SAAT INI AKU ADALAH ANAK-ANAK DAN TUGASKU MEMANG BERMAIN

By sulthan on Selasa, 20 Desember 2016


PAUD-AnakBermainbelajar--Bagi anak kegiatan Bermain memang dunia mereka, tapi tahukah bunda-ayah apa yang terjadi dibalik kegiatan bermain anak tersebut. seperti keinginan mereka, seperti kata mereka :

Ketika kau melihat aku belajar melompat, berlari dan memanjat, tolong jangan katakan aku "Hanya bermain", Karena seperti itu kau lihat, Aku bermain sambil belajar, Aku belajar tentang bagaimana tubuhku, Mungkin saja suatu hari nanti aku menjadi Dokter, Perawat atau Atlet.

Ketika kau lihat aku duduk disebuah kursi, "Membaca Keras-keras" di depan penonton khayal, Tolong jangan tertawa dan mengira aku "Hanya bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar, Aku mungkin menjadi guru suatu hari nanti.

Ketika aku sedang menyusun kubus, jangan katakan aku "Hanya Bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar, tentang keseimbangan bentuk.

Ketika aku sedang berpakaian lengkap membuat rumah-rumahan, lalu bermain boneka bayi, jangan katakan aku "Hanya bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar. Untuk menjadi ibu dan ayah suatu hari nanti.

Ketika kau bertanya apa yang kau kerjakan di sekolah hari ini, Dan aku menjawab "Aku hanya bermain". Tolong jangan salah mengerti, Karena seperti kau lihat Aku bermain sambil belajar, Aku belajar menikmati hidup sambil meraih sukses dalam bekerja, Aku menyiapkan diri untuk masa depan.


So..ibu dan ayah..apakah sudah kita biarkan anak-anak kita bermain??...


Sumber : Copas-copasan di Facebook
Gambar : pixabay.com
Selengkapnya →

INILAH PENTINGNYA MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN SENI MUSIK DI PAUD

By sulthan on Minggu, 04 Desember 2016

PAUD-AnakBermainBelajar--Kesenian merupakan sebuah konsep yang tidak akanpernah hilang di atas muka bumi ini. Kesenian identik dengan estetika, terkait dengan naluri kemanusiaan yang selalu cinta dengan keindahan, maka seni sebagai sebuah produk yang identik dengan keindahan memang akan selalu ada dan menjadi bagian dari kehidupan manusia. Sebuah kata-kata bijak yang menjelaskan bahwa dengan seni hidup menjadi indah, sepertinya tidak bisa dipungkiri bahwa kita memang membutuhkan seni untuk memperindah hidup kita. Seni akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan menyertai perjalanan hidup manusia karena seni memiliki fungsi individual dan sosial. Tidak hanya mencakup kebutuhan spiritual atau ekspresi tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan komersial, politik, sosial, alat penerangan, propaganda, sarana promosi, hiburan, pendidikan, terapi dan sebagainya.

Sebagai individu yang harus terus bekembang dalam kehidupannya, anak-anak usia dini sangat perlu memiliki kemampuan seni. Dengan penanganan yang tepat maka seni menjadi hla yang sangat berperan penting dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar pada diri anak. Dalam kegiatan seni untuk anak-anak ditemukan nilai-nilai edukasi yang kemudian dikenal sebagai konsep education through art yang dikemukakan oleh Herbert Read yang dikembangkan dari pemikiran Plato (428-347 SM) yang mengatakan art should be the basis of education. Selanjutnya Lowenfeld dan Brittain (1980) menjelaskan bahwa kegiatan seni berperan dalam mengembangkan berbagai kemampuan dasar di dalam diri anak, seperti kemampuan: fisik, perseptual, pikir/intelektual, kreativitas, sosial dan estetik. Seiring dengan bertambahnya usia anak, maka seluruh kemampuan dasar dapat perkembang secara terpadu.

