Tampilkan postingan dengan label Otak Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otak Anak. Tampilkan semua postingan

PENGERTIAN KECERDASAN MAJEMUK DAN IMPLIKASINYA UNTUK PENDIDIKAN ANAK

By sulthan on Minggu, 22 Januari 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda..sebelum kita membahas lebih jauh tentang kecerdasan majemuk (multiple intelligences)  dan implikasinya untuk pendidikan anak, terlebih dahulu kita ulang kembali tentang pengertian kecerdasan majemuk tersebut yaitu: Pengertian kecerdasan majemuk adalah pendekatan perkembangan dalam belajar yang ditandai anak tumbuh dan berkembang sebagai suatu keseluruhan, tidak hanya satu dimensi saja yang berkembang dalam suatu waktu tertentu atau sebaliknya tidak semua dimensi memiliki kecepatan perkembangan yang sama.

Seorang ahli pendidikan yang terkenal ahli dalam pengkajian dan penelitian kecerdasan yaitu Howard Garner dari Harvard University, berpendapat bahwa tidak ada manusia yang tidak cerdas. Paradigma ini menentang teori dikotomi cerdas-tidak cerdas. Garner juga menentang anggapan "cerdas" dari sisi IQ (intelectual quotien), yang menurutnya hanya mengacu pada tiga jenis kecerdasan, yakni logiko-matematik, linguistik, dan spasial.

Untuk selanjutnya, Howard Gardner, kemudian mengemukakan istilah multiple intelligences. Istilah ini kemudian dikembangkan menjadi teori melalui penelitian yang rumit, melibatkan antropologi, psikologi kognitif, psikologi perkembangan, psikometri, studi biografi, fisiologi hewan, dan neuroanatomi (Amstrong,1993; Larson,2001).

Berikut ini adalah aspek-aspek kecerdasan majemuk menurut Howard Garner ada 8, yaitu sebagai berikut :
1. Kecerdasan verbal linguistic (verbal linguistic intelligent)
Anak –anak yang memiliki kemampuan menggunakan kata-kata dan bahasa dalam berbagai bentuk.

2. Kecerdasan logika matematika (logical mathematical intelligent)
Anak yang memiliki kemampuan dalam ketajaman melihat pola dan melakukan pendekatan terhadap situasi secara logis

3. Kecerdasan visual spasial (visual special intelligent)
Anak yang memiliki kemampuan memvisualisasikan berbagai hal dan memiliki kelebihan dalam hal berfikir melalui gambar.

4. Kecerdasan Gerak Tubuh (bodily kinesthetic intelligent)
Anak yang memiliki kemampuan koordinasi  yang tinggi dalam gerak tubuh dan senang menyentuh segala sesuatu.

5. Kecerdasan musical berirama (musical rithmic intelligent)
Anak yang peka terhadap bunyi-bunyi non verbal dalam lingkungan seperti: irama tinggi rendah suara, dan pola nada.

6. Kecerdasan antar diri-intrapersonal (interpersonal intelligent)
Memiliki kepekaan dan mengerti akan oranglain.

7. Kecerdasan dalam diri interpersonal (intrapersonal intelligent)
Memiliki kepekaan akan memiliki perasaan yang paling mendalam dalam diri sendiri, memiliki kelebihan dan kekurangan di sendiri.

8. Kecerdasan alam natural (naturalistic intelligent)
Anak akan menjadi seorang pengamatlingkungan yang baik, menyadari yang terjadi akan perubahan dalam lingkungan, senang melakukan percobaan, mengelompokkan benda dan menyayangi binatang.

Bagi para pendidik dan implikasinya bagi pendidikan, teori multiple intelligences melihat anak sebagai individu yang unik. Pendidik akan melihat ada berbagai variasi dalam belajar, di mana setiap variasi menimbulkan konsekuensi dalam cara pandang dan evaluasinya.

