Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkembangan Anak. Tampilkan semua postingan

DEVELOPMENTALLY APPROPRIATI PRACTISE

By sulthan on Minggu, 23 Juli 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Di dalam mengembangkan aspek fisik, sosial, emosional dan kognitif dari seorang anak selain diperlukan lingkungan yang aman dan memberikan pengasuhan yang baik maka hal lain yang perlu dipahami oleh orang tua dan para guru-pendidik PAUD adalah prinsip perkembang yang mengacu pada Developmentally appropriate practice (latihan yang sesuai dengan perkembangan).

Pengertian DAP (Developmentally Appropriate Practice) DAP atau dalam terjemahan bebas Bahasa Indonesia adalah pendidikan yang patut dan menyenangkan sesuai dengan tahapan perkembangan anak, mencerminkan proses pembelajaran yang bersifat interaktif. Konsep DAP yang dikembangkan melalui baragam kegiatan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak menyebabkan anak memiliki pengalaman yang kongkrit serta menyenangkan saat terjadinya proses belajar, sehingga dapat menumbuhkan kesadaran (awareness) pada anak.

Terjemahan bebas dari Developmentally Appropriate Practice (DAP) dalam bahasa Indonesia adalah “ Pendidikan yang patut dan mneyenangkan”. Tiga dimiensi dalam konsep DAP adalah (1) Patut menurut umur, maksudnya sesuai dengan tahap- tahap perkembangan anak, (2) Patut menurut lingkungan sosial dan budaya, yaitu sesuai dengan pengalaman belajar yang bermakna, relevan dan sesuai dengan kondisi social budaya, dan (3) Patut secara individual, yaitu sesuai dengan pertumbuhan dan karakteristik anak, kelebihannya, ketertarikannya dan pengalaman- pengalamannya. (Baca juga pengertian Developmentally appropriate practise dalam PAUD di sini !!

Pengalaman anak-anak adalah membedah perasaan, dan tidak hanya perilaku terbuka dengan meberikan anak-anak suatu lingkungan dan emosi-emosi yang dikehendaki akan lazim dan emosi-emosi yang tidak dikehendaki menjadi jarang.


Konsep Developmentally appropriate practise  (latihan yang sesuai dengan perkembangan), meliputi tida aspek yaitu :
  1. Kesesuaian Usia, dimana pertumbuhan dan perubahan yang terjadi pada anak di 9 tahun pertama kehidupan bersifat universal dan ada pada urutan yang dapat diprediksi. Adapun perubahan yang terjadi secara terprediksi meliputi perubahan fisik, emosional, sosial dan kognitif. Sehingga orangtua maupun guru dapat menyiapkan lingkungan pembelajaran dan pengalaman yang sesuai secara terencana.
  2. Kesesuaian secara individual. Setiap anak merupakan makhluk yang unik ia memiliki pola dan waktu untuk berkembang yang berbeda satu sama lain, sama seperti kepribadian, gaya belajar yang sangat individual. Dalam menyiapkan proses pembelajaran harus dapat mengakomodasikan keunikan dari masing-masing anak.
  3. Kesesuaian secara sosial dan budaya. Latar belakang sosial dan budaya anak yang berbeda harus dipahami oleh tenaga pendidik, dan keadaan ini dapat dijadikan bahan acuan dalam mempersiapkan materi yang sesuai dan berarti bagi kehidupan anak. Misalnya anak anak yang hidup di daerah pantai akan lebih mudah memahami setiap informasi baru jika berkaitan dengan laut, pantai, ikan, pohon kelapa dan lain-lain.

Ketika menerapkan Develompentally appropriate practice (latihan yang sesuai dengan perkembangan). maka ada 5 dimensi yang saling berkaitan yang harus menjadi perhatian yaitu :
  1. Menciptakan komunitas belajar yang kodusif; dimana dapat terjadi hubungan baik antara anak dan orang dewasa, anak dengan anak, diantara guru-guru sendiri dan antara guru dan keluarga. Komunitas tersebut mewujudkan situasi pengasuhan yang kondusif yang dapat menunjang anak berkembang dan belajar.
  2. Menciptakan cara pengajara yang dapat meningkatkan dan memperbaiki perkembangan dan proses belajar; pendidik anak usia dini berusaha untuk mencapai keseimbangan antara membimbing anak untuk belajar dan juga mengikuti arahan mereka.
  3. Membangun kurikulum yang sesuai; isi dari menu pembelajaran anak usia dini mencakup subyek yang dipelajari, nilai-nilai sosial dan budaya, masukan dari orang tua, usia dan pengalaman dari anak-anak sendiri. 
  4. Memberikan penilaian terhadap perkembangan dan proses belajar anak; penilaian terhadap perkembangan dan proses belajar masing-masing individu penting untuk membuat perencanaan dan implementasi menu pembelajaran yang sesuai.
  5. Membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan keluarga; Develompentally appropriate practice sangat memerlukan pengetahuan yang mendalam mengenai kondisi individual anak dan konteks lingkungan dimana anak berkembang dan belajar. Dengan demikian menjalin hubungan yang erat dengan keluarga akan sangat menunjang.


DAP mencerminkan suatu pembelajaran yang interaktif dan berpandangan konstruktivisme. Kunci dari pendekatan ini adalah prinsip bahwa anak pada dasarnya membangun atau mengkonstruk sendiri pengetahuannya melalui interaksi dengan lingkungan sosial dan fisik mereka. Dalam pendekatan ini diupayakan agar anak dapat memotivasi dan mengarahkan diri secara intrinsik, pembelajaran yang efektif yang mampu membangkitkan keingintahuan mereka melalui kegiatan eksplorasi, eksperimen dan dalam pengalaman nyata.

Adapun Vogotsky berpendapat bahwa bermain dan aktifitas yang bersifat konkrit dapat memberikan momentum alami bagi anak untuk belajar sesuatu yang sesuai dengan tahap perkembangan umurnya (age appropriate), dan kebutuhan spesifik anak (individual needs). Bermain adalah cara yang paling efektif untuk mematangkan perkembangan anak pada usia pra-sekolah (Pre-operatioanal thinking), dan pada masa sekolah dasar (Concrete operatioanal thinking).

Demikian tentang Developmentally appropriate practise  (latihan yang sesuai dengan perkembangan),  Semoga bermanfaat. Terimakasih.


Baca juga pengertian DAP selengkapnya klik di sini !!
Selengkapnya

CARA MELATIH DAN MENGEMBANGKAN INDRA PENCIUMAN PADA ANAK USIA DINI

By sulthan on Senin, 03 Juli 2017

Indra anak, Latihan indra anak, anak Paud Penciuman, bermain indra penciuman
PAUD-Anakbermainbelajar----Salah satu hal yang terpenting dalam PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) adalah bagaimana membangun pengetahuan pada anak (pengembangan Kognitif). Sangat perlu jika kita bisa mengkaji lebih jauh tentang cara anak dalam membangun pengetahuannya. Salah satu latihan yang cukup penting untuk anak adalah latihan indra penciuman. Indera penciuman juga memberi banyak informasi mengenai lingkungan sekitar anak. Bagi anak, ini membangun pengetahuannya, dengan indera penciuman membuat mereka dapat membedakan bau-bauan, baik bau yang enak dan bau yang tidak enak. Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang dapat memperkuat kesadaran anak dan menambah pengetahuannya terhadap lingkungan melalui indera penciuman mereka.

