Tampilkan postingan dengan label Akhir Zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhir Zaman. Tampilkan semua postingan

Ternyata Arti Pokemon Sebenarnya Mencerminkan Seorang Yahudi. Berikut Penjelasannya

By sulthan on Jumat, 29 Juli 2016

Dalam sebuah dokumen negara yang dirampas pasukan Amerika Serikat, ketika melakukan kudeta pada 2004 lalu, terungkap bahwa ada tindakan ‘tidak terpuji’ atau pesan negatif yang terdapat di balik film itu.



Dokumen tersebut menyebutkan, Presiden Saddam Husein mendapat informasi soal film tersebut dari lembaga intelijen negara. Informasi menyebutkan, nama-nama yang dipakai dalam film Pokemon, mengandung ajakan yang tidak bisa ditolelir.

Dilansir dari netralitas (13/4/16), terungkap sebuah fakta bahwa kata Pokemon sendiri mengandung arti “Aku Yahudi”. Nama Pokemon diambil dari bahasa Syriac, atau bahasa Suryani yang jika di-Indonesia kan berarti : 'Aku Yahudi'.

Arti Pikachu dalam Bahasa Syriac : "Jadilah Yahudi"

Juga Dilansir dari netralitas (13/4/16), terungkap sebuah fakta bahwa kata Pikachu, salah satu jenis Ikon monster dalam pokemon mengandung arti “Jadilah Yahudi”. Nama Pikachu diambil dari bahasa Syriac, atau bahasa Suryani yang jika di-Indonesia kan berarti 'Jadilah Yahudi'.

Kemudian terungkap sebuah fakta bahwa kata Charmender, salah satu jenis monster ikon dalam pokemon yang mengandung arti “Tuhan itu Lemah”. Nama Charmender diambil dari bahasa Syriac, atau bahasa Suryani yang jika di-Indonesia kan berarti 'Tuhan itu Lemah.'

Tentu saja, arti itu sangat menyinggung para penganut agama, terutama Islam dan Nasrani. Sebab, dalam agama Islam, jelas disebut Allahu Akbar (Allah Maha Besar). dan dalam agama Nasrani disebut Tuhan Kudus.

Alasan pencekalan itu, seperti disebutkan dalam dokumen, bertujuan untuk mencegah masuknya pengaruh-pengaruh Yahudi kepada anak-anak dan budaya bangsa.

Bahasa Suryani merupakan bahasa yang umum dipakai oleh komunitas Kristen di Timur Tengah, terutama kaum Kristen Siria di timur Turki, utara Irak, dan timur laut Suriah.

Film kartun Pokemon pernah dilarang di Irak oleh Presiden Saddam Husein. Tentu saja, pelarangan itu bukan sekedar melarang tanpa alasan. Ada cukup alasan yang kuat, kenapa Saddam Husein bergitu keras memboikot film kartun anak-anak tersebut.

Film buatan Jepang tersebut juga sempat menjadi tontotan yang di-gandrungi anak-anak di Indonesia. Salah satu televisi swasta, MNC TV adalah pemegang hak siarnya.

Dalam sebuah dokumen negara yang dirampas pasukan Amerika Serikat, ketika melakukan kudeta pada 2004 lalu, terungkap bahwa ada tindakan ‘tidak terpuji’ atau pesan negatif yang terdapat di balik film itu.

Dokumen tersebut menyebutkan, Presiden Saddam Husein mendapat informasi soal film tersebut dari lembaga intelijen negara. Informasi menyebutkan, nama-nama yang dipakai dalam film Pokemon, mengandung ajakan yang tidak bisa ditolelir.


WASPADALAH .... Wahai Ummat islam ! (Jurnalmuslim)
Selengkapnya →

Kacau, Pemuda Ini Pamer Foto Sedang Meniginjak Al-Qur’an di Bulan Ramadan. Naudzubillah

By sulthan on Jumat, 17 Juni 2016


Kacau, Pemuda Ini Pamer Foto Sedang Meniginjak Al-Qur’an di Bulan Ramadan. Naudzubillah

Bulan Ramadhan adalah bulan mulia yang semestinya setiap muslim memperbanyak taubat. Masjid juga tempat mulia yang semestinya hanya digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Namun, aksi pemuda ini sungguh di luar nalar. Di bulan Ramadhan, ia mengunggah foto menginjak mushaf Al Quran di Masjid.

