8 CARA MENGEMBANGKAN KECERDASAN LINGUISTIK PADA ANAK USIA DINI

By sulthan on Selasa, 11 April 2017

Berbicara dan berdialog dengan Anak

PAUD-Anakbermainbelajar---Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan anak dalam hal mengolah kata-kata (bertutur, berbahasa), atau kemampuan menggunakan kata secara efektif baik secara lisan maupun tulisan. Untuk mengembangkan kecerdasan linguistik pada anak sejak usia dini, khususnya pada anak yang telah mengikuti program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), antara lain dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut;

1. Mengajak anak berbicara atau berdialog

Ajaklah anak berbicara dan berdialog, karena dengan mengajak anak berdialog dan berbicara merupakan langkah awal melatih anak berbicara, yang merupakan unsur penting dalam berkomunikasi dan keterampilan sosial.

2. Membacakan Cerita

Membacakan cerita selain menarik bagi anak juga dapa merangsang kemampuan kecerdasan linguistik anak. Dengan membacakan cerita juga akan melibatkan anak dalam aktivitas-aktivitas linguistik baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Merangkai cerita

Berikan anak potongan-potongan gambar dan biarkan anak mengungkapkan apa yang ada dipikirannya tentang jalannya cerita pada gambar tersebut. Ini menyenangkan karena anak akan terlibat secara langsung dalam dialog dan diskusi tentang gambarnya.

4. Bermain huruf dan angka

Seiring dengan pemahaman anak akan huruf dan angka serta penggunaannya, yaitu dengan bermain kartu bergambar berikut kosakatanya. Lakukan aktivitas dengan bermain menggunakan huruf dan angka tersebut.

5. Berdiskusi

Memberikan kesempatan pada anak untuk menyampaikan pendapatnya, menghargai kata-katanya, membiarkan anak membicarakan perasaan, selain mengasah perkembangan bahasa juga melatih anak untuk mengendalikan emosi.

6. Bermain Peran

Dalam bermain peran anak akan melakukan dialog atau berkomunikasi dengan teman mainnya, hal ini dapat membantu mengembangkan kemampuan anak dalam penggunaan kosakata menjadi suatu kalimat dan berkomunikasi dengan orang lain.

7. Menyanyi bersama-sama

Menyanyi bersama-sama dengan teman-temannya dan ibu guru, mampu memberikan pengalaman dan kemampuan vokal yang sangat berpengaruh besar pada pengembangan kemampuan berbicara anak. Menyanyi bersama dapat membuat anak peka terhadap irama dan nada dalam kelompoknya, yang sangat penting dalam membantu kemampuan berkomunikasi dan keterampilan sosialnya.

8. Memperdengarkan lagu anak-anak.

Banyak lagu-lagu anak yang sangat menarik, sehingga tanpa disadari anak spontan mengikuti lirik lagu yang dibawakan dalam lagu-lagu tersebut. Hal ini sangat menyenangkan bagi anak, selain mempertajam pendengaran anak, memperdengarkan lagu juga menuntut anak untuk menyimak setiap lirik yang dinyanyikan, yang kemudian membuat anak menirukan lagu tersebut dan juga menambah perbendaharan kata, kosakata dan pemahaman arti kata bagi anak usia dini.

Selain 8 delapan cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini di atas juga perlu diKembangkan kemampuan dalam hal komunikasi yang efektif pada anak baik di sekolah ataupun di rumah, agar kemampuan anak untuk berkomunikasi semakin baik, kemampuan bahasa pada anak secara verbal dapat berkembang sesuai dengan kematangan usia dan perkembangan fisiknya.

Demikian tentang uraian singkat 8 delapan cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini, Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan, jika bunda-ayah mempunyai info lain tentang cara-mengembangkan kecerdasan linguistik pada Anak Usia Dini mohon di share /komentar disini ya..Terimakasih.

* * *
Selengkapnya

MEMOTRET ANAK PAUD PENTINGKAH?

