Tampilkan postingan dengan label Kisah Masuk Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Masuk Islam. Tampilkan semua postingan

Kisah Nyata, Meskipun Sempat Diusir Oleh Orangtua, Namun Cinta Kepada Islam Memantapkan Hati Perempuan Ini

By sulthan on Rabu, 02 Agustus 2017

Islam sungguh seindah-indahnya sebuah agama. Membuat siapa saja yang ditunjukkNya jatuh cinta sedalam-dalamnya pada agama yang membawa kedamaian ini. Ajarannya yang membawa pada kebaikan, akan menuntun siapa saja yang beriman dan bertawqa ke dalam surgaNya.

Kecintaan pada Islam bukan cinta biasa semata. Namun sebuah cinta yang mampu membawa kepada ketenangan, kebahagiaan, dan syahdu yang nyata.


Theressa, remaja berusia 13 tahun ini pertama kali merasakan kedamaian yang sesungguhnya. Hatinya bagaikan sebuah ladang bunga luas menghampar.

Islam pertama kali membuatnya jatuh cinta. Beberapa tahun setelah itu, dengan berani dan yakin menjadikan Islam sebagai identitas barunya. Walau dirinya sempat dimarahi, disindir, dan diusir oleh orangtua, cinta dan rindunya terhadap Allah yang menjadikan ia pantang menyerah.

Mulanya mengenal Islam saat There masih duduk di bangku sekolah dasa. Ia kemudian jatuh cinta pada usia 13 tahun. Bukan jatuh cinta terhadap lawan jenis yang dialaminya.

Muslimah kelahiran 25 Agustus 1996 ini menjatuhkan hatinya pada agama Islam. Dirinya dibuat kagum dengan merasa bahwa Islam adalah agama yang benar sebagai jalan keluar dari setiap masalah.

Bertahun-tahun kemudian, kegundahan muncul di hatinya. Semakin banyak yang ia tahu tentang Islam, semakin ia mempertanyakan kejanggalan tentang keyakinanya.

Seakan ada gejolak hati yang membuatnya tak tenang. Bahkan saat diajak untuk beribadah oleh orangtua, There marasa tak nyaman. Wanita ini lebih percaya pada Allah daripada sosok Tuhan yang dikenalnya sejak kecil.

Lulus SMA, anak bungsu ini semakin gelisah. Hidupnya tak tenang, seperti ada batu dalam hati yang membuatnya semakin sesak dan tak nyaman.

Sedih berkepanjangan tanpa jalan keluar. Pikirannya buntu mencari cara bagaimana agar dirinya berhenti bersedih. Bingung dan bimbang harus berdoa kepada siapa. Ia tak dapat mengambil langkah dan tujuan kepada siapa dirinya harus meminta tolong.

Tuhan yang saat itu dipercayai tak membuatnya yakin dapat mengambulkan permintaanya. Sedangkan ia ingin berdoa kepada Allah, tapi ia bukan seorang muslim.

Dilema dalam pikirannya terus tinggal. Berat meninggalkan agama terdahulu. Tapi ia sadar bahwa Allah dan Islam adalah pilihan yang benar dan tepat. Terus menerus mempertanyakan tentang keyakinannya, semakin dirinya terombang-ambing.

Sungguh Allah sebaik-baiknya pemberi petunjuk. Seakan hari itu ia diingatkan kembali pada cinta dulu. Cinta terhadap Islam telah memberi arah dan jalan keluar. Allahlah yang ia cari dan ia rindukan selama ini.

Dengan hati yang mantap dan niat yang lurus, serta bantuan dari teman-teman, There kemudian memutusan merubah keyakinan yang ia peluk selama ini.

Islam menjadi identitasnya yang baru. Kegundaan meninggalkan dirinya yang kini merasa tenang dan aman mencapai surga-Nya. Telah ia dapatkan alasan untuk berhenti bersedih dan jawaban atas pertanyaan-pertaanyaan hatinya.