Pemuda dengan akun Facebook Kapri Nanda mengunggah foto menghina Al Quran. Tampak pemuda bercelana jeans dan berkaos lengan panjang meletakkan telapak kakinya tepat di atas mushaf. Dengan nada menghina, ia menuliskan “Jangan tiru adegan ini bro” untuk foto tersebut.

Foto yang diunggah pada Ahad (12/6/2016) itu pun segera memantik protes dari umat Islam. Seperti dilansir Dakwatuna, teman-teman Kapry Nanda menegur tindakan penghinaan terhadap Al Quran itu. Namun Kapry Nanda tidak menunjukkan penyesalan sama sekali.

Seorang Netizen bernama Noshiza Wulan menulis di kolom komentar dengan memberi nasihat kepada Kapry Nanda agar tidak main-main dengan Al Quran.
“Astaghfirullah, jangan main-main samo Alquran,” tulis Wulan.

Namun, Capry Nanda bergeming. Tidak ada tanda-tanda penyesalan atau rasa takut dengan ulahnya di media sosial itu.
Selengkapnya →

Ajarkan Shalat Menghadap Timur dan Mendapatkan Wahyu, Ibu Ini Mengaku Utusan Tuhan

By sulthan on Senin, 06 Juni 2016



Pengalaman spiritual diungkapkan oleh Sri Hartati, warga Desa Kalijambe, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.

Umumnya umat Islam menghadap ke arah Barat saat sedang menunaikan ibadah salat, namun untuknya justru membelakangi kiblat.
"Saya mendapatkan wahyu dalam ayat-ayat itu salat menghadap ke timur. Petunjuk itu yang saya ikuti," jelas dia.

Namun, untuk jumlah salat yang dilakukan dalam satu hari masih sama yakni sebanyak lima waktu.

Kemudian perbedaan jumlah neraka yang ada di Alquran sebanyak tujuh lapis.
Namun menurutnya jumlah neraka lebih banyak yakni 17 lapis.

"Saya belajar dari Alquran jumlah neraka tujuh, dan surga tujuh. Tapi yang saya lihat neraka lebih luas, jumlahnya lebih banyak ada 17," jelas dia. Sri Hartati (47), yang masih berstatus pegawai negeri sipil (PNS), dan mengajar di SDN Karangdadap.

Sri mengaku mengalami perjalanan spiritual yang luar biasa sejak jatuh sakit pada 2009 silam.

Bahkan dokter sudah memvonisnya hanya mampu bertahan hidup maksimal selama satu minggu.

"Dokter sudah menyerah, dan saya dipulangkan ke rumah setelah divonis hanya bertahan satu minggu," jelas dia, saat ditemui di rumahnya, Desa Kalijambe, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Jumat (3/6/2016).
Kondisi kesehatannya saat itu menurun drastis, bahkan tidak bisa bangun dari tempat tidur.


Sehingga mandi cuci kakus (MCK) pun dilaluinya di atas ranjang. (Sumber Tribun Jateng )
Selengkapnya →

Kacau ! Para Pemuka Agama di Papua Ini Tanda Tangan Menolak Pembangunan Masjid, Memakai Jilbab dan Jubah

By sulthan on Kamis, 03 Maret 2016

Waduh ternyata toleransi beragama tidak sepenuhnya diterapkan di beberapa wilayah Indonesia. Beberapa waktu lalu ada sejumlah pendeta bersama dengan pengikutnya di wilayah Jayawijaya Papua tepatnya Wamena menandatangani pelarangan adanya Mesjid, jilbab dan jubah bagi kaum muslim di daerah tersebut. Tentunya ini sangat disayangkan disaat Indonesia sedang konsisten menegakkan toleransi beragama.

Kelakuan para pendeta tersebut sudah di kategorikan intoleran (tidak toleransi).