Kecerdasan, menurut paradigma multiple intelligences (Gardner, 1993). dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang mempunyai tiga komponen utama, yakni:
  1. Kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan nyata sehari-hari
  2. Kemampuan untuk menghasilkan persoalan-persoalan baru yang dihadapi untuk diselesaikan
  3. Kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan jasa yang akan menimbulkan penghargaan dalam budaya seseorang.
Semua kemampuan tersebut dimiliki oleh semua manusia, meskipun manusia memiliki cara yang berbeda untuk menunjukkannya.

Kecerdasan anak juga didasarkan pada pandangan pokok teori multiple intelligences (Amstrongs, 1993) sebagai berikut;
  1. Setiap anak memiliki kapasitas untuk memiliki sembilan kecerdasan. Kecerdasan-kecerdasan tersebut ada yang dapat sangat berkembang, cukup berkembang, dan kurang berkembang.
  2. Semua anak, pada umumnya, dapat mengembangkan setiap kecerdasan hingga tingkat penguasaan yang memadai apabila ia memperoleh cukup dukungan, pengayaan, dan pengejaran
  3. Kecerdasan bekerja bersamaan dalam kegiatan sehari-hari. Anak yang menyanyi membutuhkan kecerdasan musikal dan kinestetik
  4. Anak memiliki berbagai cara untuk menunjukan kecerdasannya dalam setiap kategori. Anak mungkin tidak begitu pandai meloncat tetapi mampu meronce dengan baik (kecerdasan kinestetik), atau tidak suka bercerita, tetapi cepat memahami apabila diajak berbicara (kecerdasan linguistik).
Dikotomi anak cerdas dan tidak cerdas, serta pemberian label hiperaktif, gangguan belajar, dan prestiasi bawah kemampuan, mendorong para pendidik untuk mempelajari teori Multiple Intellegences. Setelah menemukan delapan bukti dari teorinya, Gardner meneguhkan kriteria temuannya tentang kesembilan kecerdasan dalam multiple intelligences.