Haskel (1979) mengungkapkan bahwa pendidikan usia dini amat tidak efektif dan kurang sempurna tanpa musik. Belajar melalui seni pada hakikatnya menyenangkan, menjadikan anak belajar dari dalam dirinya sendiri, sehingga belajar lebih bermakna dari pada sekedar melaksanakan perintah guru. Kegiatan seni mengasah ketajaman rasa (feeling) dan mengendalikan emosi.
 
Bermain musik itu sangat penting bagi seorang anak, karena dapat meningkatkan kemampuan musikal anak yang selanjutnya dapat mempengaruhi secara positif bidang kemampuan anak yang lainnya. Bidang kemampuan yang dapat dipengaruhi secara positif oleh musik ini adalah bidang bahasa, komunikasi, fisik, emosi, esetetika, sosial , kognitif dan science.

Anak di usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang secara terminologi disebut sebagai anak usia pra-sekolah atau Taman Kanak-kanak. Sejumlah riset membuktikan bahwa perkembangan kecerdasan anak pada masa ini mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80%. Hal ini menunjukan pentingnya upaya pengembangan seluruh potensi anak di usia pra-sekolah karena pada usia tersebut anak mengalami masa peka, yaitu masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulus yang diberikan oleh lingkungan. Maa peka merupakan masa untuk meletakan dasar pertama dalam mengembangkan seluruh potensi anak termasuk pula potensi, minat dan bakat dalam bidan seni khususnya seni musik.
 

Menurut John M. Ortiz (2002), memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendengarkan berbagai macam suara (kata-kata, musik, dan suara pada umumnya) juga dapat menstimulasi otak anak ntuk membentuk berbagai macam “koneksi suara”. Hal ini akan memudahkan mereka memperbanyak simpanan suara dalam hidup mereka selanjutnya. Memperkenalkan berbagai macam suara sedini mungkin terbukti meningkatkan keragaman, fleksibilitas, dan daya tahan koneksi saraf tersebut, terutama di bidang matematika, bahasa, dan logika.

Teori Multiple Intelligences yang dikembangkan Gardner pada tahun 1980-an, memperkuat pendapat bahwa seni khususnya musik mempunyai fungsi dan pengaruh dalam mengembangkan intelegensi anak. Teori ini memberikan wacana yang lebih luas dalam memandang seorang anak secara holistik. Secara khusus tentang musik dan anak ini, teori multiple intelligences yang dikembangkan Garner ini memberikan perluasan wawasan bahwa manusia memiliki intelegen khususnya intelegen musikal. 

Kecerdasan musikal didefinisikan sebagai kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal. Kemampuan ini, meliputi (1) kemampuan mempersepsi bentuk musikal, seperti menangkap atau menikmati musik dan bunyi-bunyi berpola nada, (2) kemampuan membedakan bentuk musikal, seperti membedakan dan membandingkan ciri musikal bunyi, suara, dan alat musik, (3) kemampuan mengubah bentuk musikal, seperti mencipta dan memversikan musik, dan (4) kemampuan mengekspresikan bentuk musikal, seperti menyanyi, bersenandung, dan bersiul-siul. Hal ini berarti, kecerdasan musikal meliputi kemampuan mempersepsi dan memahami, mencipta, dan menyajikan bentuk-bentuk musikal (Armstrong, 2003).

Anak-anak yang mempunyai kecerdasan musikal dalam taraf berkembang, sering menyanyi, senang bersenandung atau bersiul seorang diri. Kemunculan kecerdasan musikal pada anak-anak mudah dikenali karena begitu diperdengarkan musik mereka langsung mendengarkan atau mengikuti irama atau ikut menyanyi (Armstrong, 2003).

Tujuan kegiatan seni musik di PAUD bukanlah membuat anak mampu menghasilkan keterampilan khusus dalam bermusik, tetapi lebih pada membantu anak untuk mampu mengungkapkan diri melalui seni musik tersebut. Dengan kegiatan bermain musik anak mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik karena kemampuan untuk untuk mengungkapkan dirinya.

