Tampilkan postingan dengan label Alam Ghaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam Ghaib. Tampilkan semua postingan

Astagfirullah. Ternyata Iblis Juga Bisa Mengganggu Kita Lewat Sajadah, Berikut Kisah Nyatanya

By sulthan on Rabu, 31 Agustus 2016

Siang menjelang Dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis telah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk dan masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, alias masuk lewat celah pembuangan air.

Ilustrasi
Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. “ "Hai, Blis!", panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa tergangguk: “ "Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tak butuh kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang yang ada didalam Masjid ini!", jawab Iblis marah.

“Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci, Kalau kau mau ganggu, kau dapat diluar nanti! “ , Kiai mencoba mengusir.“

"Kiai, kali ini, merupakan hari uji coba sistem baru. Saya sedang menerapkan trik baru, untuk menjerat kaummu."
“"Dengan apa?"“
"Dengan sajadah!"
"Apa yang dapat kau perbuat dengan sajadah, Blis?"
"Pertama, saya bakal masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka bakal saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka bakal tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!"
"Ah, itu kan terbukti trik lama yang tak jarang kau pakai. Tak ada yang baru,Blis?"
"Bukan itu saja Kiai..."
"Lalu?"
"Saya juga bakal masuk pada setiap tampilaner
sajadah. Saya bakal menumbuhkan gagasan, supaya para tampilaner itu membikin sajadah yang lebar-lebar."
"Untuk apa?"
"Supaya, saya lebih berkesempatan untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang kau pimpin, Kiai! Tidak hanya itu, Saya bakal lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf bakal renggang. Serta saya ada dalam bagusganggan itu. Di situ Saya dapat ikut membentangkan sajadah."

Dialog Iblis serta Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, serta keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, mempunyai sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil.

Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa menonton kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tak enak hati apabila harus mendesak jamaah lain yang telah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, jadi sebagian sajadah yang lebar tertutupi semacamnya.

Keduanya tetap meperbuat sholat sunnah.

“"Nah, lihat itu Kiai!", Iblis mengawali obrolan lagi.
“"Yang mana?"
"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang tak sama ukuran. Lihat sekarang, aku bakal masuk diantara mereka."
Iblis lenyap. Ia telah masuk ke dalam barisan shaf.

Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang meperbuat sholat sunah. Kiyai bakal menonton kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Namun, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, meperbuat faktor serupa. Ia juga membuka sajadahnya, sebab sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berlangsung hingga akhir sholat.

Bahkan, pada saat sholat harus juga, kejadian-kejadian itu berbagai kali terihat di berbagai masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang telah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang mempunyai sajadah lebar, maka, ia bakal meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah telah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.

Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Serta pemilik sajadah kecil, merupakan kelas bawah yang setiap saat bakal rutin menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.


Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya rutin menguasai orang lain. “ Astaghfirullahal adziiiim “ , ucap sang Kiai pelan. (sumber : lampuislam.org)
Selengkapnya

Benarkah Ruh Manusia yang Sudah Meninggal Bisa Bergentayangan? Berikut Penjelasannya

By sulthan on Rabu, 15 Juni 2016


Benarkah Ruh Manusia yang Sudah Meninggal Bisa Bergentayangan? Berikut Penjelasannya

Orang yang telah meninggal berarti dia telah meninggalkan alam dunia dan berpindah ke alam barzakh. Kata “barzakh” itu sendiri artinya adalah pembatas, yaitu pembatas antara alam dunia dan alam akhirat. Orang yang telah meninggal tidak lagi berada di alam dunia, dan belum lagi berada di alam akhirat.

Seseorang yang telah masuk ke alam barzakh tidak akan kembali ke dunia dan tetap akan berada di sana hingga hari kiamat tiba. Dalilnya adalah firman Allah SWT yang artinya:

“Di hadapan mereka ada dinding pembatas (barzakh) sampal hari mereka dibangkitkan.” [QS Al Mu`minun: 100].