1. Membuat Buklet Hidung.

Latihan ini adalah untuk keterampilan dan konsep yang dipelajari: Memahami bau yang enak dan tidak enak.
  • Untuk Batita (2-3 tahun).  Potong gambar benda-benda yang berbau enak dan yang berbau tidak enak. Buatlah buklet dari kertas biasa dan tempelkan gambar tersebut di salah satu sisi kertas dengan menggunakan selotip atau lem. Minta si kecil menempelkan gambar pada setiap halaman. Beri label setiap halaman dengan "Bau Enak" atau "Bau Tidak Enak".
  • Untuk anak yang lebih besar (4-6 tahun). Sebagai variasi dari langkah di atas. Anda dapat membuat poster dengan dua kolom: "Bau Enak" atau "Bau Tidak Enak". Minta si kecil melihat-lihat majalah dan menggunting gambar benda-benda berbau enak dan tidak enak dan minta dia menempelkannya pada kolom yang sesuai.
2. Berjalan-jalan di Taman

Latihan ini adalah untuk keterampilan dan konsep yang dipelajari: memahami berbagai bau pada benda yang berbeda, memperkaya kosa kata berdasarkan benda yang ditemuinya, keterampilan klasifikasi, dan perkembangan otot motorik kasar anak. 
  • Untuk Balita (1-3 tahun). Buat tour kecil mengelilingi taman dan minta sikecil mengindentifikasi benda yang dilihatnya. Tujuannya adalah untuk memperkaya kosakata dengan menunjuk objek, memberitahukan benda apa itu dan apakah baunya enak atau tidak. Mulailah dengan sedikit benda. Anak dengan kosakata yang jauh lebih banyak dapat didorong untuk bereksplorasi sendiri dan membawa contoh benda yang berbau enak.
  • Untuk anak yang lebih besar (4-6 tahun). Mintalah mereka membuat tabel bau enak dan tidak enak dari benda yang mereka lihat. Minta mereka menghitung dalam selembar kertas berapa benda yang berbau enak dan berapa yang berbau tidak enak yang mereka lihat di taman. Minta mereka menggambar atau menulis benda tersebut. Hitung jumlah nama/gambar pada tiap kolom dan tuliskan jumlah di bawahnya (ini mengajarkan keterkaitan satu-satu (one-to-one corresopondence) serta keterampilan numerik).

3. Tabung Pembau

Latihan ini adalah untuk keterampilan dan konsep yang dipelajari:  meningkatkan indera penciuman, identifikasi objek berdasarkan ingatan, dan memperkaya kosakata.
  • Untuk Balita (1-3 tahun).  Gunakan tabung film bekas atau botol kecil yang tidak terpakai lagi kemudian tambahkan bau-bauan yang anda pilih ke dalam tiap tabung. Anda dapat mempergunakan lemon, kulit jeruk, kapas yang semprot parfum, dan kayu manis. Pastikan tiap tabung tertutup rapat. Minta si kecil membaui benda tersebut melalui lubang kecil di atas tabung. Tanyakan apa yang dia cium dan apakah dia menyukai bau tersebut.
  • Untuk anak yang lebih besar (4-6 tahun). Tutup tabung dengan kertas berwarna sehingga si kecil tidak dapat melihat benda apa yang ada di dalamnya. Minta dia menebak isi tabung berdasar apa yang dia cium. Untuk mendorong kemampuan ingatan dan komunikasi verbal, minta si kecil menunjukan bau-bauan mana yang mengingatkan akan sesuatu (misalnya, bau kopi mengingatkan tentang yang diminum ayah tiap pagi).

4. Campur dan Cium

Latihan berikutnya ini adalah untuk keterampilan dan konsep yang dipelajari: Sebagai variasi dari tabung penciuman, Anda juga dapat dapat menempatkan dua benda dalam dua tabung berbeda. Campur tabung tersebut secara acak dan minta si kecil mengambil dan menyamakan wadah yang memiliki benda berbau sama. Saat dia sudah yakin dengan pilihan di tangannya, buka tabung tersebut dan lihat seberapa jauh kemampuan si kecil menyamakan bau tersebut.


Demikian cara melatih dan mengembangkan indra penciuman pada Anak Usia Dini, yang dapat bunda-dan ayah lakukan baik dirumah maupun di sekolah/ lembaga PAUD kita. Terimakasih sudah berkunjung keblog PAUD-Anakbermainbelajar ini. terimakasih. 


Sumber: anakkusehatceria.blogspot.co.id
Selengkapnya

INILAH TIPS CARA MEMBANTU PERKEMBANGAN BAHASA ANAK

By sulthan on Jumat, 30 Juni 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Tahap perkembangan bahasa di tahun pertama kehidupan disebut fase pralinguistik atau prabahasa. Di sini anak benar-benar bergantung pada gerakan tubuh dan suara seperti menangis dan tawa untuk menyampaikan perasaan dan kebutuhannya. Setelah itu akan beranjak ke tahap linguistik atau bahasa pada tahun kedua, dimana berbicara menjadi cara utama untuk berkomunikasi. Di atas usia tiga atau empat tahun, anak belajar menyusun kata-kata untuk membentuk kalimat sederhana kemudian diikuti kalimat gabungan yang masuk akal karena anak telah belajar konstruksi tata bahasa yang tepat. Antara lima sampai tujuh tahun, Sebagian besar anak telah terampil menyampaikan pemikiran dan gagasan mereka secara lisan. Pada usia ini anak umumnya sudah menguasai 14.000 kata atau lebih, yang mungkin dapat berkembang menjadi dua atau tiga kali lipat selama fase anak menengah, hal ini tergantung pada lingkungan bahasa anak. 
Berbahasa anak, perkembangan anak, tahap perkembangan bahasa anak, pralignuistik

Perkembangan berbicara dan berbahasa berkaitan erat dengan perkembangan umum kognitif, sosial, perseptual, dan otot sel otak anak. Menurut Bowerman, Levinson, & Levninson, 2001, Perkembangan bahasa dan aturan-aturan pemakaiannya juga dipengaruhi oleh jenis bahasa yang anak dengar di rumah, sekolah dan masyarakatnya. Karenanya perlu dikondisikan lingkungan yang mampu mendukung perkembangan berbicara dan berbahasa anak tersebut.

Ada beberapa tingkatan Perkembangan bahasa anak-anak, yang perlu diperhatikan yang ditandai dengan ciri-ciri yaitu :
  • Prestadium. Pada tahun pertama: meraba, kemudian menirukan bunyi-bunyi. 
  • Masa pertama. ± 12-18 bulan: stadium kalimat satu kata
  • Masa kedua. ± 18-24 bulan: mengalami stadium nama. 
  • Masa ketiga. ± 24-30 bulan: mengalami stadium-flexi, menafsirkan, mengakrapkan kata-kata
  • Masa keempat. Mulai usia 30 bulan ke atas: Stadium anak kalimat dan rangkaian kata rumit.

Berikut beberapa Tips Untuk Orang Tua dan pendidik anak usia dini, untuk membantu perkembangan berbahasa anak, baik untuk memasuki perkembangan bahasa lisan maupun bahasa tulisnya yaitu  :
  1. Metode " Lihat, Dengar " Bagi Orang Tua
  2. Pilih sebuah buku yang amat menarik.
  3. Pastikan bahwa cetakan besar. Semakin muda anak, harus semakin besar huruf yang digunakan.
  4. Pilihlah buku dengan banyak gambar dan sedikit kata di setiap halaman.
  5. Bacakan buku itu untuknya. Jangan menyuruhnya membaca keras-keras.
  6. Gunakan jari atau petunjuk lain dalam pembacaan Anda.
  7. Bacalah dalam frase, dengan tekanan pada arti.
  8. Sesuaikan kecepatan membaca Anda dengan kemampuan anak Anda mengikuti teks.
  9. Ciptakan suasana gembira dan relaks bagi Anda maupun anak Anda.