Surat resmi bertanggal 25 Februari 2016 tersebut ditanda tangani 5 pendeta intoleran selaku pengurus Persekutuan Gereja Gereja Jayawijaya (PGGJ), yaitu;

1. Pdt. Abraham Ungirwalu,STh
2. Pdt. Timotius Alex
3. Pdt. Alberth Yappo
4. Pdt. Matius Gombo
5. Pdt. Zakariyas Kogoya

Dan inilah 9 pernyataan sikap intoleran Persekutuan Gereja Gereja Jayawijaya terkait pembangunan masjid Baiturahman yang telah ditandatangani oleh 5 pendeta tersebut sebagai pengurus PGGJ di Wamena;

  1. Seluruh dominasi gereja di kabupaten Jayawijaya meminta pemda jayawijaya mencabut/ membatalkan ijin membangun masjid Baiturahman wamena.
  2. Panitia pembangunan masjid harus menghentikan pembangunan.
  3. Menutup mushola/ masjid yang tidak memiliki ijin bangunan.
  4. Dilarang pembangunan masjid baru di Kabupaten Jayawijaya.
  5. Dilarang menggunakan toa/ pengeras suara saat sholat, karena sangat mengganggu ketenangan masyarakat.
  6. Dilarang menggunakan busana ibadah, jubah dan jilbab di tempat umum.
  7. Hentikan upaya menyekolahkan anak- anak Kristen Papua di Pesantren.
  8. Hentikan mendatangkan guru guru kontrak non kristen.
  9. Demi keharmonisan kenyamanan, dan keamanan agar dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.



Sebagaimana dilansir Islamedia, Penolakan dan larangan ini disampaikan pada rapat koordinasi antar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayawijaya Pemda dan Persekutuan Gereja-Gereja Jayawijaya di gedung Ukumiarek Asso, kamis(25/2/2016).

Dengan demikian dan adanya surat tersebut lengkaplah sudah intoleransi mereka dalam kerukunan beragama. Sekarang pertanyaannya sejauh manakah pemerintah bertindak untuk membela mereka (kaum muslim di Papua). Dimanakah para HAM dan para penguasa lainnya ? Apakah mereka diam saja ? Wallahualam (sumber)

Selengkapnya →

Fakta Perang Akhir Zaman. Teknologi Akan Hancur Akibat..

By sulthan on Senin, 29 Februari 2016

Mungkin tidak terfikir oleh kita manusia yang hidup di akhir zaman ini diantara sunnah Rasul yang sering dilupakan adalah olah raga. Olah raga yang dimaksud adalah menunggang berkuda, memanah, pedang, tombak. Adakha kita bertanya, mengapa Rasul mensunnahkan olahraga tersebut?

Setelah mempelajari beberapa hadist-hadist shahih, maka kita dapat menemukan keterkaitan bahwa perang akhir zaman perang melawan dajjal dan yahudi, beserta musuh-musuh Allah lainnya sudah kembali masa dimana alat teknologi canggih tidak bisa digunakan lagi.


Teknologi canggih pada masa itu telah hancur karena jatuhnya meteor yang memiliki magnetik sangat kuat menyebabkan listrik dan juga mesin tidak berfungsi. Senjata yang digunakan hanya senjata pada zaman dulu seperti pedang, panah, dan tombak. Sedangkan kendaraan hanya bisa memakai kuda, unta, gajah, dsb.
Nah, untuk itu setiap umat muslim sudah saatnya melatih diri, keluarga dan generasi selanjutnya untuk mengasah kemampuan menggunakan senjata dan kendaraan berkuda untuk mempersiapkan diri kita untuk berperang.

Bahkan bangsa Yahudi telah bersiap melatih diri berperang dengan kuda, pedang, panah, dan tombak. Yahudi memang orang-orang pintar, jenius yang berpikir dan mempelajari. Hanya sayangnya mereka ingkari. Mereka kini juga mempersiapkan diri untuk perang akhir zaman.

Berikut juga kutipan ramalan dari ilmuwan modern tentang perang akhir zaman tanpa menggunakan teknologi tinggi
Einstein: "Perang dunia ke-3 tidak akan menggunakan teknologi."
Steve Jobs: "Selepas saya, kalian semua akan kembali ke zaman batu."

Mari persiapkan diri kalian, perbanyak ilmu dan mari kita kerjakan sunnah rasul yang satu ini. (sumber faktaku.com)
Selengkapnya →