Orangtua There awalnya marah mengetahui sang anak menjadi muslim. Kata-kata kasar dan sindiran sempat dilontarkan, bahkan dirinya sempat diusir dari rumah.

Hal tersebut tak meruntuhkan semangat There untuk memperjuangkan cintanya kepada Sang Illahi, ia pantang menyerah.

Karena cinta dan kasih sayang yang tak pernah henti kepada anak, kini mereka mulai mengerti dan menerima pilihan There sebagai muslimah. Penyuka kumpulan sajak “Aku” ini terus mendoakan agar sang ibu dan bapaknya juga diberi hidayah.

Cerita lain juga datang dari wanita yang hobi menulis puisi dan membaca buku psikologi ini, tenyata There telah jatuh cinta pada hijab bahkan sebelum menjadi mualaf.

Kegiatannya yang seorang aktivis PMI memaksan dirinya untuk lebih sering berada di lapangan bersama orang-orang yang bukan muhrimnya.

Hal itulah yang membuatnya memakai hijab. Wanita ini sadar bahwa ia harus melindungi dirinya dengan hijab. Ia merasa lebih nyaman dan aman setelah menggunakan penutup aurat.

Tak hanya itu, menurutnya, wanita akan lebih terlihat cantik bila mengenakan hijab. Penyuka jus alpukat satu ini punya harapan basar ceritanya akan menginspirasi calon muslimah dan muslimah lain.

Agar dirinya dan muslimah lain mencintai Islam dan terus berhijrah. Doa lain adalah agar selalu dekat dengan Allah dan diberikan jodoh yang akan menuntun ke surga kelak.


“Jika kamu merasa sulit menemukan jawaban dan kegundahan dan kegalauan, berdoalah kepada Allah. Allah selalu memiliki jawaban-jawaban yang indah.”
Selengkapnya

Akui Kehebatan Al Qur'an, Akhirnya Biksu Terkenal di Thailand Memeluk Agama Islam

By sulthan on Jumat, 11 November 2016

Salah satu netizen bernama Alam Syah baru-­baru ini mengunggah sebuah video berdurasi 2:16 menit yang memperlihatkan seorang Biksu di Thailand sedang mengikrarkan dua kalimat Syahadat.



Dengan dibimbing oleh seorang Ustadz, sang Bhiksu yang masih mengenakan jubah mengucapkan dua kalimat Syahadat Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan maknanya dalam bahasa Thailand.


Diketahui, Bhiksu yang masuk Islam ini merupakan Ketua Besar Sami Ya’la Thailand ini menjelaskan bahwa alasan mengapa akhirnya memeluk agama Islam adalah karena setelah mengkaji AlQur’an, dirinya yakin bahwa itulah kitab yang paling benar dan hebat.


“Alhamdulillah.. Kemarin ketua besar sami ya’la Thailand mengucapkan syahadat setelah mengkaji islam. Dia mengakui kehebatan alquran dan akhirnya masuk islam” tulis Alam Syah di akun Facebook pribadinya, jum’at (7/10/2016) . Berikut ini video detik­detik sang Bhiksu mengucapkan Syahadat.

Selengkapnya

Mantan Gangster Ini Akhirnya Bertaubat, Namun Sebelumnya Ia Bermimpi Kiamat

By sulthan on Minggu, 30 Oktober 2016

Jangan melihat seseorang dari tampang luarnya saja. Mungkin itu yang tergambarkan kala melihat Muhamad Fadhil Husin. Meski di wajahnya terlihat tato, namun siapa sangka, pria ini kerap berdakwah.



Perjuangan Muhamad Fadhil Husin mempelajari Islam tidaklah mudah. Pasalnya dia menghabiskan waktu 8 bulan untuk belajar Al Fatihah.

“Bayangkan untuk belajar membaca surah Al Fatihah saja, saya butuh waktu hingga delapan bulan dan ketika menunaikan shalat, saya hanya bisa membaca Al Fatihah,” kata Fadhil.