Orang yang beriman kepada Allah SWT akan mendapatkan kenikmatan di sana, sedangkan orang yang kafir akan mendapatkan siksaan di sana. Semuanya tetap berada di alam kubur dan tidak ada yang keluar dari sana hingga hari berbangkit tiba.

Di antara bukti yang menunjukkan bahwa orang yang sudah meninggal tidak dapat kembali ke alam dunia adalah pernyataan orang-orang kafir yang memohon kepada Allah agar mereka dikembalikan ke dunia supaya mereka dapat beribadah kepada Allah dan beramal shalih, baik ketika hampir meninggal, ketika hari kiamat, dan ketika di dalam neraka, namun permintaan mereka ini ditolak oleh Allah SWT. Allah telah menceritakan hal ini di dalam beberapa ayat, di antaranya:

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Wahai Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja.” [QS Al Mu`minun: 99-100]

Di dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman yang artinya: “Nafkahkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu dia berkata: “Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku menjadi orang-orang yang shalih?” Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” [QS Al Munafiqun: 10-11]

Di dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman yang artinya:
“Jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabb mereka, (dan mereka berkata): “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia) agar kami dapat mengerjakan amal shalih. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” [QS As Sajdah: 12]

Asy Syinqithi rahimahullah berkata di dalam tafsirnya Adhwa’ul Bayan pada tafsir surat Al Mu`minun ayat 99-100: “Sebagaimana mereka meminta dikembalikan (tidak jadi dimatikan) ketika datangnya kematian agar mereka dapat memperbaiki amalan mereka, mereka juga meminta hal yang demikian pada hari kiamat. Tentunya telah diketahui bahwasanya permintaan mereka tidak diterima.”

Berdasarkan pembahasan di atas, maka fenomena yang sering terjadi di tengah masyarakat berupa adanya arwah gentayangan, arwah penasaran, kembalinya ruh orang yang telah meninggal di alam dunia, ataupun yang sejenisnya, semuanya ini adalah tidak benar. Semuanya ini merupakan perbuatan jin yang mencoba untuk menakut-nakuti manusia yang lemah imannya, baik dengan menampakkan diri mereka kepada manusia, meniru suara dan perilaku mereka, ataupun memasuki tubuh mereka, sehingga manusia percaya dan meyakini bahwa itu adalah ruh orang yang telah meninggal. Wallahu’alam.


Selengkapnya

Benarkah Syaitan Diikat Pada Bulan Ramadhan? Dan Mengapa Masih Ada Orang Berbuat Maksiat? Ini Jawabannya

By sulthan on Jumat, 10 Juni 2016


Benarkah Syaitan Diikat Pada Bulan Ramadhan? Dan Mengapa Masih Ada Orang Berbuat Maksiat? Ini Jawabannya

Ya, tidak diragukan lagi bahwa setan masih dapat membisikkan manusia di bulan Ramadhan dan masih dapat melakukan sihir di bulan Ramadhan. Akan tetapi tidak diragukan lagi bahwa semua itu berkurang dibanding selain Ramadhan.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 “Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.”

Mengapa masih ada keburukan dan kemaksiatan pada bulan Ramadhan ?
Al-Qurthubi berkata, "Jika dikatakan, bagaimana kita masih dapat menyaksikan banyaknya keburukan dan kemaksiatan di bulan Ramadhan. Seandainya setan diikat, seharusnya hal itu tidak terjadi?" Maka jawabanya adalah, "Bahwa kemampuan setan menggoda menjadi berkurang dalam menggoda orang-orang yang berpuasa apabila dia memperhatikan syarat-syarat dan adab-adabnya. Atau pemahaman lain bahwa yang diikat hanyalah setan pembangkang, bukan semuanya sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat. Atau yang dimaksud adalah berkurangnya keburukan di bulan tersebut, dan ini adalah perkara yang dapat dirasakan, karena terjadinya keburukan menjadi berkurang di bulan ini. Disamping itu, kalaupun semua setan diikat, hal itu bukan berarti tidak akan terjadi keburukan dan kemaksiatan, karena semua itu dapat terjadi karena sebab selain setan, seperti jiwa yang buruk, serta kebiasaan jelek atau karena setan manusia."

