karena kehampaan yang ada didalam diri. Kekayaan dan uang yang dimiliki tak sanggup memberikan kebahagiaan.



“Dahulu saya memiliki prinsip bahwa sumber kebahagiaan adalah uang, saya kumpulin uang sebanyak-banyaknya, dan ternyata yang saya rasakan kosong, hampa ga ada apa-apa.” papar Teuku Wisnu.

Proses taubat dan hijrah yang dilakukan Wisnu juga bukan terjadi sekali, namun berkali kali. Wisnu memaparkan bahwa pernah bertaubat dan kemudian kembali lagi bermaksiyat. Hingga akhirnya bertekad untuk bertaubat yang sesungguhnya dengan meninggalkan kebiasaan buruknya dan meninggalkan pergaulanya yang penuh kemaksiyatan. Hingga kemudian Wisnu memilih secara totalitas menuju jalan Allahlah membuat Teuku Wisnu meninggalkan dunia sinetron.

Ketika ditanya apakah tidak takut kehilangan harta yang berlimpah, Wisnu menjawab dengan opimis dan senyumanya yang khas : “Alhamdulillah janji Allah benar, ketika kita meninggalkan sesuatu karena ketaatan kepada Allah maka Allah akan memberikan rizqi dari arah yang tak disangka-sangka“.


dikutip dari wawancara Khasanah Trans7 Perjalanan Taubat Teuku Wisnu
Selengkapnya →

Niat Ingin Mengkhitbah, Pria Ini Malah Langsung Dapatnya Nikah

By sulthan on Rabu, 26 Oktober 2016

Ahad, 23 Oktober 2016 saya menemani adik khitbah di Majalengka. Dua minggu sebelumnya telah melangsungkan proses taaruf. Prosesnya memang sedemikian singkat dan seakan dimudahkan jalan. Dalam hati saya berdoa semoga kelak dimudahkan pula proses pernikahannya. Saat itu terjadi percakapan singkat dengan adik saya.



“Sudah Rizal siapkan cincinnya?” tanya saya.

“Sudah, mas,” jawab Rizal.

“Kamu sudah mantap?”

“Insya Allah mantap.”

“Kalau bisa setelah khitbah, jangan terlalu lama. Maksimal tiga bulan saja.”

“Insya Allah, mas.”

Untuk menyelenggarakan pernikahan, tiga bulan itu adalah waktu yang tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lama. Tapi kalau hanya mau nikah saja saat itu juga bisa asal memenuhi syarat kedua calon mempelai, wali, saksi, dan mahar, saat itu juga pun bisa langsung dinikahkan.

Sebagai anak pertama, saya berkesempatan menjadi wakil keluarga untuk menyampaikan maksud mulia ini. Saya sampaikan bahwa kedatangan dengan membawa serta keluarga utamanya adalah silaturahim sekaligus memperkenalkan keluarga. Kemudian saya sampaikan pula maksud kedatangan adalah mengkhitbah Umi Mukaromah untuk adik saya Ali Amrizal.

Dalam sejarah kehidupan saya, ini kali pertama saya melamarkan orang lain untuk dijadikan istri adik saya. Kalau menikahkan sudah pernah. Tepatnya menikahkan adik perempuan saya Nurmaulidianti. Meski sudah ada penghulu, saya sendiri yang menikahkan. Sudah seperti orang tua saja saya rupanya, hahaha….

Setelah menyampaikan maksud kedatangan, sesuatu yang tidak kami duga itu terjadi. Kami diterima langsung oleh ayahnya. Ia menyampaikan jika sudah dilangsungkan prosesi taaruf, sudah saling mengenal, maka tak ada lagi penghalang untuk segera melangsungkan pernikahan. “Yang mau menikah keduanya sudah saling mengenal, wali sudah ada, saksi ada, kedua keluarga menyaksikan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak segera melangsungkan akad nikah.”

Alasan sang ayah di zaman sekarang tidak ada yang bisa menjamin isi hati seseorang. Kelihatannya terpisah oleh jarak, fisik bisa jadi tidak berhadapan, tapi siapa bisa menjamin bisa terjaga dari kemaksiatan. Baru lamaran dan belum halal, seolah telah memiliki segalanya. Demi menghindari fitnah yang demikian, sang ayah mengambil sebuah keputusan hebat sesuai syariat dengan langsung menikahkan putrinya saat dikhitbah.