Sesuai kurikulum tahun 2004, pendidikan di Taman Kanak-kanak bertujuan mengembangkan kemampuan fisik, bahasa, sosial-emosional, moral dan nilai agama, kognitif serta seni. Pendidikan ini tercakup dalam tiga rumpun pengembangan yaitu pengembangan moral dan nilai agama, sosial-emosional serta kemampuan dasar bahasa, kognitif dan pra-akademik (Kurikulum Pendidikan Usia Dini 2004, Diknas).

Dalam kurikulum Nasional pengembangan seni mengacu pada kompetensi dasar anak mampu mengungkapkan gagasan dan daya ciptanya dalam berbagai bentuk meliputi berbagai media; bergerak sesuai irama musik dan menyanyi (Kurikulum Pendidikan Usia Dini – TK -,2004).

Terkait dengan kemampuan musikal anak ini, telah banyak dilakukan penelitian dan dipulikasikan diberbagai negara, salah satu hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal yang dikeluarkan oleh The National Association for Music Education di Amerika. Ada beberapa aspek yang dapat diukur dalam kemampuan musik anak, diantaranya sepek ritmik, melodi, menyanyi, dan literasi. Ada juga beberapa kemampuan dasar musik yang dimiliki anak usia TK dapat ditinjau dari aspek intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetik dan kreatif yang kesemuanya dapat berkembang jika didukung oleh penerapan kegiatan bermain musik yang baik di bawah bimbingan dan arahan guru dan pendidik.

Demikian Artikel singkat tentang pentingnya mengembangkan Pendidikan Seni Musik di PAUD, semoga Artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan kita  dalam rangka mengembangkan kemampuan dan pendidikan anak usia dini, terimakasih.

Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber !!
Selengkapnya →

MEMANFAATKAN TALI BEKAS BUAT BERMAIN YANG SERU DI PAUD

By sulthan on Selasa, 22 November 2016

PAUD-Anakbermainbelajar---sangat menarik apa yang dilakukan bunda kita yang satu ini, kreatif, dengan memanfaatkan tali bekas yang sudah tidak terpakai lagi, bisa membuat permainan yang menarik dan menyenangkan,  maka jadilah anak-anak di PAUD seru bermain bersama.

PAUD_Anakbermainbelajar-TK
Lompat Tali yuk....Ayukk..hihi
Permainan ini, kalo dilihat dari bentuknya sich mirip dengan permainan angklek, tapi bedanya kalo angklek dibikin gambar, ditulis di lantai atau di tanah, tetapi permainan ini dibuat dari tali dengan bentuk kolom-kolom menyerupai permainan angklek atau Gala Asin. Di sini ada beberapa petak-kolom yang bisa dilompati dan diisi anak-anak. Serunya, semua anak bisa terlibat dengan bermain bersama-sama.

Penulis awalnya belum tahu dan memang belum pernah melihat permainan ini sebelumnya, pun ketika yang punya gawe ditanya tentang permainan itu, mereka sendiri sepontan, mereka bilang itu permainan lompat tali versi atau ala PAUD mereka sendiri dengan memanfaatkan Tali bekas, jadi belum ada namanya dan belum ada konsep dan aturan mainnya. Di sini anak bermain bebas aja, di dalam permainan ini dengan melompati petak kolom secara berurutan tanpa menyentuh talinya.

Dalam permainan ini terlihat pengembangan fisik/motorik dan sensitivitas anak dapat dikembangkan. Karenanya Di lembaga PAUD, guru-pendidiklah yang menentukan bagaimana aktivitas fisik atau permainan yang dapat dilakukan anak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Pendidik dapat berperan dalam menumbuhkan minat anak terhadap berbagai kegiatan motorik anak seperti permainan ini. Tentunya minat anak memang sangat beragam. Ada yang lebih senang meloncat dan bergerak ritmik dari pada melukis dan menggunting atau sebaliknya anak lebih betah dengan kegiatan motorik halus dari pada motorik kasar. Peran Pendidiklah yang harus mengarahkan dan menumbuhkan minat anak untuk mengikuti semua kegiatan fisik-motorik  tersebut dengan tujuan agar gerak motorik kasar dan motorik halus anak dapat berkembang dengan baik. 