Langkah-langkah dan cara mudah dalam melatih anak membaca dengan baik :
  1. Tunjukkan buku berwarna cerah kepada anak Anda sejak pertama kali Anda membawa dia ke rumah (sedini mungkin). Dan bacakanlah cerita setiap hari.
  2. Hubungkan membaca dengan semua indera, misalkan membaca kata apel dengan disertai gambar buah apel.
  3. Namai benda yang bisa dilihat.
  4. Beri nama hal yang bisa dilakukan.
  5. Bermain permainan fonetik (kata yang sederhana) , misalkan got, pot,.
  6. Bermain dengan kata kunci,  misalkan kata kuncinya bunga ; mawar, melati, anggrek.
  7. 24 Langkah awal untuk mahir menulis :
  8. Bermain dengan bola besar pada masa merangkak.
  9. Susun cangkir plastik untuk anak berusia 9 hingga 18 bulan.
  10. Gunakan papan berpasak untuk anak berusia 12 hingga 18 bulan.
  11. Puzzel sederhana dengan tombol besar untuk anak berusia 18 hingga 24 bulan.
  12. Menalikan manik-manik besar untuk anak berusia 18 hingga 24  bulan.
  13. Puzzel tangan yang lebih rumit sejak usia 2 tahun.
  14. Menuangkan beras dari wadah ke wadah, lalu menuang air.
  15. Penulisan masa awal.
  16. Sering-sering bermain air.
  17. Melukis dengan tangan, spons dan jari.
  18. Berganti ke bola kecil.
  19. Papan tulis kecil.
  20. Makeroni tali antara usia 2 dan 3 tahun.
  21. Serbet kertas berlipat dari usia 18 bulan.
  22. Menyusun puzzel besar pada ulang tahun ketiga.
  23. Menggambar di kertas besar mulai usia 3 tahun.
  24. Lalu gunakan kertas yang lebih kecil.
  25. Melatih Kepekaan jari dengan mengenali huruf-huruf timbul.
  26. Menyemir sepatu pada usia antara 3–5 tahun.
  27. Menyalin nama sendiri menjelang ulang tahun keempat.
  28. Anda menuliskan kisah pertamanya, dan anak menulis dengan menjiplak tulisan anda.
  29. Bantu dia menulis daftar belanja.
  30. Bermainlah permainan menulis di komputer pribadi.
  31. Dia " keranjingan " menulis sebelum umur 5 tahun.

Demikian tips dan cara membantu perkembangan bahasa anak,  semoga bermanfaat, untuk ayah-bunda, dan pendidik PAUD sekalian dalam rangka membantu pekembangan anak pada umumnya dan perkembangan bahasa anak khususnya. terimakasih.  https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.co.id/
Selengkapnya

MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH ANAK USIA DINI DENGAN PROBIOTIK

By sulthan on Minggu, 25 Juni 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Pada perkembangan awal dari anak usia dini, terutama pada usia balita, imunitas tubuh si kecil belum sempurna. Oleh karena itu, jangan heran jika anak usia dini sering sakit. Untuk melindungi si kecil dari berbagai penyakit yang mudah masuk, harus dilakukan perlindungan dari dalam tubuh anak sendiri, dibutuhkan proteksi yang kuat dalam tubuhnya. Di sinilah peran probiotik sangat diperlukan.

Jenis probiotik yang terdapat dalam tubuh manusia sejak lahir adalah dari golongan Lactobacillus dan Bifidobacterium. Tapi seiring bertambahnya usia, maka jumlah probiotik tersebut akan berkurang karena anak terpapar dengan banyak bakteri. Hal inilah yang menyebabkan kesehatan saluran cerna menjadi menurun.

Probiotik pada dasarnya telah dimiliki oleh bayi sejak lahir namun bagi bayi yang lahir secara caesar, mereka tidak mendapatkan probiotik tersebut. Hal inilah yang membuat bayi kelahiran caesar memiliki alergi terhadap sesuatu karena memiliki sistem imun yang rendah akibat tidak adanya probiotik pada tubuh bayi.

Untuk mengetahui perbedaan manfaat dan fungsi probiotik dan prebiotik dengan jelas, simak terlebih dahulu fungsi dari probiotik berikut ini:
Menjaga kelangsungan hidup mikro ekosistem pada sistem pencernaan.
  • Membantu proses mencerna makanan sehingga dapat berjalan dengan lancar.
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
  • Menghilangkan racun yang masuk ke dalam tubuh.
  • Mencegah diare.
  • Menghindari produktifitas gas yang berlebih.

Untuk mendapatkan manfaat optimalnya, probiotik harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Dan selama proses produksi, penyimpanan, penggunaan sampai berada di saluran cerna probiotik harus tetap hidup dan stabil. Untuk memaksimalkan probiotik, diperlukan prebiotik yaitu makanan bagi probiotik itu sendiri. Prebiotik paling banyak terdapat dalam ASI. Pemberian probiotik dengan didukung oleh jumlah prebiotik yang cukup dapat mengalahkan pertumbuhan mikro organisme jahat dalam tubuh, khususnya pada saluran cerna si kecil. Prebiotika dan probiotik sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan penyerapan kalsium. Karena keduanya dapat bekerjasama dengan optimal dalam membantu menjaga kesehatan tubuh si kecil.

Saluran pencernaan sikecil menjadi paling penting untuk kesehatannya karena dalam banyak penelitian kesehatan ditemukan bahwa pencernaan menjadi pusat utama yang terbanyak dalam daya tahan tubuh anak. Terungkap bahwa 80% produksi imunitas untuk daya tahan tubuh berasal dari saluran cerna. Karena itu peran probiotik sangat diperlukan. Apabila probiotik dominan dalam perut, maka dapat dicegah diare dan melancarkan buang air terutama untuk anak-anak. Bukan itu saja, probiotik juga dapat mengoptimalkan penyerapan nutrisi dalam tubuh serta meningkatkan daya tahan tubuh si kecil.

Jika anak sehat dan terlihat fit, maka mereka pun dapat melakukan aktivitasnya baik dalam bermain maupun belajar dengan baik. 


Sumber: dirangkum dari berbagai sumber! :
Parents Guide-2008  www.Parentsguide.co.id
http://produk-moment.com/pengertian-probiotik-dan-prebiotik-dan-kegunaannya/
staypublichealth.blogspot.com/2012/02/pengertian-probiotik-prebiotik-dan.html
smartdetoxid.com/pengertian-prebiotik-dan-probiotik/
Selengkapnya

CARA DAN UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA KECELAKAAN PADA ANAK USIA DINI

By sulthan on Minggu, 18 Juni 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Anak usia dini selalu aktif bereksplorasi dengan keingintahuan yang amat tinggi. Semua benda baru dan menarik akan diamati dan dipelajarinya dengan seksama. Mereka belum mengetahui dan menyadari jika ada hal yang membahayakan dirinya. Keingintahuannya yang besar akan medorong anak tergerak untuk memanjat furniture, memasuki lemari, meraih apapun yang menarik, memasukan benda ke dalam mulut dan hidungnya, menggoyang-goyang dan mendorong TV, bahkan akan memasukan tangannya ke colokan listrik. Ini adalah perilaku positif untuk mereka menjadi lebih cerdas dari waktu ke waktu. Tugas pendidik dan pengelola adalah memastikan semua yang berada di dekat anak aman dan edukatif.