Karena sudah mantap, adik saya pun, langsung mengiyakan. Akhirnya cincin yang sedianya akan dijadikan sebagai pengikat dalam prosesi khitbah, dijadikan mahar. Ditambah ada uang tunai tujuh ratus ribu sebagai tambahan mas kawin. Memang sama sekali tidak direncanakan. Betapa mudahnya Islam, sampai-sampai urusan mahar juga begitu dirmudahkan. Allhumma yassir, wala tu’assir.

Tak satu pun dari kami menduga bahwa ternyata hari itu langsung akad nikah! Jika ada yang mudah, kenapa harus dipersulit. Saya baru melihat bahwa ternyata proses pernikahan dalam Islam ternyata sesederhana ini. Haru sekaligus bahagia bersatu padu di hari bahagia itu.


Barakallah wa baraka alaikuma wajama’a bainakuma bikhoir. Semoga Allah memberkahi pernikahan kalian. (sumber facebook)
Selengkapnya →

Masya Allah, Demi Lepas dari Riba, Pria Ini Rela Meninggalkan Pekerjaan Gaji 25 Juta dan Memilih Jadi Tukang Bakso

By sulthan on Selasa, 25 Oktober 2016

“Saya ini dulu biangnya riba mas, tahun lalu saya masih bekerja di sebuah dealer mobil. Tiap orang yang datang pasti saya anjurkan untuk kredit. Karena bonus yang saya terima lebih gede mas!” Kata mas Bahtiar membuka chat dengan saya semalam.


“Kalau saya menjual mobil cash, bonus untuk saya hanya 250 ribu sampai 1 juta permobil, tapi kalau saya bisa menjual kredit bonus permobil bisa 5-6 juta mobil. Duitnya dari mana itu? Dari provisi pinjaman mas.. makin besar utangnya, makin besar provisinya, makin besar bonus untuk salesnya! Gimana gak puyeng itu konsumen mas, provisi itu diluar bunga kredit mobilnya.. udah beli mobil ngutang, bayar pokoknya, bayar bunganya, bayar provisinya..” lanjutnya

Wow! Sebulan bisa menjual 5 mobil kredit aja bisa dapat jatah komisi 25 juta..

“Tapi ya itu mas, karena duit riba kayak gak ada berkahnya. Saya diingatkan istri soal riba, saya cari info dari banyak sumber termasuk dari group Facebook mas Saptuari, ternyata benar.. pekerjaan saya mengajak orang berhutang dengan akad-akad riba yang diperangi Allah dan Rasulnya.. kuuaaapok aku mas! Gak mau aku diperangi ALLAH!”

Terus sekarang jualan bakso?
Gak malu?
Gak gengsi?

“Malah istri saya mendukung mas, ada beberapa kawan yang kaget dengan saya banting setir. Tapi saya hanya mau hidup tenang dalam ridho Allah, daripada saya dapat uang tapi saya menjerumuskan orang pada utang… utangnya pakai riba lagi!” Lanjut mas Bahtiar

Belajar bikin bakso darimana?
“Janji ALLAH kalo orang berhijrah pastiii ada aja jalannya, dulu awalnya saya jualan kue pagi, sampai disebelah lapak ada pakde bakso. Saya diajak kerjasama bagi hasil, dia yang buat baksonya. Setelah dua bulan saya malah diajarin bikin bakso sendiri agar saya bisa mandiri. Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa produksi dan jualan sendiri muter.. sehari saya bisa dapat untung bersih 200.000, tapi hati saya tenaaang.. gak lagi ngajak orang untuk ngutang!”

Masya Allah.. ini jawaban dari ALLAH untuk orang-orang yang mau hijrah.

“Barangsiapa berhijrah di jalan ALLAH, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak..” [QS An Nisa:100)

Kamu yang tinggal di Cibitung Bekasi, silahkan larisi baksonya mas Bahtiar ini.

Tekun!!
Fokusss!!
Hajarrr terusss!!