Pria berusia 29 tahun ini mengaku proses taubatnya berkat doa ibunda. Dengan doa ibunya, Fadhil merasa mendapatkan energi untuk meninggalkan dunia kelam selama menjadi bos gengster.

“Ternyata kata-kata ibu doa buat saya. Ketika itu dia memberitahu saya keluarlah kalau perkara itu baik dan jangan kembali,” ungkapnya.

Sebelum bertobat, Fadil memang dikenal sangat dekat dengan dunia hitam dan kekerasan. Di usia 12 tahun, kelakuannya sudah kejam dan ganas. Kala itu, dia menggunakan sebatang kayu untuk menganiaya lelaki yang sudah beruisa dewasa hingga terluka parah.

Akibat perbuatan tersebut dia sudah merasakan dinginnya jeruji besi. Dan saat itu pula, dia langsung menggambar seluruh tubuhnya dengan beragam gambar.

Di usia 22 tahun, Fadhil hampir saja mati, ketika itu ia dihajar  oleh massa bersenjata kayu dan senjata tajam. Fadhil memang dibesarkan dalam lingkungan yang keras.

Menjadi bos gengster merupakan satu-satunya pilihan karena dia diasuh oleh keluarga yang percaya kejahatan merupakan satu-satunya cara untuk bertahan dalam hidup.

“Saya tak peduli apa nasihat emak. Malah saya tak pedulikan Allah,” kenang Fadhil.

Mimpi Kiamat
Keluar dari jeruji besi, Fadhil langsung bergabung dengan gengster China Singapura, yang bergelimang uang, alkohol, dan narkoba. Di samping bergelimang kejahatan tentunya.

“Selain maksiat dan narkoba, saya kerap makan babi,” katanya.

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Meski Fadhil keluar masuk penjara, serta kerap berhadapan dengan maut, akhirnya lelaki ini disadarkan oleh Allah melalui sebuah mimpi.

“Saya mimpi seperti kiamat, dilanda ombak besar, dan hanyut lalu terdampar bersendirian.”


“Sebulan setelah mimpi itu, saya tak keluar rumah kerana takut datangnya kiamat.
Selengkapnya

Membenarkan Matahari Terbit dari Barat Melalui Eksperimen. Ilmuan Ini Akhirnya Masuk Islam, Bagaimana Kisahnya

By sulthan on Kamis, 14 Juli 2016

Seseorang Non Muslim memutuskan untuk masuk Islam bukan hanya dari ilmu agama saja. Melalui ilmu seperti fisika juga mengantarkan banyak ilmuan akhirnya memutuskan untuk memperdalam Islam pada akhirnya masuk Islam.



Diantaranya ialah seorang ilmuan bernama Demitri Bolykov yang berasal dari Ukraina. Ia bergabung ia bergabung dengan pimpinan Prof. penelitian ilmiah Nicolai Kosinikov bahwa pencarian teori terbaru dalam rotasi bumi di porosnya.

Pada saat penelitian mereka memakai bola sebagai sample yang diisi dengan lembaran tipis dari logam cair. Kemudian, bola tersebut ditempatkan di tubuh magnetic yang terbentuk dari hasil elektroda dalam arah yang berlawanan.

Pada saat arus listrik berjalan di dua elektroda, seketika muncul kekuatan magnet yang menyebabkan bola yang berisi berputar di porosnya. Mereka menyebut fenomena ini sebagai “Integral gerakan Elektro Magno Dynamics” yang membuat bumi berputar pada porosnya seperti kita ketahui selama ini.

Bahkan, pergantian tanah di karenakan sumber matahari drive. Berapa lama rotasi Bumi dipengaruhi oleh intensitas daya matahari. Hal ini sangat jelas di karenakan saat di tahun 1970 kecepatan rotasi bumi tak lebih dari 10 km dalam setahun. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir kecepatan meningkat menjadi 40 km dalam satu tahun.