Aturan umum untuk menciptakan lingkungan aman bagi anak usia dini adalah semua area dan benda-benda yang berada dalam radius jangkauan harus aman jika menjadi pusat perhatian dan bahan eksplorasi anak. Semua sudut dan sentra harus terhindar dari barang kondisi tempat yang membahayakan anak.


Kecelakaan anak, Kecelakaan di PAUD, Anak Korban Kecelakaan, Kecelakaan Kecil, Insiden Anak di Sekolah

Keamanan area dan benda-benda di lembaga PAUD akan mencegah terjadinya kecelakaan pada anak. Namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan dengan selalu melakukan pengawasan penuh pada setiap anak karena kecelakaan juga bisa ditimbulkan oleh hal lain seperti interaksi antar anak atau gerakan anak yang melampaui batas dan penyebab lainnya. Selain itu, anak perlu mengenal dan penjelasan setiap benda dan kejadian-kejadian yang berpeluang dapat mencelakakan anak. Anak perlu dididik untuk disiplin memenuhi aturan yang berlaku dan secara bertahap anak ditumbuhkan kesadarannya bahwa disiplin mematuhi aturan akan menyelamatkan diri sendiri dan juga mengamankan orang lain.

Terdapat dua tindakan utama yang berkenaan dengan kecelakaan terjadi di lembaga PAUD yaitu :
  1. Tindakan Preventif melalui: a. Penyiapan lingkungan yang aman, b. membuat aturan. c. Memberi penjelasan kepada anak tentang bahaya disekitar anak dan bagaimana mencegahnya.
  2. Tindakan Penanganan Pertama pada kecelakaan. (Baca juga cara melakukan pertolongan pertama pada Kecelakaan Anak usia dini di sini!)

Salah satu upaya dalam pencegahan terjadinya kecelakaan pada anak adalah dengan memahami, mewaspadai dan mencegah kecelakaan tersebut pada anak. Kecelakaan yang Paling umum menurut Tahap Perkembangan (Sears and Sears, 2007).

1. Bayi yang baru lahir hingga berusia enam bulan (berguling dan menjangkau)
  • Kecelakaan di boks
  • Jatuh dari tempat mengganti pakaian atau dari kursi kayu
  • Luka bakar karena tumpahan dari secangkir kopi, teh atau air panas
  • Kecelakaan di kendaraan karena penggunaan kursi mobil untuk bayi dengan tidak semestinya atau tidak menggunakan sama sekali.

2. Bayi yang berusia 6-12 bulan (merangkak dan berjalan)
  • Kecelakaan akibat mainan: tepi yang tajam, benda-benda kecil yang bisa dimasukan ke mulut
  • Kecelakaan akibat duduk dikursi bayi yang tinggi
  • Jatuh dan menghantam sudut meja yang tajam, tepian tangga 
  • terbakar rokok
  • Kecelakaan karena memegang: memegang yang panas dan tajam
  • Kecelakaan karena alat bantu berjalan dan kereta dorong
  • Kecelakaan di mobil.

3. Anak yang berusia 1-2 tahun (berjalan dan menyelidik)
  • Kecelakaan karena memanjat
  • Menelan racun
  • Kecelakaan karena menjelajah
  • Resiko dari air yang tidak dijaga: kolam ikan, kolam renang, bathtub, kloset dan air mancur.
  • Terpotong, tergores dan hal lain yang menyebabkan terluka.

Karena itu untuk menghidari terjadinya kecelakaan pada anak seperti yang disebutkan diatas maka perlu dilakukan dan dikondisikan hal-hal yang bersentuhan dengan anak di rumah atau di lembaga PAUD seperti:

1. Memilih Mainan yang Aman bagi Anak Usia Dini
  • Mainan yang disediakan bagi anak sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan mainnya. Bagi 0-2 tahun, sangat berbahaya jika meletakan mainan berupa manik-manik kecil karena akan dimakan dan dimasukan hidung. Balok berbahan kayu juga berbahaya karena mainan tersebut akan dilempar.
  • Mainan dan wadah atau lemari tempat mainan tidak memiliki bagian tepi yang tajam atau bagian yang mudah masuk ke kulit
  • Hindari menyediakan mainan plastik yang mudah patah lalu patahan tersebut berpotensi melukai anak. Ada baiknya ketika membeli mainan plastik, kita mencoba membengkokannya untuk melihat apakah mudah patah atau tidak.
  • Mainan sebaiknya tidak dibuat dan dicat dengan bahan yang bersifat toksik
  • Alat bantu berjalan (baby walker) tidak perlu digunakan karena tidak aman bagi anak dan sebenarnya alat ini juga tidak dapat membantu anak bisa cepat berjalan
  • Penataan mainan di rak mainan harus mempertimbangkan apakah jika diraih anak akan tumpah dan dapat melukai anak
  • Rak mainan selain tidak berujung tajam juga tidak bersifat ringan dan mudah tumbang
  • Alat mainan lur upayakan dari bahan plastik bukan besi terutama untuk bahan ayunan. Sudah banyak kejadian dimana ayunan besi melukai anak saat bermain.
  • Kursi anak sebaiknya yang berat sehingga tidak mudah terbalik kebelakang saat diduduki anak. Begitu juga meja, ujungnya diupayakan tidak runcing juga berat.

2. Kamar Mandi yang Aman bagi Anak Usia Dini
  • Bathtub lantai kamar mandi dan jalan menuju kamar mandi diberi alas antilicin
  • Kunci pintu bagian dalam tidak dalam jangkauan anak untuk menghindari anak terkunci di dalam kamar mandi
  • Alat dan bahan-bahan pembersih yang tidak aman harus jauh dari jangkauan anak
  • Keran mandi air panas harus dilengkapi pengaman yang tidak bisa dibuka anak.

3. Kamar Tidur yang aman bagi anak

Semua prabot, furniture dan perlengkapan kamar tidur harus layak dan aman untuk anak, jauhkan kamar tidur dari bahan dan barang-barang orang dewasa yang berbahaya bagi anak.


4. Halaman yang aman
  • Alat main luar diusahakan dari bahan plastik bukan besi terutama untuk bahan ayunan. Sduah banyak kejadian dimana ayunan besi melukai anak saat bermain.
  • Sangat dianjurkan ayunan dengan duduk seperti pelana karena mencegah anak terlembar juga membatasi anak untuk tidak berdiri sambil berayun.
  • Ayunan dipasang dengan ketinggian berbeda untuk kelompok umur anak yang berbeda pula.
  • Peralatan ayunan sebaiknya dipasang sedikitnya dua meter dari penghalang (pagar atau dinding) dan permukaan di bawah ayunan harus rata dan lembut untuk mengurangi resiko kecelakaan saat anak terjatuh.
  • Simpanlah tangga sehabis dipakai agar anak tidak menggunakannya.
  • Jangan memotong rumput dengan mesin pemotong rumput saat anak bermain di halaman dan simpat segera mesin pemotong ketempat yang tidak bisa ditemukan anak.
  • Pastikan kolam ikan hias atau kolam renang dirancang dengan tingkat keamanan dan pengawasan yang baik. Lembaga PAUD yang punya kolam harus ekstra hati-hati jika ada anak didiknya berumur di bawah lima tahun. Saat ini tersedia alat sensor gerakan yang dapat memberikan tanda jika anak jatuh ke kolam.