By sulthan on Kamis, 06 April 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Penulis teringat kata-kata orang tua jaman dulu dikampung kami, "kalo kebanyakan memotret nanti cepat mati". entah apa maksudnya? Tapi keyataannya Jaman dahulu, untuk memotret sebuah momen pasti dipikir panjang-panjang. Masalahnya, sayang klise filmnya. Ada yang isinya hanya 24. Dua puluh empat kali jepret, habis. Harus beli lagi. Uang. Setelah itu film juga harus dicetak. Uang lagi. Maka, kita akan sangat berhati-hati dalam memotret. Kan 'mati-matian' cari duitnya..hehe

Sekarang, tinggal cekrek potret saja. Foto hanya berupa sebuah berkas (KB, MB, GB) di memori yang biasanya berupa sebuah SD card. Tidak suka foto tadi, tinggal dihapus saja dari SD card tersebut. Tidak ada beban. Akibatnya, kita menjadi royal dalam memotret. Ini juga yang saya alami, semua moment yang dirasa perlu pasti dipotret..cekrek...cekrek...cekrek.

Lama kelamaan koleksi foto saya dan anak-anak di Lembaga PAUD menjadi super banyak dan ini berimplikasi kepada beban disk. Jadi sesungguhnya menghamburkan uang juga. Selain itu, pengelolaan menjadi rumit. Kalau saya ingin mencari sebuah foto tertentu, kegiatan ini dan itu, repotnya bukan main. Foto-foto anak PAUD tersimpan dalam folder apa ya?..dari pada susah mencari, sebagian disimpan di sini saja....!!

Foto anak PAUD, Foto Kegiatan PAUD, Koleksi foto Anak PAUD, Foto Unik PAUD






Bermain  Balok







Selengkapnya

MY PAUD MY ADVENTURE

By sulthan on Kamis, 30 Maret 2017

My PAUD My Adventure

by: Paud-Anakbermainbelajar.blogspot.com

Ketika sampai pada titik ini, perjalanan yang telah kita lalui 
penuh harapan dan cinta. 
Selangkah demi selangkah kutapaki jalan indah ini
Menembus alam warna warni bersama nyanyian pagi
Satu tekad telah tertancap
Demi menggapai sebuah titik pengharapan
Kilau cahaya surya yang setia mengiringi langkahku
Mampu menguras sisa- sisa peluh dalam raga yang penuh semangat ini
Buku-buku pun bersenandung ria
Membuatku bangkit dari kekecewaan manusia Indonesia
Ketika langkah ini kurasakan semakin berat
Titik itupun terasa semakin menjauh
Ingin rasanya langkah kaki ini berhenti
Akankah aku mengkhianati tekad yang telah terpatri dalam hati?
Malaikat-malaikat kecil dengan kedua sayap putihnya itupun datang
Mengobarkan kembali semangat jiwa yang hampir padam
Kembali ku lanjutkan langkahku yang semakin terseok
Dengan semangat jiwa yang masih membara
Perlahan tapi pasti
Dapat kurasakan titik yang ku nantikan itu semakin dekat
Malaikat-malaikat kecil bersayap itu kini kembali menampakkan senyumnya
Tak dapat ku percaya
Antara bermimpi dan tersadar
Aku telah sampai pada titik pengharapan itu.
Cinta.


(Kota Seribu sungai, 30 Maret 2017)

By: AS - Paud-Anakbermainbelajar.blogspot.com

* * *
Lembaga_PAUD, Pendidik-PAUD, Anak-PAUD, Petualangan di PAUD, Baner PAUD, Ide Baner PAUD



PAUD adalah tempatku untuk bermain, belajar,  bereksplorasi, dan bertualang,  untuk membaca dan memahami tentang alam - dunia luas ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, tempat kita mendapatkan cinta dan anugrah-Nya, Aku lihat dari jendela PAUD ini, ada cinta dan keindahan sejati, dari langkah demi langkah yang aku jalani bersama malaikat-malaikat kecil yang selalu setia menemani bersama senyum, tawa dan canda mereka setiap hari.



Selengkapnya

INILAH ALASAN PERLUNYA PROGRAM PELIBATAN ORANG TUA DAN MASYARAKAT DALAM PAUD

By sulthan on Rabu, 22 Maret 2017

Parenting PAUD, Pendidikan Keluarga PAUD, Pelibatan Ortu di PAUD, PAUD dan Pendidikan Keluarga

PAUD-Anakbermainbelajar---Di masa lalu di awal-awal adanya program Pendidikan Anak Usia Dini, (Baca sejarah PAUD di sini!), tradisi untuk membangun kerjasama antara orang tua (masyarakat) dan pendidik belum terjalin. Orang tua dan pendidik masing-masing memiliki pengalaman yang spesifik dan sendiri-sendiri tentang tanggung jawab terhadap pendidikan anak.