Pada  tahun 2001, magnet pergeseran kutub Bumi hingga 200 km dalam satu gerakan. Ini berarti bahwa tanah dengan pengaruh magnet akan menghasilkan dua bolak kutub magnet sehingga pergerakan titik rotasi bumi akan mengarah di arah yang berlawanan. Itu sebabnya matahari terbit di barat.

Para ilmuan ini tidak mendapatkan hal yang ditemuinya tersebut di dalam buku-buku atau berbagai literatur lainnya. Dia hanya mendapatkan dari penelitian, studi dan eksperimen. Namun, tidak dalam bentuk buku atau literatur.

Demitri juga mencari jawaban dari semua kitab Agama. Tapi tidak menemukan jawaban tepat kecuali dalam Agama Islam. Informasi yang dikumpulkan dari hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit di barat, maka Allah akan menerima pertaubatannya” 

Sejak itu, Demitri memutuskan menjadi Muslim, dan terus menyebarkan pengetahuannya sampai akhir hayat. Wallahu’alam.

BACA JUGA



Selengkapnya

Kisah Muallaf: Semua Agama Tidak Masuk Akal Hingga Mengantarkanku Masuk Islam

By sulthan on Jumat, 24 Juni 2016


Kisah Muallaf: Semua Agama Tidak Masuk Akal Hingga Mengantarkanku Masuk Islam

Assalamu’alaikum. Sejujurnya, aku tak pernah ingin menjadi Muslim. Aku juga tak pernah ingin menjadi Kristen. Tapi ternyata, Al Quran memunyai daya tarik tertentu yang memikat intelektualku.

Dulu, sebelum tahu Islam, menurutku semua agama itu tak masuk akal. Aku lebih suka memakai otakku daripada mencari tahu di kitab-kitab tua tentang bagaimana cara menghadapi hidup. Andai saja saat itu ada orang yang memberiku uang jutaan dolar supaya aku mau memeluk salah satu agama, pasti akan kutolak mentah-mentah. Tapi aku masih belum puas hanya ?sekadar? tidak beragama. Aku masih ingin membuktikan bahwa semua agama itu nonsense dan hoax saja. Aku benar-benar bertekad untuk melakukannya.

Dan sekarang di sinilah aku, seorang muslimah.

Tentu itu semua tidak tiba-tiba. Aku pun juga berikrar syahadat awal masuk Islam. Tapi uniknya, pilihanku saat itu adalah aku tak punya pilihan lain lagi. Pada dasarnya, aku ?dipaksa? masuk Islam. Satu? hal yang menarik ketika aku berdiskusi dengan penganut agama lain selain Islam adalah, ?keinginan? mereka untuk percaya terhadap dogma agamanya. Seberapa tidak masuk akalnya ajaran agama yang dipeluknya tersebut, mereka berusaha mengabaikannya dan terus saja percaya membabi buta tanpa berusaha mempertanyakannya.

Aku pun juga berikrar syahadat awal masuk Islam. Tapi uniknya, pilihanku saat itu adalah aku tak punya pilihan lain lagi. Pada dasarnya, aku ?dipaksa? masuk Islam
Sebetulnya aku bukanlah tipe manusia yang terdorong untuk mencari tuhannya. Tapi bilapun aku harus melakukannya, rasanya tak mungkin aku mencari tuhan di kitab-kitab tua, di bangunan atau bahkan bertanya pada manusia.

Dulu aku selalu menganggap bahwa agama hanyalah angan-angan yang dibuat oleh manusia. Semua yang ada dalam agama tidak ada buktinya. Ketika aku membaca kitab suci, aku bukan mencari petunjuk. Aku mencari kesalahan yang pasti akan kutemukan di dalamnya. Cara ini menurutku sangat objektif untuk mempelajari agama dan membuktikan omong kosongnya.

Quran pertammaku bahkan kudapat secara gratis. Aku bahkan tidak merasa perlu mengobrol dengan mahasiswa muslim yang berdiri di dekat tumpukan Quran yang dibagikan gratis tersebut. Aku tidak tertarik berbincang dengan mereka. Aku hanya tertatarik pada kitabnya untuk merendahkannya.