Howard Gardner (1993; Armstrong, 1993) menyadari bahwa banyak orang bertanya-tanya tentang konsep multiple intelligences. Benarkah musikal, visual-spasial, intrapersonal, dan kinestetik dapat dikategorikan sebagai kecerdasan, dan bukan bakat? untuk menguatakan temuan dan keyakinannya, Garner menyusun kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh setiap kategori kecerdasan. Kriteria tersebut didasarkan pada bukti-bukti berikut:
  1. Ditemukan potensi yang terisolasi akibat kerusakan otak. Ini berarti setiap kecerdasan memiliki sistem otak yang relatif otonom. Terdapat struktur otak dalam setiap kecerdasan.
  2. Ditemukan orang-orang genius dan idiot savant. Ini berarti, ada kecerdasan yang sangat tinggi sementara kecerdasan lain hanya berfungsi pada tingkat rendah.
  3. Ditemukannya riwayat perkembangan khusus dan kinerja kondisi puncak bertara ahli yang khas. Hal ini berarti, kecerdasan terbentuk melalui keterlibatan anak dalam kegiatan  dan setiap kecerdasan memiliki waktu kemunculan tertentu. Musik dan bahasa, misalnya muncul sejak awal dan bertahan hingga usia tua sementara logiko-matematis mencapai kinerja puncak pada usia belasan tahun.
  4. Ditemukannya bukti-bukti sejarah dan kenyataan logis evolusioner. Hal ini berarti, kecerdasan ada pada setiap kurun waktu, meskipun peran dari setiap kecerdasan tidak sama. Bukti kecerdasan musik ditemukan pada bukti arkeologis instrumen musik purba.
  5. Ditemukannya dukungan dari temuan psikometri atau tes pengujian, seperti tes verbal IQ dan TPA (verbal-linguistik), penalaran IQ dan TPA (logiko-matematik), tes bakat seni dan tes memori visual (visual-spasial), tes kebugaran fisik (kinestetik), sosiogram (interpersonal), tens proyeksi (interapersonal) untuk menggali kecerdasan anak. Saat ini, telah dibuat tes psikometri untuk kecerdasan majemuk.
  6. Ditemukannya dukungan riset psikologi eksperimental, seperti studi kemampuan mengingat, persepsi, dan atensi. Hal ini menunjukan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan yang terkotak-kotak, dan bahwa setiap kemampuan kognitif berlaku khusus untuk satu kecerdasan.
  7. Ditemukannya cara kerja dasar yang terindentifikasi. Setiap kecerdasan memerlukan cara kerja yang berperan menggerakan kegiatan yang spesifik pada setiap kecerdasan.  Cara kerja dasar kinestetik, misalnya adalah kemampuan meniru dan menguasai gerak.
  8. Ditemukannya penyandian kecerdasan dalam sistem simbol. Semua kecerdasan memiliki sistem simbol khas, seperti bunyi bahasa (verbal linguistik), Simbol matematika (logika-matematik), kanji (visual spasial), braille (kinestetik), notasi (musikal), mimik wajah (interpersonal), dan simbol diri terhadap karya seni (intrapersonal), klasifikasi spesies (naturalis), dan simbol nurani (eksitensial).
Menurut Howard Gardner, multiple intelligences memiliki karakteristik konsep yang berbeda dengan karakteristik konsep kecerdasan terdahulu. Karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut.
  1. Semua intelegensi itu berbeda-beda, tetapi semuanya sederajat. Dalam pengertian ini, tidak ada intelegensi yang lebih baik atau lebih penting dari inteligensi yang lain (Gardner, 1993; Hine; 2003; Armstrong, 1993; 1996).
  2. Semua kecerdasan dimiliki manusia dalam kadar yang tidak persis sama. semua kecerdasan dapat dieksploitasi, ditumbuhkan, dan dikembangkan secara optimal.
  3. Terdapat banyak indikator kecerdasan dalam tiap-tiap kecerdasan. Dengan latihan, seseorang dapat membangun kekuatan kecerdasan yang dimiliki dan menipiskan kelemahan-kelemahan
  4. semua kecerdasan yang berbeda-beda tersebut akan saling bekerja sama untuk mewujudkan aktivitas yang diperbuat manusia. Satu kegiatan mungkin memerlukan lebih dari satu kecerdasan, dan satu kecerdasan dapat digunakan dalam berbagai bidang (Gardner, 1993:37-38).
  5. Semua jenis kecerdasan tersebut ditemukan di seluruh atau semua lintas kebudayaan di seluruh dunia dan kelompok usia (Garner, 1993: Armstrong, 2004:10-13).
  6. Tahap-tahap alami dari setiap kecerdasan dimulai dengan kemampuan membuat pola dasar. Kecerdasan musikal, misalnya ditandai dengan kemampuan membedakan tinggi rendah nada. Sementara kecerdasan spasial dimulai dengan kemampuan pengaturan tiga dimensi.
  7. Saat seseorang dewasa, kecerdasan diekspresikan melalui rentang pengejaran profesi dan hobi. Kecerdasan logika-matematika yang dimulai sebagai kemampuan membuat pola dasar pada masa balita, berkembang menjadi penguasaan simbolik pada masa anak-anak, dan akhirnya mencapai kematangan ekspresi dalam wujud profesi sebagai ahli matematika, akuntan, atau ilmuwan. 
  8. Ada kemungkinan seorang anak berada pada kondisi "berisiko" sehingga apabila mereka tidak memproleh bantuan khusus, mereka akan mengalami kegagalan dalam tuga-tugas tertentu yang melibatkan kecerdasan tersebtu (Gardner, 1993: 27-29). 

Demikian Artikel singkat tentang pengertian kecerdasan majemuk (multiple intelligences)  dan implikasinya untuk pendidikan anak. Semoga bermanfaat. terimakasih.