Kegiatan ini menjadi sangat penting sekali karena pada anak erat sekali kaitannya antara pengembangan fisik dengan sikap perilaku anak. Pengembangan fisik pada anak usia PAUD adalah upaya untuk memberikan perlakuan tertentu secara sistematis pada kegiatan yang memperlihatkan interaksi dan kematangan anak dengan lingkungannya. Pada anak usia prasekolah, perkembangan gerak merupakan perubahan kemampuan yang melibatkan berbagai aspek perilaku dan kemampuan geraknya. Aspek perilaku dan perkembangan motoriknya saling mempengaruhi satu sama lain.



Nah....bunda mungkin ada yang tertarik, dan bisa mengembangkannya atau membuat desain permainannya lebih komplit lagi dengan ide yang menarik ini, untuk permainan anak yang mudah, murah dan meriah, di Lembaga PAUD kita..?

PAUD-Anakbermainbelajar
Kita mulai ya..1..2..3...

Bunda contohin ya..Hup...lompat yang tinggi !!

Ayo..dicoba..semangat ya..nak..

PAUD--Anakbermainbelajar
Hup..hore bisa...eh gantian dong jangan berebut..hihi


Sumber dan Gambar : 
TPAIT AL-AMIN. Yayasan Islam Al-Amin Kapuas, kelompok Bermain Islam terpadu (KBIT Al-Amin), Taman Penitipan Anak Islam Terpadu (TPAIT Al-Amin). Jl. Barito Gg. XI Kel. Selat Hulu Kuala Kapuas.


Selengkapnya →

Syaikh PALESTINA: Saya Berharap ALLAH Menunjuk Muslim INDONESIA Menjadi Pemimpin Peradaban ISLAM Selanjutnya

By sulthan on Minggu, 13 November 2016

Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, “Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa ‘Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?”



Beliau tersenyum. “Tidak begitu ya Ukhayya”, ujarnya lembut. “Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama dan kejayaan itu.”

“Pada kurun awal”, lanjut beliau, “Allah memilih Bangsa ‘Arab. Dipimpin Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, dan beberapa penguasa Daulah ‘Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allah pun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.”

“Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah ‘Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ‘Ulama & Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia.”

“Lalu ketika Bangsa Persia berpaling dan menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya.”

“Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk.”

“Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; ‘Utsman Orthughrul & anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih.”

“Ketika Daulah ‘Aliyah ‘Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini.”

Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. “Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek”, katanya sedikit tertawa, “Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini.”

“Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke”, ujar beliau terkekeh.

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.”

BACA JUGA
Jendral Dirimu Bukan Hanya Sebagai Panglima TNI. Namun...

“Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaaLlah.”

Ah.. Campur aduk perasaan, tertusuk-tusuk rasa hati kami di Jogokariyan mendengar ini semua. Ya Allah, tolong kami, kuatkan kami.

Ditulis oleh Ustadz Salim A. Fillah
Selengkapnya →

Ibu Tidak Akan Pernah Menceritakan 7 Hal Ini Kepada Anaknya dan Juga Orang Lain

By sulthan on Jumat, 11 November 2016

Semua orang pasti mengetahui bahwa Ibu ialah orang tua yang harus selalu dan paling dihormati baru kemudian Ayah. Rasulullah SAW juga mengatakan dalam Hadits bahwasanya manusia harus menghormati 1 Ibu 3 kali dibandingkan menghormati Ayah.



Berikut Hadits lengkapnya :

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Ada 5 hal yang tidak akan pernah diceritakan seorang Ibu kepada anaknya. Hal ini agar sang Ibu tidak ingin anak-anaknya merasakan kesedihan karena dengan membaca 5 hal ini kamu pasti akan meneteskan air matamu. Lantas kenapa sampai sekarang masih ada anak yang bangkang terhadap Ibunya dan juga Ayahnya.