Rejeki halal itu akan mendatangkan banyak keberkahan, dia akan datang terus membawa kawan-kawannya lebih banyak, dan itu uang adem semua.. gak panas megangnya, gak gelisah menyimpannya..

Gampang bagi ALLAH membuat mas Bahtiar 5 tahun lagi memiliki beberapa outlet warung bakso di Bekasi, yang omzetnya sehari minimal 5 juta tiap warungnya… apa sih yang gak mungkin bagi ALLAH?

"Dan di antara manusia ada orang yang (menjual) mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. "[QS. Al Baqarah:207]

Selamat bergerak dan berjuang mas!
Setiap langkahmu adalah langkah penuh pahala..
mencari rejeki halal untuk keluarga..

Allah akan mengangkat derajatmu, tinggal tunggu saja nanti waktunya..
Selengkapnya →

Kisah Inspirasi: Ditanya Tentang Nafkah Suami, Istri Caisar: Saya Tidak Minta Rumah dan Mobil Mewah Namun Rumah di Surga. Masya Allah

By sulthan

Keluarga Caisar dan Istri
Suasana penuh haru nampak terlihat dalam acara Satu Jam Lebih Dekat TVONE, sabtu (27/6/2015), yang menghadirkan bintang tamu mantan Raja Joged Caisar dan sang Istri. Dalam salah satu sesion, istri Caisar Indadari Midrayanti ditanya mengenai apakah ada perbedaan pendapatan setelah Caisar sudah tidak lagi tampil di TV dengan jogednya.

Indadari menjawab pertanyaan presenter dengan jawaban keimanan yang sangat tinggi kepada Allah terkait nafkah suami.

“perbedaan jelas ada, namun bagi saya banyak sedikit rezeki yg didapat itu ga masalah. Allah yg telah menjamin rezeki kita. Lebih baik rezeki sedikit tapi berkah, daripada banyak tapi ga berkah. Karena sekarang ini, orientasi kami bukanlah dunia, melainkan untuk akhirat.” jawab Indadari.

Lebih lanjut Indadari mengungkapkan bahwa tidak akan minta rumah baru, mobil baru atau apalah sama suami. Hanya satu yang diminta, yakni tolong mulai dari sekarang mencicil rumah di surga nanti.”

Bagi Indadari kehidupan di dunia ini cuma sebentar, pasti akan mati nanti. Indadari menginginkan tetap bisa kumpul di surga bersama suami dan anak.
Selengkapnya →

Seorang Pria Memberikan Uang 10 Ribu Pada Pengemis, Namun Jawabannya Membuat Pria Ini Menangis

By sulthan on Jumat, 29 Juli 2016

Ada seorang teman baik menuturkan kisahnya. Dia bernama Rudi. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.




Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Rudi dihampiri seorang wanita pengemis yang sementara itu bersama-sama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata pada istri Rudi, ”Beri kami sedekah, Bu! ” Istri Rudi kemudian membuka dompetnya selanjutnya ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lantas menerimanya. Ketika tahu jumlahnya tak memenuhi keperluan, ia lantas menguncupkan jari-jarinya menghadap ke mulutnya. Lalu pengemis itu memegang kepala anaknya serta sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seakan ia menginginkan berkata, ”Aku serta anakku ini telah berhari-hari tak makan, tolong berikan kami penambahan sedekah untuk dapat beli makanan! ”

Merasakan isyarat pengemis wanita itu, istri Rudi juga membalas isyarat dengan gerak tangannya seakan berkata, ”Tidak... tak, saya akan tidak memberikan sedekah untukmu! ” Ironisnya walau tak memberikan sedekahnya, istri serta putrinya Rudi jadi menuju ke satu gerobak gorengan untuk beli camilan.

Pada saat yang sama Rudi jalan ke arah ATM center manfaat mengecheck saldo rekeningnya. Waktu itu memanglah tanggal gajian, karena itu Rudi menginginkan mengecheck saldo rekening dia. Di depan ATM, Ia masukan kartu kedalam mesin. Ia tekan segera tombol INFORMASI SALDO. Tidak lama kemudian nampak sebagian digit angka yang bikin Rudi menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, duit gajiannya telah masuk kedalam rekening.