Referensi: Artikel sejenis ini ditulis juga di :
https://id.wikipedia.org/wiki/Howard_Gardner
http://www.ipapedia.web.id/2015/04/pengertian-dan-latar-belakang-kecerdasan-majemuk.html
https://nuritaputranti.wordpress.com/.../kecerdasan-majemuk-multiple-intelligences/
http://niaadarmania.blogspot.co.id/2013/06/macam-macam-kecerdasan-majemuk-multiple_27.html
http://www.ayahbunda.co.id/.../kecerdasan-majemuk-28multiple-intelligences29-dan-howar.
Selengkapnya →

PENGARUH ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA PERTUMBUHAN OTAK ANAK

By sulthan on Sabtu, 13 April 2013

Pada usia 0 - 2 tahun adalah masa-masa emas untuk perkembangan otak anak, 80% perkembangan otak terjadi pada usia 0 - 2 tahun ini, karena itu sangat penting untuk diperhatikan nutrisi dan

makanan pembentuk sel-sel otak anak yang sedang tumbuh. Ada beberapa zat gizi esensial untuk tubuh yang sangat berperan penting terhadap perkembangan otak anak, salah satunya adalah zat besi.



Zat besi adalah suatu zat dalam tubuh manusia yang erat dengan ketersediaan jumlah darah yang diperlukan. Zat besi memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu untuk mengangkut oksigen dari  paru-paru ke jaringan dan mengangkut electron di dalam proses pembentukan energi di dalam sel. Zat besi ini sangat diperlukan untuk perkembangan sel syaraf otak. Zat besi dibutuhkan untuk  pembentukan sel darah merah (Hemoglobin) yang berfungsi membawa oksigen ke otak. Untuk mengangkut oksigen, zat besi harus bergabung dengan protein membentuk hemoglobin di dalam sel darah merah dan myoglobin di dalam serabut otot. Bila bergabung dengan protein di dalam sel zat besi membentuk enzim yang berperan di dalam pembentukan energi di dalam sel.

Anemia adalah keadaan dimana tubuh kekurangan jumlah sel darah merah, yang bertugas membawa oksigen ke otak dan keseluruh organ serta jaringan tubuh. Anemia terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah  (Hemoglobin) sehat yang cukup, atau sering disebut kurang darah. Anemia Defisiensi Zat Besi disebabkan oleh defisiensi Zat Besi atau substansi lain (zat pembentuk darah : zat besi, vitamin B12 dan asam folat).

Anemia Defisiensi Zat Besi dapat berakibat buruk pada perkembangan otak dan kecerdasan anak diantaranya;
  • dapat menyebabkan terganggunya perkembangan koordinasi mental maupun motorik (gerak) anak
  • mempengaruhi emosi bayi sehingga menjadi penakut, ragu-ragu danpat menghambat proses pembelajaran dan interaksi dengan lingkungan
  • mempengaruhi perkembangan intelektual dan sosial anak dikemudian hari.
  • kesulitan belajar hal-hal baru dan kesulitan membedakan stimulasi visual atau perhatian
  • bermasalah terhadap fokus pembelajaran maupun 'short term memory" (daya ingat jangka pendek)
  • terhambatnya perkembangan psikomotorik dan menyebabkan kecerdasan menurun
  • menurunnya konsentrasi belajar anak

Tanda-tanda Anak Mengalami Defisiensi Zat Besi Pada Anak Bayi dan Balita
  • Anak tampak pucat karena kurang darah
  • mudah rewel dan gelisah, pada kasus tertentu anak semakin aktif tidak terkontrol
  • pertumbuhan kurang (terganggu)
  • intoleransi latihan (kurang aktif dan lemah)
  • termogenesis (suhu tubuh tidak normal)
  • gangguan kognitif atau tingkat kecerdasan menurun.