Dalam upaya pencegahan terjadinya kecelakaan pada anak usia dini, baik di rumah maupun di sekolah (lembaga PAUD), tindakan yang paling utama adalah mencegah anak tidak mengalami kecelakaan. Namun kadangkala meskipun kita sudah berupaya keras, ada saja kecelakaan yang tidak bisa kita hindarkan terjadi. Karena itu juga maka di rumah dan disetiap lembaga PAUD harus memiliki kotak P3K. (Baca juga Petolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K di Lembaga PAUD).

Demikian tentang cara dan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan pada anak usia dini, semoga tulisan ini bermanfaat. terimakasih. https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.co.id/
Selengkapnya

8 CARA MENGEMBANGKAN KECERDASAN LINGUISTIK PADA ANAK USIA DINI

By sulthan on Selasa, 11 April 2017

Berbicara dan berdialog dengan Anak

PAUD-Anakbermainbelajar---Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan anak dalam hal mengolah kata-kata (bertutur, berbahasa), atau kemampuan menggunakan kata secara efektif baik secara lisan maupun tulisan. Untuk mengembangkan kecerdasan linguistik pada anak sejak usia dini, khususnya pada anak yang telah mengikuti program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), antara lain dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut;

1. Mengajak anak berbicara atau berdialog

Ajaklah anak berbicara dan berdialog, karena dengan mengajak anak berdialog dan berbicara merupakan langkah awal melatih anak berbicara, yang merupakan unsur penting dalam berkomunikasi dan keterampilan sosial.

2. Membacakan Cerita

Membacakan cerita selain menarik bagi anak juga dapa merangsang kemampuan kecerdasan linguistik anak. Dengan membacakan cerita juga akan melibatkan anak dalam aktivitas-aktivitas linguistik baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Merangkai cerita

Berikan anak potongan-potongan gambar dan biarkan anak mengungkapkan apa yang ada dipikirannya tentang jalannya cerita pada gambar tersebut. Ini menyenangkan karena anak akan terlibat secara langsung dalam dialog dan diskusi tentang gambarnya.

4. Bermain huruf dan angka

Seiring dengan pemahaman anak akan huruf dan angka serta penggunaannya, yaitu dengan bermain kartu bergambar berikut kosakatanya. Lakukan aktivitas dengan bermain menggunakan huruf dan angka tersebut.

5. Berdiskusi

Memberikan kesempatan pada anak untuk menyampaikan pendapatnya, menghargai kata-katanya, membiarkan anak membicarakan perasaan, selain mengasah perkembangan bahasa juga melatih anak untuk mengendalikan emosi.

6. Bermain Peran

Dalam bermain peran anak akan melakukan dialog atau berkomunikasi dengan teman mainnya, hal ini dapat membantu mengembangkan kemampuan anak dalam penggunaan kosakata menjadi suatu kalimat dan berkomunikasi dengan orang lain.

7. Menyanyi bersama-sama

Menyanyi bersama-sama dengan teman-temannya dan ibu guru, mampu memberikan pengalaman dan kemampuan vokal yang sangat berpengaruh besar pada pengembangan kemampuan berbicara anak. Menyanyi bersama dapat membuat anak peka terhadap irama dan nada dalam kelompoknya, yang sangat penting dalam membantu kemampuan berkomunikasi dan keterampilan sosialnya.

8. Memperdengarkan lagu anak-anak.

Banyak lagu-lagu anak yang sangat menarik, sehingga tanpa disadari anak spontan mengikuti lirik lagu yang dibawakan dalam lagu-lagu tersebut. Hal ini sangat menyenangkan bagi anak, selain mempertajam pendengaran anak, memperdengarkan lagu juga menuntut anak untuk menyimak setiap lirik yang dinyanyikan, yang kemudian membuat anak menirukan lagu tersebut dan juga menambah perbendaharan kata, kosakata dan pemahaman arti kata bagi anak usia dini.

Selain 8 delapan cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini di atas juga perlu diKembangkan kemampuan dalam hal komunikasi yang efektif pada anak baik di sekolah ataupun di rumah, agar kemampuan anak untuk berkomunikasi semakin baik, kemampuan bahasa pada anak secara verbal dapat berkembang sesuai dengan kematangan usia dan perkembangan fisiknya.

Demikian tentang uraian singkat 8 delapan cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini, Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan, jika bunda-ayah mempunyai info lain tentang cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini mohon di share /komentar disini ya..Terimakasih.

* * *
Selengkapnya

INILAH KHASIAT DAN CARA MEMASAK IKAN GABUS UNTUK TERAPI ANAK AUTIS

By sulthan on Jumat, 17 Februari 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Sejak dahulu ikan gabus dipercaya memamiliki khasiat sebagai obat penyembuh. Karena itu selain sebagai penyembuh berbagai penyakit, ikan gabus juga dipercaya sangat bagus bagi ibu hamil dan menyusui juga untuk membantu terapi penanganan anak autis. Kandungan ikan gabus yang terdiri dari zat-zat dan gizi yang baik menyebabkan khasiat ikan gabus begitu bermanfaat bagi penanganan anak autis atau autism. Protein albumin yang terkandung dalam ikan Gabus juga meningkatkan nilai kecukupan gizi yang dibutuhkan guna pertumbuhan dan perkembangan anak autis, itulah yang diharapkan dari sebuah proses terapi penanganan anak autis. (Baca juga khasiat dan kandungan Ikan Gabus di sini).

Terapi penanganan anak autis menurut teori umum memang harus dilakukan secara berhati-hati, salah satu yang terpenting adalah menyangkut pemeriksaan dan perbaikan sistem pencernaan anak autis sejak dini. Dalam penanganan anak autis ada makanan-makan tertentu yang harus kita kurangi dan hindarkan dari anak, jika tidak ditangani sejak dini maka akan berdampak pada kesehatan anak autis secara keseluruhan. Dari penelitian yang dilakukan terhadap para penyandang autis, diketahui bahwa makanan yang mengandung gluten dan kasein berpengaruh terhadap perilaku autistik anak, seperti flapping dan hiperaktivitas. Gluten adalah protein yang berasal dari gandum-ganduman, misalnya dari terigu. Sedangkan kasein berasal dari susu sapi. Berdasarkan hal tersebut maka para ahli sepakat bahwa seorang penyandang autism sebaiknya mengurangi bahkan menghindari gluten dan kasein ini. Karena diyakini dengan diet gluten dan kasein ini dapat memperbaiki ganguan pencernaan anak penyandang autis dan juga bisa dilakukan untuk mengurangi gejala atau tingkah laku autistik yang ditujukan anak.

Karena itu pemberian masakan ikan gabus sangat baik untuk anak terutama yang sedang melakukan diet gluten dan kasein ini. Dengan cara memasak ikan gabus tepat, maka dagingnya akan sangat baik untuk terapi penanganan anak autis terutama anak dengan tipe Autis Bahavior Defensiveness yaitu tipe autis pada anak dengan perilaku menghindar, susah makan dan malas mengunyah. Biar tak rentan kurang gizi, maka manfaatkanlah khasiat ikan gabus yang tekstur dagingnya lembut sehingga mampu terserap tubuhnya. Seiring dengan perkembangannya nanti barulah diberikan asupan nutrisi dengan daging yang bertekstur kasar.