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i rahimahullahu berkata bahwa yang dibelenggu adalah setan dari kalangan jin yang sangat jahat. Sedangkan setan-setan yang kecil dan setan-setan dari kalangan manusia tetap berkeliaran tidak dibelenggu. Demikian pula dengan :
jiwa yang memerintahkan kepada kejelekan
teman-teman duduk yang jelek, dan
tabiat yang memang senang dengan fitnah dan pertikaian.

Semua ini tetap ada di tengah manusia, tidak terbelenggu kecuali jin-jin yang sangat jahat. (Ijabatus Sa`il ‘ala Ahammil Masa`il, hal. 163)

Al-Imam Ibnu Khuzaimah rahimahullahu berkata dalam Shahih-nya (3/188):
“Bab penyebutan keterangan bahwa hanyalah yang diinginkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sabdanya hanyalah jin-jin yang jahat, bukan semua setan.

Karena nama setan terkadang diberikan kepada sebagian mereka (tidak dimaukan seluruhnya).”

‘Setan’ berwujud manusia

Firman Allah yang artinya: Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (Q.S. Al-An'am 6:112)

Rasulullah saw. mengingatkan agar senantiasa waspada terhadap gangguan dan bahaya setan manusia dan jin. Rasul pun menempatkan bahaya gangguan setan dari golongan manusia mendahului bahaya gangguan setan dari golognan jin.

Rasulullah SAW. Bersabda yang artinya: Dari Abu Dzar berkata: aku mendatangi Rasulullah SAW pada saat beliau berada di masjid. Aku duduk (di dekatnya). Maka beliau bersabda: hai Abu Dzar, apakah kamu sudah melakukan shalat. Aku berkata: belum, beluau bersabda: berdirilah lalu shalatlah! Maka aku pun berdiri dan melakukukan shalat. Kemudian aku duduk, maka beliau bersabda: hai Abu Dzar berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin. Aku berkata: wahai Rasulullah apakah dari golongan manusia ada setan? Beliau bersabda: ya. …… (HR. Ahmad).


Wallahu A’lam
Selengkapnya

Misteri 9 Ruh yang Ada Pada Tubuh Manusia. Nomor 2 Mengejutkan Anda

By sulthan on Selasa, 07 Juni 2016


Misteri 9 Ruh yang Ada Pada Tubuh Manusia. Nomor 8 Mengejutkan Anda

Ruh adalah daya atau pancaran kehidupan yang menggerakkan suatu makhluk ciptaan-Nya menjadi hidup.Ruh atau yang biasa disebut nyawa ini berasal dari Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta ini. Seperti dalam firman Allah dalam Q.S Al isra’17 ayat 85 yang artinya “...Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah ruh itu termasuk urusanku.Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (QS. Al isra’ :85).

Para nenek moyang terdahulu melakukan pengkajian mendalam tentang  ruh dengan sedikit pengetahuan tersebut. Hasilnya mereka menemukan bahwa didalam tubuh manusia itu terdapat 9 ruh.Dari 9 ruh tersebut mempunyai fungsi dan tugas masing-masing. Berikut adalah nama dan penjelasan tentang fungsi dan tugas dari 9 ruh tersebut.