Aku pun membaca Al Quran tersebut. Bukan hanya sekali tapi berkali-kali hingga sampul dan halamannya lecek karena terlalu sering kubuka dan kubaca, aku menjadi semakin pendiam. Ini benar-benar kitab yang berbeda dari agama lain yang pernah kubaca. Al Quran ini begitu mudah untuk kupahami dan semuanya terasa begitu jelas.

Aku bahkan bisa menjelaskan ketika ada salah satu teman yang dengan sok tahunya mengatakan bahwa tuhannya orang Islam itu pemarah dan pendendam. Tanpa sadar, aku membela tuhannya umat Islam, membuka Al Quran dan menunjukkan halamannya yang sudah sangat kuhapal dan menunjukkan padanya bagian yang mengatakan ?Sungguh, Allah itu Maha Pemaaf dan Penyayang.?

Ini luar biasa karena seolah-olah Quran berbicara sendiri secara langsung padaku, merespon masalah dalam hidupku. Memang ini adalah ?kitab tua? tapi anehnya sangat relevan dengan masa kini.

Membaca Al Quran, aku merasakan keindahan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Kitab ini begitu memahami diriku dan berbicara akran denganku. Ini adalah kitab yang sangat sesuai untuk akal dan intelektualku

Membaca Al Quran, aku merasakan keindahan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Kitab ini begitu memahami diriku dan berbicara akran denganku. Ini adalah kitab yang sangat sesuai untuk akal dan intelektualku. Al Quran mengajakku untuk berpikir, merenung dan mempertimbangkan segala sesuatunya. Al Quran menolak iman yang diyakini dengan buta. Sebaliknya, Al Quran mendorong manusia untuk menemukan alasan bagi segala sesuatu dan berpikir tentangnya. Al Quran mengarahkan manusia menuju kebaikan, mengenal penciptanya, dan tetap rendah hati.

Setelah beberapa lamanya aku akrab dengan Al Quran, ketertarikanku pada Islam mulai tumbuh. Aku pun berusaha membaca buku-buku lain tentang Islam. Aku mulai menemukan jalan baru untuk memulai hidup.

Dipandu oleh Al Quran, aku mengenal satu sosok agung yang hidupnya penuh keindahan akan ketaatan pada Tuhannya, Muhammad SAW. Manusia agung ini tak memiliki satu pun ciri-ciri pendusta. Setiap malam ia berdoa memintakan maaf bagi orang-orang yang membencinya dan berdoa untuk kebaikannya. Manusia agung yang menolak harta dunia dan tahta, dan mengabdikan dirinya hanya untuk penghambaan pada Allah semata. Di sinilah aku jatuh cinta pada Islam dan ?terpaksa? masuk Islam meskipun tak ada dalam rencana hidupku sebelumnya. (iconvertislam/voa-islam).
Selengkapnya

Kisah Muallaf: Awalnya Pemuda Ini Membenci Islam, Akhirnya Ia Masuk Islam Setelah Mendengar Lagu Tombo Ati

By sulthan on Rabu, 08 Juni 2016


Kisah Muallaf: Awalnya Pemuda Ini Membenci Islam, Akhirnya Ia Masuk Islam Setelah Mendengar Lagu Tombo Ati

Pemuda Katolik ini bernama Ferry Rosemarrie dan kemudian mengganti namanya menjadi Firdaus Ahmad setelah memutuskan diri mengucapkan ikrar syahadat dan memeluk Islam. Ferry lahir di Malang Jawa Timur 32 tahun yang lalu dan saat ini menetap di Bali.

Pada awalnya Ferry sangat benci terhadap Islam karena ia beranggapan bahwa Islam itu identik dengan teroris, radikal dan lainnya namun setelah dipelajarinya justru tidak seperti itu. Hingga akhirnya hidayah Allah datang melalui lagu TOMBO ATI yang dinyanyikan oleh Opick.