Bacalah 5 Hal tersebut:

1. Ibu sering menangis. Ibu menangis karena anaknya yaitu dirimu. Ibu menangis pada saat hamil, ia menangis pada saat melahirkan kamu. Ibu akan menangis pada saat pertama menggendong dirimu. Ibu juga akan menangis ketika pertama kali mengantarkanmu ke sekolah dan memandang dirimu dari jauh. Ibumu akan menangis ketika dirimu pergi merantau jauh darinya. Ibumu juga akan menangis ketika dirimu dipinang oleh lelaki pujaanmu bagi anak perempuan. Ibu akan menangis ketika dirimu mengabaikannya. Ibu akan menangis ketika dirimu menyakitinya

2. Ibu suka berbohong untuk kebahagiaanmu. Ibu suka makanan seperti cokelat, kue tart, atau lainnya. Lantas, ia melihat dirimu yang masih kecil. Ibu tidak cukup uang untuk membeli banyak makanan seperti itu. Kemudian dirimu berkata, kalau kamu pingin makan cokelat. Ia akan memberimu makanan tersebut untuk membuat dirimu bahagia. Dan Ibu akan mulai membohongimu bahwa ia tidak suka makanan tersebut.

3. Ibu mengurus kamu dalam keadaan susah payah. Dari bulan pertama kehamilan sampai 9 bulan itu sangat tidak menyenangkan, namun ia terus merasakan bahagia dengan menahan sakit karena menanti kelahiran anaknya. Ibu akan terus menggendongmu sewaktu kecil meski kamu bawel dan bandel. Ia akan menyuapimu dengan penuh lemah lembut meski kamu suka berontak. Namun semua itu tidak pernah ia ceritakan kembali pada saat kamu beranjak dewasa.

4. Ibu manusia paling takut. Ia akan takut kalau kamu salah makanan. Ia akan takut kalau kamu sakit. Ia akan takut kalau kamu kelaparan. Ia takut kalau kamu tidak lulus sekolah. Ia akan takut dirinya sendiri tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk dirimu. Namun, sampai kamu dewasa ia hanya memberitahukan ia perempuan paling kuat di dunia dan tidak pernah takut apapun. Ibu harus kuat didepan anak-anaknya yaitu kamu.

5. Dia akan melakukan segalanya untukmu. Menjadi seorang ibu adalah tugas berat, mungkin itu tugas terberat di dunia. Ia akan kekurangan tidur, mungkin jatah makannya berkurang. Ia juga akan pusing karena harus mengurusmu. Ia menanggung kesakitan karena melahirkanmu dan merelakan semuanya demi dirimu. Kadang kamu menyakitinya dan membuatnya menangis.Kamu juga kadang membentaknya. Namun, apabila saat ini ia diberi pilihan kembali apakah akan melahirkanmu atau tidak, ia pasti akan memilih melahirkanmu. Semua rasa sakit itu, dirinya yang kerepotan karena ulahmu, itu semua tidak sebanding dengan cintanya kepada dirimu. Cintanya mengalahkan itu semua. Dan memang, rasa cinta seorang ibu lah yang membuat semuanya mungkin.
Maka, setelah membaca ini, katakan kepada ibumu bahwa kamu mencintainya.

5. Ibu akan melalukan segalanya yang terbaik untuk dirimu.Tugas sangat berat di dunia adalah menjadi seorang Ibu. Pekerjaan Ibu sangat mulia di sisi Allah SWT. Ibu setiap hari akan kekurangan tidur. Ia juga kekurangan jatah makanan. Ibu juga pusing ketika mengurusmu dari kecil hingga kamu sudah mandiri.

6. Ibu manusia paling sabar. Ia harus menahan amarah kalau kamu suka bandel bahkan berargumen dengannya pada saat dewasa. Namun, saat Ibu diberikan pilihan kembali apakah ingin melahirkanmu atau tidak, Ibu pasti memilih lebih melahirkanmu.