Rudi menarik beberapa duit dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan beberapa ratus ribu berwarna merah saat ini telah menyesaki dompetnya. Lantas ada satu lembar duit berwarna merah juga, tetapi kesempatan ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Duit itu lalu ia lipat kecil untuk sharing dengan wanita pengemis yang tadi memohon penambahan sedekah.

Waktu sang wanita pengemis lihat nilai duit yang di terima, begitu girangnya dia. Ia juga berucap sukur pada Allah serta berterima kasih pada Rudi dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan : ”Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih, Pak! Mudah-mudahan Allah memberi rejeki berlipat untuk ayah serta keluarga. Mudah-mudahan Allah berikan kebahagiaan lahir serta batin untuk ayah serta keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga serasi serta anak-anak yang shaleh serta shalehah. Mudah-mudahan ayah serta keluarga juga di beri kedudukan yang terhormat nantinya kelak di surga...! ”

Rudi tak menganggap ia bakal mendengar tanggapan yang demikian mengharukan. Rudi menduga kalau pengemis tadi cuma bakal berucap terima kasih saja. Tetapi, apa yang disampaikan oleh wanita pengemis tadi sungguh bikin Rudi terpukau serta membisu. Terlebih ketika sekali lagi ia dengar wanita itu berkata pada putri kecilnya, ”Dik, Alhamdulillah pada akhirnya kita dapat makan juga....! ” Deggg...!!! Hati Rudi tergedor begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh mengharapkan penambahan sedekah supaya ia serta putrinya dapat makan.

Sejurus lalu mata Rudi membuntuti kepergian mereka berdua yang lari menyeberang jalan, lantas masuk ke satu warung tegal untuk makan disana. Rudi masihlah terdiam serta terpana ditempat itu. Sampai istri serta putrinya kembali pada serta keduanya menyapanya. Mata Rudi saat ini mulai berkaca-kaca serta istrinya juga tahu itu. ”Ada apa Pak? ” Istrinya ajukan pertanyaan.

Dengan nada yang agak berat serta terbata Rudi menerangkan : ”Aku barusan memberikan sedekah pada wanita tadi sejumlah 10 ribu rupiah! ” Awalannya istri Rudi nyaris tak sepakat ketika Rudi menyampaikan kalau ia berikan penambahan sedekah pada wanita pengemis. Tetapi Rudi lalu meneruskan kalimatnya :

Baca Juga
Hati-Hati Ketika Bertemu Sopir Angkot Seperti Ini 
Pesan Dari Polis yang Menyambi Memulung Ini Menggugah Hati Kita Semua

”Bu..., saya berikan sedekah padanya cuma segitu. Waktu menerimanya, ia berucap hamdalah berulang-kali seraya bersyukur pada Allah. Tak itu saja, ia mendoakan saya, mendoakan dirimu, anak-anak serta keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa! Dia cuma terima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja telah sedemikian hebatnya bersyukur. Walau sebenarnya saya terlebih dulu lihat di ATM waktu saya mengecheck saldo serta nyatanya disana ada jumlah yang mungkin saja beberapa ratus bahkan juga beberapa ribu kali lipat dari 10 ribu rupiah. Waktu lihat saldo itu, saya cuma mengangguk-angguk serta tersenyum. Saya terlupa bersyukur, serta saya lupa berucap hamdalah. Bu..., saya malu pada Allah! Dia terima cuma 10 ribu demikian bersyukurnya dia pada Allah serta berterimakasih kepadaku. Bila memanglah sekian, siapakah yang layak masuk kedalam surga Allah, apakah dia yang terima 10 ribu dengan sukur yang mengagumkan, atau mungkin saya yang terima jumlah semakin banyak dari itu tetapi sedikitpun saya tidak berucap hamdalah. ” Rudi mengakhiri kalimatnya dengan nada yang terbata-bata serta sebagian bulir air mata yang menetes.

Istrinya juga jadi lemas sesudah mengerti begitu sampai kini kurang bersukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami beberapa hamba-Mu yang sering lupa atas semua nikmat-Mu.
Selengkapnya →