“Saat itu ada seseorang yang memberikan lagu “TOMBO ATI” dan setelah itu ia pelajari isi yang ada dalam lagu itu” ujar Ferry sebagaimana dilansir beritalangitan.com. selasa(29/3/2016).

Setelah sering dengarkan dan merenungi lagu TOMBO ATI, ternyata hidayah Allah turun dan hal itu menjadi solusi bagi kehidupannya yang saat itu ia berada dalam dunia hitam yang selalu melakukan maksiat seperti drugs, clubbing dan perbuatan dosa lainnya.

Dan akhirnya ia memutuskan untuk bersyahadat pada bulan Agustus 2015, sebelumnya malah ia memutuskan enggan beragama dan memilih atheis, tetapi yang paling menjadi pendorongnya untuk memilih Islam adalah rasa bosannya dengan hidup yang dipenuhi kemaksiatan, hidup yang tidak ada perubahan, dan jauh dari ketenangan. Dengan mantap dengan niat yang kuat dan siap menerima resikonya apapun yang terjadi ia akhirnya memeluk Islam. Kemudian Ferry mengajak keluarganya untuk memeluk Islam namun hasilnya tak semua keluarganya mengikuti jejak langkahnya dalam bersikap, hanya ibunya saja yang memilih ikut memeluk agama yang diridhoi oleh Allah ini.

Keislaman ibunya itu menjadi sebuah faktor penguat bagi dirinya dan ia pun berkeinginan terus berdakwah agar orang lain bisa bersikap seperti dirinya, sebab iman dan Islam itu nikmat terbesar yang orang lain juga perlu mendapatkannya.

“Tahun tahun pertama saya memeluk islam terasa banyak halangan dan rintangan yang dihadapi, ‘cemoohan keluarga, tetangga, teman, ada yang mengatakan ISIS lah, calon pengantin untuk pengeboman. teroris, aliran radikal”. Ungkap Firdaus.

Namun justru dengan cemoohan itu ia semakin merasa yakin akan pilihannya, sebab semua yang dituduhkan itu berbeda jauh dengan ajaran Islam yang ia pelajari, dan ia menjawabnya dengan lugas, “Saya bukan seperti yang anda katakan tapi saya menjalankan Islam yang sesungguhnya yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits”. Tandasnya.

Saat itu ia masih memiliki studio Tatto di kuta, ketika tiba waktu sholat ia selalu beralasan pergi ke ATM pada rekannya, padahal ia pergi ke masjid untuk melaksanakan solat, tapi akhirnya ketahuan oleh rekannya itu. Tetapi setelah akhirnya ia mengatakan yang sebenarnya, rekan bisnisnya malah mendukungnya dan setiap tiba waktu solat telah tiba rekannya malah mengingatkannya.


Setelah ia mendalami terus keislaman akhirnya ia memutuskan untuk menjual studio Tattonya karena dirasanya kurang bermanfaat. “Seseorang yang beragama Islam mesti berilmu, dengan ilmu perbuatannya akan menjadi benar dan terarah jangan hanya status di KTP saja” tutupnya. (sumber headlineislam).
Selengkapnya

Mantan Model Cantik Ini Temukan Islam dari Jilbab

By sulthan on Senin, 06 Juni 2016


Mantan Model Cantik Ini Temukan Islam dari Jilbab

Sara Bokker, dulunya adalah seorang model, aktris, aktivis dan instruktur fitness. Seperti umumnya gadis remaja Amerika yang tinggal di kota besar, Bokker menikmati kehidupan yang serba gemerlap. Ia pernah tinggal di Florida dan South Beach, Miami, yang dikenal sebagai tempat yang glamour di Amerika. Kehidupan Bokker ketika itu hanya terfokus pada bagaimana ia menjaga penampilannya agar menarik di mata orang banyak.