Cara Mencegah Defisiensi Zat Besi pada masa-masa Emas perkembangan Otak Anak
  • Meningkatkan penggunaan air susu ibu ASI ekslusif
  • tidak tergesa-gesa dalam pemakaian susu sapi pada anak hingga usia 2 tahun.
  • memberikan makanan  yang mengandung besi dan kaya vitamin C pada saat pemberian makanan tambahan di usia 4 - 6 bulan
  • memberikan suplementasi untuk mencegah anemia pada anak.
Ada beberapa jenis makanan yang dapat diberikan pada anak untuk Mencegah kekurangan zat Besi ini, dengan catatan tata cara pemberian makanan yang diberikan, disesuaikan dengan usia dan pertumbuhan anak. misalnya untuk anak usia mulai makan awal dapat diberikan dalam bentuk bubur lembut yang sudah diolah di rumah. Untuk membuat bubur yang kaya zat besi ini dapat digunakan bahan makanan antara lain :
  • Kulit Kentang, mungkin kita sudah idak asing jika mendengar kata kentang tapi jika kita harus mengkonsumsi kulitnya ? wah ini jarang terjadi tapi perlu diketahui bahwa kulit kentang memiliki  kandungan Zat besi yang baik untuk tubuh.
  • Bayam, adalah sayuran hijau yang juga dipercaya banyak mengandung zat besi, dan dapat memberikan nutrisi yang baik bagi anak.
  • bayam sangat membantu tubuh kita untuk mengikat zat besi. Dan bayam juga mngurangi gejala anemia.
  • Kacang-kacangan memang sudah terkenal sebagai sayuran yang mengandung banyak zat besi. Meski sering dijauhi karena mitosnya yang dapat menumbuhkan jerawat lebih banyak. Tapi
  • tahukah? Ternyata kacang-kacangan memiliki zat besi yang banyak. Dalam 100 gram kacang terdapat 5mg zat besi dan 102mg kalsium.
  • Daging sapi merupakan bahan makanan hewani yang tinggi zat besi. Seperti daging sapi yang mudah diolah. Dalam 100 gram daging sapi segar mengandung 201 kkal energi, 14 gram lemak,
  • dan 2,8 mg zat besi.
  • Ikan merupakan santapan yang lezat dan sangat bagus dikonsumsi terutama jenis ikan-ikan laut yang diyakini mengandung kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan jenis ikan sungai. Ikan
  • baronang diketahui mengandung zat besi sebanyak 3,8 mg per 100 gram. Selain itu ikan sarden juga mengandung 2,5 mg zat besi per 100 gram.

Pada dasarnya untuk Mencegah Defisiensi Zat Besi pada masa-masa Emas perkembangan Otak Anak, berilah pada anak makanan yang membantu pemenuhan kebutuhan zat besi untuk pembentukan sel darah merah, serta vitamin B1, B2, B6, dan B3.

Sumber : diambil dari berbagai sumber !!

Referensi:
  • Joy C McCann JC, Ames BN. An overvew of evidence for a causal relation between ifon deficiency during development and deficits in cognitive or behavioral function. am J Clin Nutr 2007.
  • Gordon N. Iron Deficiency and the Intelect Barain and Development, 2003
  • www.inspirasisehat.com
Selengkapnya →

MAKANAN SEHAT UNTUK MENCERDASKAN OTAK ANAK

By sulthan on Kamis, 04 April 2013

Kita telah mengetahui bahwa otak, seperti halnya organ tubuh yang lain, perlu diperhatikan secara khusus, dengan pemeliharaan yang baik agar tetap berada pada kondisi optimal untuk melaksanakan fungsi pokoknya.

Sangat penting untuk menjaga pengaturan nutrisi makanan yang sehat dan berimbang yang menyuplai Vitamin, A, B, C, dan E, seperti halnya menjaga tubuh anda sehat dan bugar Vitamin-vitamin ini memegang peran terpenting agar anda tetap wapada untuk menjaga penglihatan, ingatan, dan fungsi otak secara umum bekerja dengan baik.

Terlalu banyak gula, tepung, kafein, dan obat-obatan yang tidak perlu bisa menyebabkan melemahnya fungsi otak dan menyebabkan kemunduran mental. Pastikan bahwa orang tua menyadari pentingnya anak menerima nuntrisi yang baik, khususnya sarapan yang baik untuk membuat mereka siap belajar disekolah.