Cara Memasak Ikan Gabus yang Aman untuk Anak Autis

Cara memasak ikan gabus yang aman ini dimaksudkan adalah memastikan bahwa bahan pangan yang diolah dan disajikan pada saat terapi penanganan anak autis adalah aman dan sehat alami sehingga tidak menimbulkan efek samping seperti makin menumpuknya residu pestisida, logam berat dan sejenis dalam saluran pencernaan. Karena hal ini akan mengganggu proses detoksifikasi normal pada anak autis.

Penanganan anak autis sangat memperhatikan cara memasak ikan gabus maupun bahan pangan lain sebab mereka sangat rentan alergi maupun gangguan proses detoksifikasi serta sistem imun tubuh yang rendah (defisiensi imun).

Cara memasak ikan gabus yang aman untuk terapi penanganan anak autis adalah memastikan bahwa ikan gabus yang akan dimasak adalah bebas dari potensi racun pestisida, logam berat dan sejenis. Racun – racun tersebut bisa terbawa dalam tubuh ikan gabus yang dipengaruhi oleh cara budidaya ikan gabus, ternak ikan gabus, pakan ikan yang digunakan menggunakan zat – zat kimia atau tidak dan lain sebagainya. Terlihat penyediaan menu ini agak rumit, tapi memang kenyataan bahwa anak autis sangat rentan terhadap zat-zat yang merugikan ini. 

Berikut adalah cara memasak ikan gabus yang baik dan aman untuk anak autis:
  1. Potong – potong ikan gabus sesuai ukuran yang dikehendaki.
  2. Cuci potongan ikan gabus tersebut sampai bersih.
  3. Rendam beberapa saat potongan daging ikan gabus yang akan dimasak (kurang lebih 10 – 15 menit) lalu tiriskan. 
  4. Proses perendaman ikan gabus bisa dibarengkan dengan bahan bumbu dapur, seperti cabe rawit, cabe keriting, bawang merah, bawang putih dan lainnya, kecuali serbuk seperti garam dan gula tidak perlu ikut direndam. Tujuannya sama agar bahan pangan yang diolah aman dan sehat buat penanganan anak autis.
  5. Raciklah menu masakan ikan gabus sesuai dengan resep menu makanan sehat untuk anak autis maupun keluarga Anda.

Di daerah tertentu seperti di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, ikan gabus atau ikan haruan mudah didapatkan, baik secara langsung (ikan gabus liar/dari alam) atau hasil budidaya yang didapatkan dengan membelinya di beberapa penjual ikan. Ikan gabus bisa saja langsung diolah , baik digoreng atau dimasak dengan cara lain. Tetapi jika anak tidak terlalu suka,ikan gabus juga bisa dijadikan makanan tambahan atau makanan ringan misalnya diubah menjadi kerupuk atau biskuit. Kita bisa juga mendapatkan ekstrak ikan gabus yang telah diolah menjadi produk kapsul obat yang banyak beredar dipasaran baik yang berbentuk kapsul, bubuk dalam bentuk kemasan/bungkus.

Demikian Khasiat ikan gabus dan cara memasak ikan gabus untuk terapi penanganan anak Autis, semoga artikel sederhana ini bermanfaat untuk bunda-ayah yang memiliki anak-anak dengan gejala dan kecedrungan autis ini, terimakasih, Wassalam....
Selengkapnya

INILAH PENTINGNYA MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN SENI MUSIK DI PAUD

By sulthan on Minggu, 04 Desember 2016

PAUD-AnakBermainBelajar--Kesenian merupakan sebuah konsep yang tidak akanpernah hilang di atas muka bumi ini. Kesenian identik dengan estetika, terkait dengan naluri kemanusiaan yang selalu cinta dengan keindahan, maka seni sebagai sebuah produk yang identik dengan keindahan memang akan selalu ada dan menjadi bagian dari kehidupan manusia. Sebuah kata-kata bijak yang menjelaskan bahwa dengan seni hidup menjadi indah, sepertinya tidak bisa dipungkiri bahwa kita memang membutuhkan seni untuk memperindah hidup kita. Seni akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan menyertai perjalanan hidup manusia karena seni memiliki fungsi individual dan sosial. Tidak hanya mencakup kebutuhan spiritual atau ekspresi tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan komersial, politik, sosial, alat penerangan, propaganda, sarana promosi, hiburan, pendidikan, terapi dan sebagainya.

Sebagai individu yang harus terus bekembang dalam kehidupannya, anak-anak usia dini sangat perlu memiliki kemampuan seni. Dengan penanganan yang tepat maka seni menjadi hla yang sangat berperan penting dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar pada diri anak. Dalam kegiatan seni untuk anak-anak ditemukan nilai-nilai edukasi yang kemudian dikenal sebagai konsep education through art yang dikemukakan oleh Herbert Read yang dikembangkan dari pemikiran Plato (428-347 SM) yang mengatakan art should be the basis of education. Selanjutnya Lowenfeld dan Brittain (1980) menjelaskan bahwa kegiatan seni berperan dalam mengembangkan berbagai kemampuan dasar di dalam diri anak, seperti kemampuan: fisik, perseptual, pikir/intelektual, kreativitas, sosial dan estetik. Seiring dengan bertambahnya usia anak, maka seluruh kemampuan dasar dapat perkembang secara terpadu.

Haskel (1979) mengungkapkan bahwa pendidikan usia dini amat tidak efektif dan kurang sempurna tanpa musik. Belajar melalui seni pada hakikatnya menyenangkan, menjadikan anak belajar dari dalam dirinya sendiri, sehingga belajar lebih bermakna dari pada sekedar melaksanakan perintah guru. Kegiatan seni mengasah ketajaman rasa (feeling) dan mengendalikan emosi.
 
Bermain musik itu sangat penting bagi seorang anak, karena dapat meningkatkan kemampuan musikal anak yang selanjutnya dapat mempengaruhi secara positif bidang kemampuan anak yang lainnya. Bidang kemampuan yang dapat dipengaruhi secara positif oleh musik ini adalah bidang bahasa, komunikasi, fisik, emosi, esetetika, sosial , kognitif dan science.

Anak di usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang secara terminologi disebut sebagai anak usia pra-sekolah atau Taman Kanak-kanak. Sejumlah riset membuktikan bahwa perkembangan kecerdasan anak pada masa ini mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80%. Hal ini menunjukan pentingnya upaya pengembangan seluruh potensi anak di usia pra-sekolah karena pada usia tersebut anak mengalami masa peka, yaitu masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulus yang diberikan oleh lingkungan. Maa peka merupakan masa untuk meletakan dasar pertama dalam mengembangkan seluruh potensi anak termasuk pula potensi, minat dan bakat dalam bidan seni khususnya seni musik.
 

Menurut John M. Ortiz (2002), memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendengarkan berbagai macam suara (kata-kata, musik, dan suara pada umumnya) juga dapat menstimulasi otak anak ntuk membentuk berbagai macam “koneksi suara”. Hal ini akan memudahkan mereka memperbanyak simpanan suara dalam hidup mereka selanjutnya. Memperkenalkan berbagai macam suara sedini mungkin terbukti meningkatkan keragaman, fleksibilitas, dan daya tahan koneksi saraf tersebut, terutama di bidang matematika, bahasa, dan logika.

Teori Multiple Intelligences yang dikembangkan Gardner pada tahun 1980-an, memperkuat pendapat bahwa seni khususnya musik mempunyai fungsi dan pengaruh dalam mengembangkan intelegensi anak. Teori ini memberikan wacana yang lebih luas dalam memandang seorang anak secara holistik. Secara khusus tentang musik dan anak ini, teori multiple intelligences yang dikembangkan Garner ini memberikan perluasan wawasan bahwa manusia memiliki intelegen khususnya intelegen musikal. 