Setelah bertahun-tahun, Bokker mulai merasakan bahwa ia selama ini sudah menjadi budak mode. Dirinya menjadi “tawanan” penampilannya sendiri. Rasa ingin memuaskan ambisi dan kebahagian diri sendiri sudah mengungkungnya dalam kehidupan yang serba glamour. Bokker pun mulai mengalihkan kegiatannya dari pesta ke pesta dan alkohol ke meditasi, mengikuti aktivitas sosial dan mempelajari berbagai agama.

Sampai terjadilah serangan 11 September 2001, dimana seluruh Amerika bahkan diseluruh dunia mulai menyebut-nyebut Islam, nilai-nilai Islam dan budaya Islam, bahkan dikait-kaitkan dengan deklarasi “Perang Salib” yang dilontarkan pimpinan negara AS. Bokker pun mulai menaruh perhatian pada kata Islam.

“Pada titik itu, saya masih mengasosiasikan Islam dengan perempuan-perempuan yang hidup di tenda-tenda, pemukulan terhadap istri, harem dan dunia teroris. Sebagai seorang feminis dan aktivis, saya menginginkan dunia yang lebih baik bagi seluruh umat manusia,” kata Bokker seperti dikutip dari Saudi Gazette.

Suatu hari, secara tak sengaja Bokker menemukan kita suci al-Quran, kitab suci yang selama ini pandang negatif oleh Barat. “Awalnya, saya tertarik dengan tampilan luar al-Quran dan saya mulai tergelitik membacanya untuk mengetahui tentang eksistensi, kehidupan, penciptaan dan hubungan antara Pencipta dan yang diciptakan. Saya menemukan al-Quran sangat menyentuh hati dan jiwa saya yang paling dalam, tanpa saya perlu menginterpretasikan atau menanyakannya pada pastor,” sambung Bokker.
Akhirnya, Bokker benar-benar menemukan sebuah kebenaran, ia memeluk Islam dimana ia merasa hidup damai sebagai seorang Muslim yang taat. Setahun kemudian, ia menikah dengan seorang lelaki Muslim. Sejak mengucap dua kalimat syahadat Bokker mulai mengenakan busana Muslim lengkap.

“Saya membeli gaun panjang yang bagus dan kerudung seperti layaknya busana Muslim dan saya berjalan di jalan dan lingkungan yang sama, dimana beberapa hari sebelumnya saya berjalan hanya dengan celana pendek, bikini atau pakaian kerja yang ‘elegan’,” tutur Bokker.

“Orang-orang yang saya jumpai tetap sama, tapi untuk pertama kalinya, saya benar-benar menjadi seorang perempuan. Saya merasa terlepas dari rantai yang membelenggu dan akhirnya menjadi orang yang bebas,” Bokker menceritakan pengalaman pertamanya mengenakan busana seperti yang diajarkan dalam Islam.
Setelah mengenakan jilbab, Bokker mulai ingin tahu tentang Niqab. Ia pun bertanya pada suaminya apakah ia juga selayaknya mengenakan niqab (pakaian muslimah lengkap dengan cadarnya) atau cukup berjilbab saja. Suaminya menjawab, bahwa jilbab adalah kewajiban dalam Islam sedangkan niqab (cadar) bukan kewajiban.

Tapi satu setengah tahun kemudian, Bokker mengatakan pada suaminya bahwa ia ingin mengenakan niqab. “Alasan saya, saya merasa Allah akan lebih senang dan saya merasa lebih damai daripada cuma mengenakan jilbab saja,” kata Bokker.

Sang suami mendukung keinginan istrinya mengenakan niqab dan membelikannya gaun panjang longgar berwarna hitam beserta cadarnya. Tak lama setelah ia mengenakan niqab, media massa banyak memberitakan pernyataan dari para politisi, pejabat Vatikan, kelompok aktivis kebebasan dan hak asasi manusia yang mengatakan bahwa niqab adalah penindasan terhadap perempuan, hambatan bagi integrasi sosial dan belakangan seorang pejabat Mesir menyebut jilbab sebagai “pertanda keterbelakangan.”