Para orang tua diharapkan menerapkan konsep sarapan yang telah terbukti sangat baik, dianjurkan juga kepada para orang tua untuk menyediakan sarapan makanan yang teratur, mengurangi jajan dan tidak melewatkan jam makan, karena otak memerlukan suplai energi secara terus-menerus.
tetap berada pada kondisi terbaiknya untuk melaksanakan fungsi pokoknya.

Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Jenis Makanan Yang Baik Untuk Perkembangan Otak Anak - Masa pertumbuhan adalah masa yang tepat untuk memaksimalkan kemampuan otak anak. Untuk mendukungnya, berikanlah nutrisi sehat yang bisa menjadi makanan otak.

Makanan yang baik untuk nuntrisi otak dapat meningkatkan memori dan keterampilan, sehingga membuat anak lebih mahir dalam menghafal atau mengingat sesuatu.

Berikut nutrisi yang bisa jadi makanan otak untuk anak, seperti dilansir boldsky, Selasa (12/6/2012):

1. Produk susu
Susu dan produk susu lainnya merupakan sumber yang kaya protein, kalsium, kalium dan vitamin D. Semua nutrisi penting ini adalah sumber kunci untuk pengembangan sistem neuromuskuler, neurotransmiter, enzim dan jaringan otak. Anak-anak dan orang dalam kelompok usia remaja yang sedang dalam tahap tumbuh juga membutuhkan nutrisi ini.

2. Semua jenis buah berry
Stroberi, ceri, blueberry dan blackberry dikenal sebagai 'brainberries' karena buah-buah ini menyediakan hampir semua nutrisi penting untuk otak. Buah berri merupakan sumber antioksidan dan vitamin C yang membantu dalam mengurangi stres oksidatif.

3. Telur dan kacang
Kolin, salah satu unsur penting lain untuk perkembangan sel-sel batang memori yang dapat ditemukan dalam telur dan kacang. Kolin dapat meningkatkan produksi sel induk memori di otak, juga meminimalkan kelelahan. Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber vitamin D, yang mampu mengurangi penurunan fungsi kognitif.

4. Gandum Utuh
Vitamin B dan glukosa yang ditemukan dalam biji-bijian seperti oat meal dan beras merah, sehingga membuatnya menjadi makanan otak yang sehat untuk anak. Tubuh membutuhkan pasokan reguler dari glukosa yang disediakan oleh biji-bijian. Vitamin B meningkatkan aliran darah sistem saraf yang merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga semua organ tubuh untuk aktif, termasuk otak.

5. Salmon
Ikan dengan tingkat lemak tinggi seperti salmon merupakan sumber yang kaya asam lemak omega-3 seperti DHA dan EPA. Ini adalah nutrisi penting untuk pengembangan otak yang tepat. Penelitian membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi ikan memiliki memori lebih tajam daripada yang tidak. - 5 Jenis Makanan Yang Baik Untuk Perkembangan Otak Anak.


Sedangkan  makanan yang harus dihindari untuk anak adalah makanan yang mengandung kalori, pemanis yang berlebihan.

Memang tidak ada salahnya memperkenalkan rasa manis pada si kecil. Tetapi yang harus diperhatikan adalah sedikit banyaknya jumlah yang dikonsumsi. Gula yang berlebih akan membawa masalah kesehatan untuk buah hati Anda.

Ini adalah beberapa dampak bahaya gula yang berlebih terhadap anak usia pra sekolah dan balita.:

1. Gula dapat menyebabkan kerusakan pada gigi. Makanan manis akan memberikan makan pada bakteri yang menyebabkan gigi berlubang.

2. Gula juga dapat membuat si kecil hiperaktif. Kadar gula tinggi akan membuat tubuh melepaskan insulin yang membantu penyerapan gula dalam tubuh sebagi sumber energi. Hal ini juga akan menyebabkan kadar gula turun dengan cepat, sehingga si kecil mudah gemetar dan lesu, ini akan membuatnya ketagihan dengan permen.