Terkait dengan pendidikan anak, seharusnya orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya di rumah. Orangtua bertanggung jawab untuk mendidik atau mengasuh anak-anaknya agar menjadi lebih matang, berkarakter dan berkelakuan baik, memahami nilai-nilai yang berlaku di masyarakat serta memiliki wawasan yang luas. Di samping itu orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak agar mereka mampu menjalani kehidupan yang lebih baik kelak.

Sedangkan lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak mereka di lembaga, memberikan pengalaman belajar dan beraktivitas kepada anak sesuai dengan kurikulum serta mendidik karakter perilaku anak ketika mereka berada di lembaganya. Lembaga juga seharusnya menjadi tempat bertemunya orang tua masyarakat dengan guru dan pihak sekolah, untuk merencanakan program pelibatan orang tua masyarakat ini. 


Seiring dengan perjalanan waktu dan dinamika sosial-budaya dalam masyarakat, dimana salah satunya adalah perubahan dalam pola hidup dan ragam pekerjaan, maka keadaan tersebut membuat orang tua menjadi sangat khawatir terhadap masa depan anak-anaknya. Disamping itu, dari sudut kelembagaan pun terjadi pergeseran peran pendidik, yang semula berfungsi sebagai sumber segala informasi dan pusat pengembangan kecerdasan semua anak; menjadi sebagai fasilitator. Hal ini termasuk faktor yang berpengaruh dalam konteks PAUD. Akhirnya, diupayakan berbagai jalan keluar untuk mengurangi dampak negatif dari permasalahan yang muncul tersebut. Salah satunya, yang terbaik, adalah dengan melibatkan orang tua ke dalam pengembangan program pendidikan anak-anaknya. Kesadaran tentang pentingnya perlibatan orang tua telah dipraktekkan di banyak negara, termasuk di Amerika dengan nama Parents Invlovement Program. Ternyata, setelah berjalan cukup lama kurang lebih 30 tahun, hasil-hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak jauh lebih positif, serta prestasi anak-anak secara umum lebih baik jika orang tua terlibat langsung dan diperkenalkan pada program atau kurikulum, dan cara kerja metode yang dipergunakan pada suatu lembaga PAUD.

Adapun kegiatan pelibatan orang tua masyarakat dalam program PAUD adalah sebagai ragam atau pilihan kegiatan yang inovatif, baru, unik dan orisinal yang dapat dilakukan oleh orang tua dan masyarakat bersama lembaga  baik itu anak didik sendiri, pendidik, pengelolan dan staf sekolah lainnya, dengan harapan dapat mencapai tujuan program atau kurikulum yang lebih baik.

Berbagai kegiatan dilembaga PAUD yang melibatkan orang tua dapat digagas dan dirancang oleh lembaga PAUD secara penuh, maupun dengan mempertimbangkan masukan dari orang tua, Tidak perlu kita perdebatkan tentang sumber inspirasi program, yang terpenting adlaah kegiatan yang dicanangkan dapat meningkatkan mutu proses maupun hasil dari program/kurikulum PAUD-nya. Tidak kalah penting adalah setiap kegiatan kreatif yang akan dilaksanakan mendapatkan dukungan secara penuh dari semua pihak, baik scara moril maupun materiil.

Demikian alasan perlunya program pelibatan orang tua dan masyarakat dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Terimakasih. Semoga bermanfaat.


Sumber: dirangkum dari berbagai sumber!!
Sumber Gambar: Roadmap Pendidikan Keluarga Direktorat Pendidikan Keluarga, PAUD RBS Banjarmasin
Selengkapnya

TOPIK LOMBA APRESIASI GTK-PAUD dan DIKMAS TERBARU TAHUN 2017

By sulthan on Rabu, 15 Maret 2017

Jakarta (04/03/2017) Setelah melalui pembahasan dan diskusi kelompok terpumpun (terfokus) akhirnya ada perubahan topik Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan Dikmas Tahun 2017.  Perubahan topik dilakukan setelah menerima masukan dari berbagai pihak termasuk dari asosiasi/organisasi mitra GTK PAUD Dikmas.