“Saya melihatnya sebagai pernyataan yang sangat munafik. pemerintah dan kelompok-kelompok yang katanya memperjuangkan hak asasi manusia berlomba-lomba membela hak perempuan ketika ada pemerintah yang menerapkan kebijakan cara berbusana, tapi para ‘pejuang kebebasan’ itu bersikap sebaliknya ketika kaum perempuan kehilangan haknya di kantor atau sektor pendidikan hanya karena mereka ingin melakukan haknya mengenakan jilbab atau cadar,” kritik Bokker.

“Sampai hari ini, saya tetap seorang feminis, tapi seorang feminis yang Muslim yang menyerukan pada para Muslimah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya dan memberikan dukungan penuh pada suami-suami mereka agar juga menjadi seorang Muslim yang baik. Membesarkan dan mendidik anak-anak mereka agar menjadi Muslim yang berkualitas sehingga mereka bisa menjadi penerang dan berguna bagi seluruh umat manusia.”

“Menyerukan kaum perempuan untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan kemunkaran, untuk menyebarkan kebaikan dan menentang kebatilan, untuk memperjuangkan hak berjilbab maupun bercadar serta berbagi pengalaman tentang jilbab dan cadar bagi Muslimah lainnya yang belum pernah mengenakannya,” papar Bokker.


Ia mengungkapkan, banyak mengenal muslimah yang mengenakan cadar adalah kaum perempuan Barat yang menjadi mualaf. Beberapa diantaranya, kata Bokker, bahkan belum menikah. Sebagian ditentang oleh keluarga atau lingkungannya karena mengenakan cadar. “Tapi mengenakan cadar adalah pilihan pribadi dan tak seorang pun boleh menyerah atas pilihan pribadinya sendiri,” tukas Bokker. (sumber headlineislam)
Selengkapnya

Pria Ini Memutuskan Memeluk Islam Seusai Melihat Patung Tuhannya Pecah dan Dibuang ke Tong Sampah

By sulthan


Jum'at, tanggal 1 bulan April 2016 kemarin menjadi momentum bersejarah bagi seorang mantan pemeluk agama Budha asal Medan. Pasalnya, pada hari tersebut adalah hari di mana ia resmi meninggalkan agama lamanya, Budha, dan memeluk agama Islam.

Prosesi pengucapan kalimat syahadat ia ucapkan usai pelaksanaan shalat Jum'at di Masjid Al-Ittihad, Jl. Tidar Bukit Permai, Cibubur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Dengan dipandu ustadz setempat, ia pun berlahan melantunkan kalimat "Asyahdu an laa ilaaha Illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah."

Pria berumur 32 Tahun ini menceritakan awal mula ia meninggalkan Agama Budha.

"Kala itu, saat ia berada di rumah pamannya yang berlokasi di Jakarta, ia tengah membersihkan Tuhan-nya, yaitu berbentuk Patung Budha. Tanpa sengaja ia menjatuhkan Patung Budha tersebut dan memecahkannya. Lantas disuruhlah ia untuk membersihkan tempat Patung itu dan membuang Patung Budha ke tempat sampah."

BACA JUGA
Mantan Gangster Jepang Terkenal Ini Akhirnya Memeluk Islam. Subhanallah

"Saat itu juga ia mulai berfikir, bagaimana mungkin Tuhan dicampakan dan dibuang ke tempat sampah?" Adalah sebuah penghinaan terhadap Tuhan kalau ia ditempatkan di tempat hina semacam itu. Ia pun mencari kebenaran agama hingga ia menemukan Islam," ungkap Mashudi, jama'ah Shalat Jum'at Masjid Al Ittihad (1/4).

Saat ini pria yang sekarang berganti nama menjadi Muhammad itu menjadi karwayan di sebuah tempat kerja di Jakarta. (Jurnal Muslim)
Selengkapnya