Kecerdasan musikal didefinisikan sebagai kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal. Kemampuan ini, meliputi (1) kemampuan mempersepsi bentuk musikal, seperti menangkap atau menikmati musik dan bunyi-bunyi berpola nada, (2) kemampuan membedakan bentuk musikal, seperti membedakan dan membandingkan ciri musikal bunyi, suara, dan alat musik, (3) kemampuan mengubah bentuk musikal, seperti mencipta dan memversikan musik, dan (4) kemampuan mengekspresikan bentuk musikal, seperti menyanyi, bersenandung, dan bersiul-siul. Hal ini berarti, kecerdasan musikal meliputi kemampuan mempersepsi dan memahami, mencipta, dan menyajikan bentuk-bentuk musikal (Armstrong, 2003).

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan musikal dalam taraf berkembang, sering menyanyi, senang bersenandung atau bersiul seorang diri. Kemunculan kecerdasan musikal pada anak-anak mudah dikenali karena begitu diperdengarkan musik mereka langsung mendengarkan atau mengikuti irama atau ikut menyanyi (Armstrong, 2003).

Tujuan kegiatan seni musik di PAUD bukanlah membuat anak mampu menghasilkan keterampilan khusus dalam bermusik, tetapi lebih pada membantu anak untuk mampu mengungkapkan diri melalui seni musik tersebut. Dengan kegiatan bermain musik anak mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik karena kemampuan untuk untuk mengungkapkan dirinya.

Sesuai kurikulum tahun 2004, pendidikan di Taman Kanak-kanak bertujuan mengembangkan kemampuan fisik, bahasa, sosial-emosional, moral dan nilai agama, kognitif serta seni. Pendidikan ini tercakup dalam tiga rumpun pengembangan yaitu pengembangan moral dan nilai agama, sosial-emosional serta kemampuan dasar bahasa, kognitif dan pra-akademik (Kurikulum Pendidikan Usia Dini 2004, Diknas).

Dalam kurikulum Nasional pengembangan seni mengacu pada kompetensi dasar anak mampu mengungkapkan gagasan dan daya ciptanya dalam berbagai bentuk meliputi berbagai media; bergerak sesuai irama musik dan menyanyi (Kurikulum Pendidikan Usia Dini – TK -,2004).

Terkait dengan kemampuan musikal anak ini, telah banyak dilakukan penelitian dan dipulikasikan diberbagai negara, salah satu hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal yang dikeluarkan oleh The National Association for Music Education di Amerika. Ada beberapa aspek yang dapat diukur dalam kemampuan musik anak, diantaranya sepek ritmik, melodi, menyanyi, dan literasi. Ada juga beberapa kemampuan dasar musik yang dimiliki anak usia TK dapat ditinjau dari aspek intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetik dan kreatif yang kesemuanya dapat berkembang jika didukung oleh penerapan kegiatan bermain musik yang baik di bawah bimbingan dan arahan guru dan pendidik.

Demikian Artikel singkat tentang pentingnya mengembangkan Pendidikan Seni Musik di PAUD, semoga Artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan kita  dalam rangka mengembangkan kemampuan dan pendidikan anak usia dini, terimakasih.

Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber !!
Selengkapnya

CARA MENGETAHUI ANAK PAUD YANG BERBAKAT "TES BAKU"

By sulthan on Sabtu, 13 Agustus 2016

PAUD-Anakbermainbelajar---Dalam pendidikan anak usia dini PAUD, untuk mengetahui anak berbakat kita harus menyelami lebih jauh berbagai aspek yang melingkupi seluruh diri anak. Kita sering melihat hal-hal luar biasa yang bisa dilakukan anak sesuai dengan usia mereka. Anak-anak seperti ini sering disebut anak berbakat, yaitu anak dengan kemampuan kecerdasan pada satu atau beberapa bidang yang berada sangat jauh di atas rata-rata kemampuan anak sebayanya. Kemampuan anak tersebut dapat dilihat dibidang akademik, seperti matematika atau sains, bidang seni visual atau performa (melukis, menggambar, mengarang, musik, menyanyi, atau seni peran), kreativitas, kepemimpinan, atau bidang yang berkaitan dengan fisik dan psikomotor, seperti lari, berenang, basket dll. Kenyataannya pada anak berbakat ini, kemampuan yang luar biasa tersebut tidak hanya terbatas pada skor kecerdasan umum (IQ) saja. 

Untuk mengetahui dan meyakinkan kita, jika anak kita memang berbakat, tentu saja diperlukan berbagai pertimbangan. Umumnya pertimbangan pertama adalah potensi kecerasan anak, yang diukur melalui tes kecerdasan baku, seperti Wechsler atau Stanford-Binet. Skor kecerdasan umum (IQ) anak berbakat berada di atas 130. Namun harus diingat bahwa bukar skor IQ saja yang dipertimbangkan, dalam menentukan berbakat tidaknya anak. Aspek lain yang perlu dipertimbangkan, dalam menentukan berbakat tidaknya anak. Aspek lain yang perlu dipertimbangkan adalah kreativitas, serta komitmen terhadap tugas dan bidang yang menunjukan keberbakatan anak, yaitu bidang di mana anak menunjukan kemampuan yang luar biasa dan di atas kemampuan anak-anak sebayanya.

Untuk mengamati anak kita berbakat atau tidak, dapat dicermati dari karakteristik anak itu sendiri. Beberapa karakteristik anak berbakat yang dapat diamati sebagai panduan untuk mengetahui gambaran kemampuan anak dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel Karakteristik Anak Berbakat

Meskipun anak PAUD berbakat menunjukan kemampuan yang berbeda-beda dalam bidang keberbakatannya, secara umum anak berbakat menunjukan kemampuan belajar dengan mudah dan cepat. Selain itu, anak berbakat memiliki fleksibilitas dalam ide-ide dan penyelesaian tugas, serta lebih dulu mampu berpikir abstrak pada usia di mana anak sebayanya belum mampu. Di samping itu, kebanyakan anak berbakat memiliki self esteem yang tinggi, keterampilan sosial dan penyesuaian diri yang baik. 

Pada anak berbakat yang sesungguhnya, sifat perkembangan bakatnya tidak hanya sementara, keberbakatannya ini dapat menjadi tolak ukur bagi bakat mereka kelak ketika sudah dewasa. Banyak anak-anak berbakat ini menjadi orang-orang sukses ketika mereka dewasa dengan bakat yang dimilikinya, ini sekali lagi tentunya dengan penanganan dan arahan yang tepat dari orang dewasa disekitarnya.

Demikian tulisan ringkas tentang cara mengetahui anak PAUD yang berbakat menurut teori, semoga bermanfaat. terimakasih.
Selengkapnya

CARA EFEKTIF MENGATASI ANAK NAKAL

By sulthan on Senin, 08 Agustus 2016

PAUD-Anakbermainbelajar---Kebanyakan orang tua akan sependapat bahwa mendidik anak itu tapi gampang-gampang susah dilakukan, karena di satu sisi, setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh dengan akhlak dan tingkah laku terpuji, tapi di sisi lain, mayoritas orang tua terlalu dikuasai rasa tidak tega untuk tidak menuruti semua keinginan sang anak, sampai pun dalam hal-hal yang akan merusak pembinaan akhlaknya. Akhirnya banyak terjadi orang tua yang mengeluh tentang perilaku anaknya yang terlihat sudah mulai "bermasalah", dengan kenakalan yang telah melewati batas kewajaran.