1. Ruh idhofi atau ruh ilafi/Ilofi
Ruh idhofi atau yang biasa disebut nyawa ini adalah central yang di miliki manusia.Ruh ini adalah satu-satunya ruh yang memiliki fungsi penting diantara 8 ruh lainnya. Jika ruh idhofi ini keluar dari tubuh manusia akan secara otomatis 8 ruh yang lainnya pun akan ikut keluar. Tetapi jika 8 ruh yang keluar, manusia akan tetap hidup meski mengalami ketidaksempurnaan.  Ruh idhofi ini berwujud tidak jauh berbeda dengan tubuh anda, baik rupa, suara, tingkah dan segala sesuatu yang ada pada diri kita sendiri.Inilah yang membedakan dari 8 ruh lainya.

2. Ruh rabbani
Ruh yang kedua ini tidak memiliki nafsu. Ia tinggal di nur berwarna kuning diam dan tidak bergerak. Biasanya ruh ini digunakan para kaum supranaturalis sebagai titik acuan dalam semedi atau bertapa untuk mencapai ketenangan.

3. Ruh Ruhani
Ruh ini berfungsi untuk mengendalikan hawa nafsu manusia. Ruh ini memiliki dua sisi kehendak yang berbeda. Ruh ruhani ini yang sering membuat anda kadang merasa menyukai sesuatu hal dan kadang membencinya. Ruh ini juga yang memiliki pengaruh akan perbuatan baik dan buruk manusia. Ruh ini memiliki 4 jenis nafsu yaitu Nafsu lawuma, Amarah, Supiyah dan mulamah (mutmainah). Jika ruh ruhani ini keluar dari tubuh, maka  manusia tersebut tidak akan memiliki nafsu lagi.

4. Ruh Nurani
Ruh yang ke 4 ini membawa sifat terang dan membawa manusia pada suatu petunjuk yang menuntun dan keterangan dalam hati dan pikiran. Jika ruh nurani ini keluar dari tubuh, maka manusia akan merasakan gelapnya hati dan pikiran. Ruh ini menguasai nafsu mutmainah, yang bisa mengalahkan nafsu lainnya. Sehingga ruh ini akan membawa kebaikan yang terjaga, hati tentram, perilaku baik dan terpuji.

5. Ruh kudus (suci)
Ruh kudus ini juga bisa disebut dengan ruh suci, yang membawa sifat kasih sayang kepada semua makhluk. Dengan adanya ruh ini, manusia tidak segan memberi pertolongan dan akan berbuat kebaikan serta dapat mempengaruhi perbuatan amal ibadah sesuai agama dan kepercayaan yang dianutnya.

6. Ruh rahmani
Ruh rahmani ini adalah ruh yang memiliki makna pemurah dan suka memberi.

7. Ruh Jasmani
Ruh ini adalah ruh yang mengatur seluruh sistem peredaran darah, urat syaraf pada manusia. Karena ruh jasmani inilah manusia mempunyai rasa sakit, cape, segar. Ruh ini juga yang memiliki nafsu amarah dan nafsu hewani dimana nafsu inilah yang membuat manusia malas, menyukai hubungan badan,  serakah dan egois.

8. Ruh Nabati
Ruh ini adalah ruh yang berfungsi untuk mengendalikan perkembangan pertumbuhan pada tubuh manusia.

9. Ruh Rewani
Ruh yang terakhir ini adalah ruh yang bertugas menjaga tubuh manusia.  Jika ruh ini keluar dari tubuh manusia, maka manusia tersebut akan tertidur.  Dan jika ruh tersebut kembali maka manusia ini akan terbangun.  Jika seseorang bermimpi dengan arwah seseorang, maka ruh rewani dari orang yang bermimpilah yang menjumpainya. Jadi mimpi tersebut adalah hasil kerja ruh rewani yang mengendalikan otak manusia. Pergi dan keluarnya ruh rewani ini tetap diatur oleh ruh idhofi, begitu juga ruh yang lainya tetap masih dalam kekuasaan ruh idhofi.


Demikianlah sedikit pengetahuan tentang ruh yang ada pada manusia. Semoga  informasi ini bisa menjadi pengetahuan untuk anda dan semoga bermanfaat.
Selengkapnya