7. Ibu orang paling mencintai anaknya didunia. Semua rasa sakit karena tingkah lakumu, repot mengurusmu tidak akan sebanding dengan rasa cinta dan sayan yang dimiliki terhadapmu. Cintanya kepada dirimu mengalahkan semua hal-hal tersebut diatas. Rasa cinta dan kasih sayang membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ingatlah do’a seorang Ibu akan diijabah (dikabulkan) oleh Allah SWT. Tidak ada dinding batas antara Ibu dan anak juga sebaliknya.


Sekarang do’akanlah Ibu dan Ayahmu seperti dalam Surrah Al Qur’an dibawah ini:

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)


Sekarang sahabat semua, setelah membaca artikel ini katakan kepada Ibumu kalau kamu sangat mencintai dan menyayanginya dan juga Ayahmu. Semoga menginspirasi semua. (Mzzi)
Selengkapnya →

Akui Kehebatan Al Qur'an, Akhirnya Biksu Terkenal di Thailand Memeluk Agama Islam

By sulthan

Salah satu netizen bernama Alam Syah baru-­baru ini mengunggah sebuah video berdurasi 2:16 menit yang memperlihatkan seorang Biksu di Thailand sedang mengikrarkan dua kalimat Syahadat.



Dengan dibimbing oleh seorang Ustadz, sang Bhiksu yang masih mengenakan jubah mengucapkan dua kalimat Syahadat Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan maknanya dalam bahasa Thailand.


Diketahui, Bhiksu yang masuk Islam ini merupakan Ketua Besar Sami Ya’la Thailand ini menjelaskan bahwa alasan mengapa akhirnya memeluk agama Islam adalah karena setelah mengkaji AlQur’an, dirinya yakin bahwa itulah kitab yang paling benar dan hebat.


“Alhamdulillah.. Kemarin ketua besar sami ya’la Thailand mengucapkan syahadat setelah mengkaji islam. Dia mengakui kehebatan alquran dan akhirnya masuk islam” tulis Alam Syah di akun Facebook pribadinya, jum’at (7/10/2016) . Berikut ini video detik­detik sang Bhiksu mengucapkan Syahadat.

Selengkapnya →

Jendral, Dirimu Bukan Hanya Sebagai Panglima TNI. Namun...

By sulthan on Rabu, 09 November 2016

TAK peduli apa pendapatmu diakhir acara ILC kali ini. Yang jelas, malam ini engkau berbicara menggunakan hati nuranimu, wahai Panglima TNI.

Malam ini engkau begitu gagah dan cerdas. Dengan bangga pula, kau menyebut, ‘Ummat Islam adalahmbenteng terakhir bagi bangsa ini’.



Tak hanya itu, engkau dengan berani memuji aksi 411 sebagai demonstrasi yang cukup baik, Demonstrasi yang dilakukan ummat Islam 411 begitu lancar dandamai. bagus’.

Demikian pujian tulusmu, wahai Jendralku. Jujur, malam ini kami bangga terhadapmu, di tengah para elit lain berbicara penuh kepalsuan, serta tekanan dan kepentingan sang ‘bosnya’.

Engkau berbicara sebagai hamba Allah yang beriman. Engkau tidak hanya sebagai Panglima TNI, tetapi juga sebagai panglimanya ummat Islam, sebagai penjaga nilai­nilai illahiah.

Jendral, ternyata kau memahami betul bahwa ada hidup sesudah mati.
Bahwasannya semua tutur kata dan tindakan kita, kelak di akhirat akan kita pertanggungjawabkan.

BACA JUGA

Salut untukmu, Jendral!

Demikian juga KH. Aa. Gym dan Prof. Muzakir (ahli hukum pidana), terima kasih atas nasihat dan bersihnya pendapat hukummu.

Biarkanlah yang lain berbicara di luar nalar orang sehat.


Baginya untuknya. Sudahlah!
Selengkapnya →