Dr. Scott Turansky dan Joanne Miller dalam buku "Effective Parenting"nya mengungkapkan 8 Delapan cara mengatasi anak yang nakal yaitu dengan upaya-upaya seperti :
1. Menegakan kepatuhan kepada anak tanpa orang tua harus berteriak
2. Menjadikan setiap kesempatan untuk mendisiplinkan dengan bermanfaat
3. Membantu anak-anak membuat perubahan permanen pada diri mereka
4. Mengomunikasikan Nilai-nilai sehingga anak mau mendengarkan
5. Mengatasi kemarahan pada anak
6. Mendisiplinkan secara konsisten meskipun kita lelah dan jenuh
7. Mendidik anak-anak untuk belajar dari kehidupan ini
8. Pendekatan untuk masalah yang telah mengakar dalam hubungan anak dan orang tua

Selama ini yang tidak kita sadari adalah penyebab anak menjadi menjadi nakal merupakan polesan dari orang tua sendiri dalam menerapkan pola asuh kepada anak. Untuk itu, bagi para orang tua khususnya para ibu yang memiliki anak yang nakal, hendaknya kita harus siap dan lebih sabar dalam mengembalikan kepribadian anak menjadi pribadi yang disiplin yang taat. Lantas bagaimanakah cara mendidik anak yang nakal agar mereka mamp menjadi anak yang patuh dan disiplin sehingga dapat membanggakan kedua orang tuanya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kali ini kita akan membahas mengenai seputar anak yang nakal, penyebab anak menjadi nakal serta bagaimana cara mengatasi anak yang nakal sehingga mereka dapat kembali menjadi anak yang disiplin dan patuh terhadap kedua orang tuanya.

Dalam sebuah penelitian di Amerika, tentang latar belakang seorang anak setelah mereka dewasa, terungkap bahwa kebanyakan anak-anak yang semasa kecilnya diangkap nakal dan berperilaku yang memusingkan orang tua, ternyata kebanyakan anak-anak ini setelah dewasa sukses dalam karir dan pekerjaannya.

Dari hal tersebut dapat dilihat kenyataannya bahwa anak-anak yang terlihat nakal ternyata memiliki keunggulan tersendiri, mereka memiliki memiliki kecerdasan yang sangat baik, anak mempunyai percaya diri dan kemampuan survive yang tinggi sehingga memudahkan mereka untuk belajar dan mengekplorasi lingkungannya hingga memperkaya pengetahuan dan keterampilannya.

Tentunya dengan penanganan yag tepat serta pendidikan dan pembelajaran usia dini yang efektif, anak-anak ini dapat dibentuk menjadi pribadi-pribadi yang cerdas dan tangguh, tentu saja harus dibarengi dengan penanaman nilai-nilai karakter yang baik untuk mereka.

Salah satu point terpenting dalam 8 delapan cara mengatasi anak nakal menurut Scott Turansky dan Joanne Miller ini adalah kita harus terus membantu anak-anak kita untuk membuat perubahan permanen pada perilakunya. Kesadaran anak harus dibantu dan diarahkan dengan menjadikan mereka menyadari perlunya berperilaku yang baik untuk kepentingan mereka sendiri.

Demikian tentang cara efektif mengatasi anak nakal semoga dapat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam PAUD pendidikan anak usia dini kita. terimakasih.
Selengkapnya

INILAH DAFTAR GAME BERBAHAYA BAGI ANAK PAUD YANG DIBLOKIR PEMERINTAH

By sulthan on Rabu, 01 Juni 2016

PAUD-Anakbermainbelajar--- Hampir seminggu ini pemberitaan mengenai 15 games online yang diblokir oleh Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia) bekerja sama dengan Kemdikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) ramai wara-wiri di dunia maya. Bagi saya yang notabene sebagai orangtua, tentu hal ini menjadi kabar gembira.

Hal ini dipertegas oleh Erlinda, Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melalui perbincangan telepon dengan Mommies Daily. “Bahwa KPAI mendukung pemblokiran sejumlah games oleh Kemendikbud dan Kemenkominfo, dalam rangka menyelamatkan anak-anak Indonesia, karena games tersebut mengandung kekerasan dan pornografi. Ada 22 games yang masuk daftar diblokir, 15 di antaranya sudah diblokir – 7 lainnya dalam proses,” jelas Erliandi.

Berikut ini daftar 15 games online yang resmi diblokir oleh Kemendikbud dan Kemenkominfo:
  1. Grand Theft Auto (GTA)
  2. Mortal Combat
  3. Point Blank
  4. Counter Strike
  5. World of Warcraft
  6. Call of Duty
  7. Cross Fire
  8. War Rock
  9. Future Cop
  10. Carmageddon
  11. Shelshock
  12. Raising Force
  13. Atlantica
  14. Bully
  15. Conflict of Vietnam
Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI kini juga sedang mendesak Kemendikbud untuk aktif mendorong pengerjaan game-game yang ddukatif untuk melawan game-game yang dianggap berbahaya.

KPAI juga mengingatkan agar anak-anak harus dilindungi dari tayangan dan permainan yang merusak dan berdampak buruk bagi perkembangan anak dari segi intelektual maupun spiritual.

Dampak Buruk Kecanduan Game

1. Perilaku Negatif
2. Tidak Peka Sosial
3. Menganggu Kesehatan
4. Gangguan Emosi
5. Mengalami Obsesi
6. Mendorong Ketidakjujuran
7. Tidak Mampu Mengendalikan Diri
8. Mempengaruhi Otak

Sebagian besar dari daftar game versi Kemendikbud adalah game yang telah lama beredar dan peredaran game memang sedari awal telah memiliki rating game sendiri yang bertujuan untuk membatasi dan juga memberi tahu tingkatan dari jenis game tersebut.

Bila pembatasan game pada anak dilakukan dengan cara pemblokiran yang akan menjadi pertanyaan adalah adanya penggunaan rating pada game yang tidak mempunyai fungsi tersendiri?

Lalu bagaimana dengan sinetron remaja yang saat ini berjejalan di televisi? Adegan perkelahian, gank, percintaan dan berbagai tindakan yang tidak patut ditiru melenggang bebas di televisi yang notabene lebih mudah dilihat oleh anak-anak Indonesia.
 
Apa yang bisa kita perbuat?


Ke depannya Erlinda mengingatkan, agar semua elemen masyarakat bisa berperan aktif melaporkan games-games yang disinyalir mengandung unsur kekerasan, pornografi  atau unsur lainnya yang tidak pantas untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Caranya? Mommies bisa memanfaatkan aplikasi Pandawa Care (Perlindungan Anak dan Keluarga Indonesia)  – yang saat ini untuk sementara bisa diunduh di Google Play, dan menyusul untuk iOS.

Aplikasi ini tidak hanya untuk pengaduan games-games yang tidak layak konsumsi untuk anak-anak, tapi juga bisa digunakan si anak itu sendiri untuk melaporkan kejadian yang sedang mengancam keselamatan dirinya. Caranya dengan menekan “panic button” yang secara otomatis bisa terhubung dengan nomor-nomor keluarga dari si anak. 


Sumber
www.harianbernas.com/berita-15093-Inilah-Daftar-15-Game-Berbahaya
suryamalang.tribunnews.com/.../video-inilah-daftar-15-game-berbahaya-..
Selengkapnya