3. Menyebabkan kelemahan pada otak. Anak yang mengkonsumsi gula berlebih pada usia sekolah akan berdampak buruk pada kemampuan konsentrasinya. Padahal mereka membutuhkan banyak konsentrasi dalam belajarnya.

4. Sama seperti halnya orang dewasa, kelebihan kalori juga dapat membua anak-anak obesitas. Obesitas tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi juga terjadi pada anak-anak. Hal itu dikarenakan anak lebih suka makanan manis yang ahirnya terjadi kelebihan kalori yang menyebabkan obesitas pada anak. Selain itu anak yang gemar makan gula cenderung sedikit mendapatkan nutrisi dari makanan sehat. Karena rasa manis akan cepat membuat perut terasa kenyang.

5. Gula tidak menyebabkan diabetes. Tetapi diet gula dengan pemanis tambahan dapat meningkatkan resiko diabetes tipe 2 atau resistensi insulin yaitu pra diabetes.

Berapa banya gula yang baik dikonsumsi untuk si kecil?

Pada tahun 2009, American Heart Assosiation (AHA) menetapkan panduan baru terhadap batas jumlah gula tambahan yang baik saat berdiet. Anak-anak baik mengkonsumsi gula tidak lebih dari tiga sampai delapan sednok teh per hari. Sayangnya, menurut studi lain yang dilakukan oleh AHA, anak-anak umur satu tahun hingga tiga tahun sudah dapat mengkonsumsi 12 sendok teh gula per hari.


Dirangkum dari Berbagai Sumber !
Selengkapnya →

GAMBAR JARINGAN OTAK

By sulthan on Kamis, 01 November 2012












Selengkapnya →

BAGIAN-BAGIAN OTAK ANAK USIA DINI

By sulthan

BAGIAN-BAGIAN OTAK ANAK USIA DINI


Selengkapnya →

STIMULASI KECERDASAN SESUAI TAHAPAN PERKEMBANGAN JIWA ANAK

By sulthan on Rabu, 31 Oktober 2012






A. MENGENAL PERKEMBANGAN KEJIWAAN ANAK


1.    Masa Bayi ( 0 - 1 tahun )

 Masa gerak sensomotori,

Ciri-ciri normal pada masa ini ialah :

a.         pancaindra mulai berkembang

b.        mampu mengutarakan kebutuhan minum  dan  makan              

c.         dapat mengutarakan  perasaannya

d.         mengenal  bentuk dan  ciri

      
2.        Masa Balita (1 - 5 tahun)

Anak mulai mengenal dan  menguasai  sekelilingnya

a.      mulai berkahayal;

b.      mulai meniru sikap perilaku arang lain

c.      mulai dapat membedakan/membandingkan ukuran, keindahan

d.     mulai mengerti batasan-batasan

e.      masa bertanya  . Suka menagih janji yang tidak ditepati.

f.       f mulai berpusat pada akunya (egosentrik)          

g.      tidak sabar menunggu pelaksanaan  janji,

h.      tidak terlalu menghiraukan pertentangan


3. Masa memiliki perasaan tajam/intuisi (5 -7 tahun)

 Dengan ciri-ciri sebagai berikut :

Bahasa  sosial mulai berkembang

Bahasa  dipergunakan  sebagai  alat  berkomunikasi

Khayalan masih terus berkembang.              

Mulai mengenal simbol huruf, angka dan tanda- tanda     

Mampu  membedakan  ukuran, warna  yang  berlawanan

Mulai berfikir logis (wajar),



4. Masa berpikir konkrit (berdasarkan kenyataan) 7-12 tahun.
 
Ciri-cirinya sebagai berikut :

a.       Mampu  bekerja  sendiri

b.      Mampu  memecahkan masalah

c.       Mulai  mampu membedakan sifat-sifat benda

d.      Mampu mengolong-golongkan

e.       Mulai  memiliki  dan mengenal dasar norma

f.       Mulai  mampu  berdiskusi

g.      Mulai  mampu menciptakan suatu kreasi

h.      Mulai  mampu berfikir wajar
                  
Selengkapnya →