Di samping itu ada penambahan jenis lomba dari pengumuman yang dirilis oleh Direktorat Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas pada Januari 2017 lalu, yaitu Tutor Paket A. Penambahan Tutor Paket A ini terjadi setelah ada usulan dari Dewan Pengurus Pusat Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional baik secara tertulis maupun melakukan lobby.

Penyelenggaraan kegiatan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas mempunyai tujuan yang strategis, antara lain (1) memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); (2) memperkuat upaya pengembangan karakter GTK PAUD dan Dikmas; (3) mendukung keberhasilan program pendidikan vokasi di kalangan GTK PAUD dan Dikmas serta pendidikan masyarakat; (4) membangun kebersamaan dan saling tukar pengalaman GTK PAUD dan Dikmas dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di daerahnya masing-masing, (5) aktualisasi keberadaan dan peran GTK PAUD dan Dikmas, (6) sarana pemberdayaan kearifan lokal; (7) promosi keberdaan program PAUD dan Dikmas dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; (8) memberikan penghargaan atas dedikasi dan atau prestasi GTK PAUD dan Dikmas; dan (9) mensosialisasikan peran dan tanggungjawab kepada pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas (capacity building) GTK PAUD dan Dikmas.

Agar kegiatan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas dapat dijadikan ajang pembinaan peningkatan kompetensi secara merata dan berkesinambungan pada kalangan GTK PAUD dan Dikmas secara meluas, maka mulai tahun 2017 ini diberlakukan aturan bahwa peserta Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas yang pernah ikut satu kali baik pada satu jenis lomba yang sama atau berbeda tidak diperbolehkan ikut.


Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas dikemas dalam bentuk penampilan karya terbaik yang merupakan hasil inovasi dan pengalaman baik (best practices) yang sudah dilakukan di masing-masing satuan pendidikan nasional. Untuk menyajikan karya terbaik telah ditentukan topik atau tema untuk setiap jenis GTK PAUD dan Dikmas. Adapun topik lomba hasil revisi adalah sebagai berikut;

TOPIK LOMBA APRESIASI GTK-PAUD dan DIKMAS TAHUN 2017

GTK-PAUD DIKMAS, LOMBA APRESIASI, PAUD, DIKMAS, JAMBORE APRESIASI PAUD

atau Juknis yang ini :




Demikian semoga bermanfaat. terimakasih.

Untuk mengunduh petunjuk penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas serta pedoman penilaian setiap jenis lomba dapat diunduh tautan berikut ini :
  1. Petunjuk Pelaksanaan Apresiasi GTK PAUD da Dikmas Tahun 2017
  2. Pedoman Penilaian Paduan Suara
  3. Pedoman Penilaian Senam Kreasi Daerah
  4. Pedoman Penilaian GTK PAUD
  5. Pedoman Penilaian GTK Dikmas
  6. Pedoman Penilaian GTK Kursus

Sumberhttp://fauziep.com/ini-topik-apresiasi-gtk-paud-dan-dikmas-terbaru-dan-juklaknya/

Selengkapnya

GURU PAUD HARUS MEMBACA ......!

By sulthan on Rabu, 01 Maret 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Banyak guru PAUD sekarang nampaknya tidak suka membaca buku. Padahal membaca sekarang mudah. Misalnya jaman sekarang sudah ada eBooks tinggal unduh aja. Semestinya tidak ada lagi hambatan untuk membaca buku. Kalau jaman dahulu kan harus cari buku fisik di perpust. Kalau pesan belipun harus nunggu lama dan mahal. Mungkin justru kemudahan itu yang membuat "orang" menjadi malas?


Dalam sebuah pertemuan gugus PAUD saya pernah bertanya dengan beberapa Guru dan Pendidik PAUD, apakah mereka banyak membaca buku tentang PAUD, atau paling tidak buku pengetahuan umum populer tentang mendidik dan merawat anak. Ternyata banyak yang kurang membaca bahkan ada yang tidak sama sekali. 

Masalahnya, tanpa membaca ilmu kita jadi rendah sekali. Sudah ilmu rendah, banyak komentar pula (di media sosial misalnya).  Yang juga bikin Pusing Foto-foto bunda seksi bingit...ha ha ha. Jadinya kacau balau.

Bagaimana mengajak anak-anak untuk rajin membaca kelak.......... ???

Baca bunda, bunda baca, dan baca ya bunda!..baca...baca...baca...100X

Selengkapnya

ANAK PAUD BUKAN ANAK TUYUL

By sulthan on Sabtu, 25 Februari 2017

PAUD-Anakbermainbelajar---Bunda-Siapa sich yang tidak kenal tuyul, hampir semua orang pasti kenal yang namanya tuyul, tapi kebanyakan kita tahunya cuma dari cerita-cerita film atau sekedar gosip-gosip tetangga bahwa ada yang 'miara' tuyul di kampung sebelah. Kenyataannya si tuyul memang selalu  jadi pemeran jahat karena memang dia dianggap penjahat yang suka mencuri uang, bukan mencuri timun karena pencuri timun itu si kancil, dan kalo tuyul baik itu cuma tuyulnya mba Yul...hihihi...

Jadi lagunya bisa kita gumbah aja jadi begini;
Si Tuyul Anak nakal
suka mecuri uang
ayo lekas dikurung
jangan diberi ampun


Terlepas dari jahat atau tidaknya si tuyul, kenyataannya banyak dari kita yang simpati dengan mahluk yang menyerupai anak kecil tapi gundul ini. Bayangkan saja, ketika suatu saat kita ketemu si tuyul sedang membongkar berangkas uang kita, apakah kita akan langsung memukulnya? tentu saja tidak, rasanya tidak bakalan tega memukul apalagi membunuh mahluk mungil dan lucu seperti itu.. paling-paling saat itu kita cuma bisa teriak-teriak; "Dasar tuyul..pergi sanah main kelereng..Nih aku kasih cepe buat jajan permen!!"...hihi..

Jaman sekarang anak-anak sudah canggih luar biasa, dari usia Kelompok Bermain hingga TK B kebanyakan anak-anak sudah bisa dan mahir pegang Gatget, smartphone yang rumit sekalipun seperti makanan sehari-hari. Ada anak paud usia 3 tahun yang dengan gampangnya browsing internet, mengunduh beragam aflikasi dan game hanya bermodalkan fasilitas voice call dari mbah google. Kecanggihan anak-anak PAUD untuk dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi sepertinya melampaui para generasi pendahulunya. Digital, Smarphone, getget, dan android seperti sudah ditanamkan diotak mereka sejak mereka lahir.

Nah lain tuyul lain anak PAUD, secanggih dan sehebat-hebatnya tuyul dalam bidang kejahatan pencucian,,eh..pencurian uang, mereka tidak bisa dibilang lebih hebat dari anak-anak PAUD sekarang yang luar biasa cerdas dan canggihnya. Heran, dijaman yang sudah serba canggih sekarang, masih ada saja yang miara tuyul, padahal tuyul udah ketinggalan jaman, tidak update lagi. 

Dari beberapa kasus yang terjadi, yang melibatkan tuyul sebagai tertuduh, dari hasil olah TKP (Tempat Kegiatan Pencurian), tuyul hanya bisa mencuri uang dari tempat penyimpanan yang tidak berbasis teknologi tingkat tinggi. Kebanyakan korban yang kehilangan uang adalah mereka-mereka yang tidak canggih dalam menyimpan uangnya; di lemari, di bawah kasur, atau peti uang brangkas manual. Belum pernah dilaporkan terjadi kehilangan uang dari berangkas digital karena dicuri tuyul.  Yang mengherankan juga selama ini tidak pernah terjadi kehilangan UANG yang ada dimesin-mesin ATM karena ulah si Tuyul, padahal ngapain tuyul masuk ke rumah-rumah kita yang sedikit uangnya, lebih baik kan dia ke mesin ATM yang jelas seabrek duitnya. Itu karena si tuyul kurang canggih, dan pengetahuannya sangat minim, apa lagi soal teknologi, di "sono"nya dia tidak pernah diajari since apalagi teknologi,  dan yang jelas tuyul tidak pernah disekolahkan atau masuk PAUD.

Jadi .... anak yang tidak masuk PAUD adalah anak Tuyul ????.....
Selengkapnya